Tuesday, May 30, 2017

Meski Langit Menurunkan Hujan Api



Saya melewati sebuah desa di Mesir dalam rangka Ribath (Menjaga perbatasan Muslim),  suatu ketika saya melewati seorang priayang sedang duduk dalam gelap. Ia kehilangan mata, tangan dan kakinya. Ia mengalami berbagai macam penderitaan. Dalam kondisi seerti itu ia berkata "Segala puji bagi-Mu ya Allah, untuk semua yang telah Engkau berikan kepadaku. Untuk apa Engkau merahmati ku, padahal masih banyak mahluk yang lebih pantas Engkau Rahmati dari semua ciptaan Mu"

Lalu saya bertanya kepadanya, "Untuk apa engkau memuji Rahmat Allah ? Untuk apa Engkau besyukur kepada Nya ? Demi Allah, aku melihat berbagai penderitaan ada pada Engkau !"

Lalu ia berkata : "Apakah kamu tidak melihat apa yang telah terjadi padaku ? Demi Allah, jika Dia menurunkan Hujan Api dan diri ini harus terbakar karena itu; Jika Dia memerintahkan gunung gunung untuk menghancurkanku dan lautan untuk menenggelamkan ku, aku justru akan semakin memuji dan bersyukur kepada Nya.
Bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu ? Saya memiliki seorang putri yang biasa melayani dan berbuka puasa dengan ku, apakah Engkau bisa menemukannya untukku ?"

Aku berkata kepada diriku sendiri "Demi Allah saya berharap dengan memenuhi permintaan hamba saleh ini, diriku bisa semakin dekat kepada Allah, yang maha Raja dan Maha Agung."

Lalu saya pergi mencarinya ke padang gurun, ternyata ia telah dimakan oleh binatang buas. Aku berkata pada diriku "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun"
Bagaimana caranya memberitahu hamba shaleh itu bahwa anak perempuannya telah meninggal ?

Lalu akupun memberanikan diri pergi kepadanya dan bertanya : "Apakah dalam pandangan Allah Engkau lebih baik dari Nabi Ayub ? Allah memberikan cobaan berat kepada Nabi Ayub dengan kekayaan, anak dan keluarganya ?"

Dia menjawab, "Tidak, Nabi Ayub lebih baik dariku!"
Aku pun mengabarinya "Putri yang kau minta aku mencarinya ternyata telah dimakan oleh binatang buas"

Dia berkata : "Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan ku dari dunia ini tanpa meninggalkan kecintaan kepada Dunia" kemudian ia pingsan lalu meninggal dunia.

Aku berteriak bisasemua "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun" 
Siapa yang akan membantuku memandikan dan menguburkannya?, tiba tiba sekelompok penunggang kuda yang sedang ribath lewat. Lalu saya memberi isyarat bagi mereka untuk berhenti. Mereka datang dan sayapun memberitahu mereka tentang apa yang terjadi. Kemudian kami memandikan nya, mengkafaninya dan menguburkan nya.

Aku menghabiskan malam di desa tersebut, tidak dapat meninggalkan orang ini. Ketika sepertiga malam berlalu, saya bermimpi bersama dirinya berada di sebuah taman hijau, Dia mengenakan dua pakaian Hijau yang sangat indah. Ia berdiri membaca Al Qur'an. Saya bertanya kepadanya "Bukankah kau temanku yang kemarin ?"
Dia berkata "Ya ini aku"
"Bagaimana bisa engkau nampak begitu sehat dan bahagia sekarang ?"
Dia menjawab "Saya telah mencapai derajat yang tidak bisa dijangkau oleh orang yang sabar, kecuali mereka yang terus bersyabar ketika ditimpa cobaan dan senantiasa bersyukur selama masa tenang"

#SabarTanpaBatas
Tidak diceritakan siapa gerangan yang berkisah dan siapa juga orang sabar tersebut