Tuesday, June 6, 2017

Jagal Yang Membunuh Seratus Jiwa

Dari Abu Sa'id Saad bin Malik Al Khudri bahwa Nabi Saw. Bersabda :       
"Dahulu ada salah seorang dari umat sebelum kalian yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa. Kemudian ia bertanya tentang penduduk bumi yang paling ber ilmu. Maka ia ditunjukkan kepada seorang Rahib, ia pun mendatanginya lantas mengabarkan kepada rahib bahwa ia telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa, masihkah ada taubat baginya ?

"Tidak" jawab Rahib, maka rahib itu pun dibunuhnya sehingga genaplah korban menjadi seratus jiwa.

Kemudian ia bertanya lagi siapa penduduk bumi yang paling ber ilmu. Maka ditunjukkan kepada seorang alim, jagal ini berkata bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, masih ada kah taubat baginya ?

"Masih" jawab si alim
"Siapa yang sanggup menghalangi dirimu dengan TAUBAT ? Pergilah ke daerah yg demikian dan demikian karena di sana ada orang orang yang beribadah kepada Allah Swt, sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kamu kembali ke daerah itu, karena tempat itu adalah tempat yang jelek.

Orang itupun pergi menuju kampung yang ditunjukkan si alim, Ketika mencapai setengah perjalanan, ajal keburu datang menjemputnya. Maka bertikailah malaikat Rahmat dengan Malaikat Azab menyangkut nasib orang ini.

"Ia datang sebagai orang bertaubat dan menghadapkan hatinya kepada Allah" kata malaikat Rahmat.
Malaikat azab berkata "Sesungguhnya ia belum beramal dengan satu kebajikan pun"

Kemudian seorang malaikat yang menyamar dalam wujud manusia mendatangi mereka dan memutuskan perkara yang mereka perselisihkan. Ia berkata "Ukurlah jarak antara kedua tempat itu! Mana jarak yang lebih dekat itulah bagiannya"

Mereka pun mengukurnya dan mendapati orang ini lebih dekat ke tempat yang hendak ia tuju. Akhirnya ia dibawa oleh malaikat Rahmat (Mutyafaqun 'alaih)

Dalam sebuah riwayat pada salah satu kitab shahih terdapat tambahan "jarak orang itu ke kampung yang shalih lebih dekat satu jengkal sehingga ia digolongkan sebagai penduduknya"

Dalam sebuah riwayat dalam kitab shahih pula "maka Allah mewahyukan kepada tempat ini agar nebjauh dan kepada tempat ini agar mendekat, Allah berfirman "ukurlah jarak antara keduanya!" Maka mereka mendapati orang itu lebih dekat ke tempat yang shalih seukiran satu jengkal, sehingga dosa dosanya di ampuni. 

Dalam sebuah riwayat disebutkan "orang itu bergeser dengan dadanya ke tempat yang shalih"

#Taubat
#RahmatAllah
#JanganMenghakimi