Friday, July 11, 2014

Sekelumit Kisah Masa Depan


      Rasulullah Saw. pernah menuturkan sekelumit "kisah masa depan" kepada para sahabat. Kelak Allah mengumpulkan seluruh manusia dari yang pertama hingga yang terakhir dalam satu daratan. Pada hari itu matahari mendekat kepada mereka dan manusia ditimpa kesusahan serta penderitaan yang mereka tidak kuasa menahannya.
Di antara mereka ada yang berkata, "Tidakkah kalian lihat apa yang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bisa memberikan syafaat kepada Rabb kalian?"
Yang lain lalu menimpali, "Bapak kalian adalah Adam a.s." Akhirnya mereka mendatangi Adam lalu berkata, "Wahai Adam, Anda bapak manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh kepadamu, dan memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan menempatkanmu di surga. Tidakkah engkau syafaati kami kepada Rabb-mu? Apakah tidak kau saksikan apa yang menimpa kami?"
Maka Adam berkata, "Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah melarangku untuk mendekati pohon (khuldi), tetapi aku langgar. Nafsi nafsi (aku mengurusi diriku sendiri), pergilah kalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh a.s."
Lalu mereka segera pergi menemui Nuh a.s. dan berkata, "Wahai Nuh, engkau adalah Rasul pertama yang diutus ke bumi, dan Allah telah memberikan nama kepadamu seorang hamba yang bersyukur ('abdan syakura), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpa kami, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi pada kami? Tidakkah engkau beri kami syafaat menghadap Rabb-mu?"
Maka Nuh berkata, "Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa, yang telah kugunakan untuk mendoakan (celaka) atas kaumku. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim
Mereka segera menemui Nabi Ibrahim dan berkata, "Wahai Ibrahim, engkau adalah Nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi, syafaatilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang menimpa kami?"
Ibrahim berkata, "Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya aku telah berbohong tiga kali. Na/si nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Musa a.s.!"
Kemudian mereka segera pergi ke Nabi Musa, dan berkata, "Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan kepadamu dengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafaatilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?"
Musa berkata, "Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Isa a.s.!"
Kemudian mereka pergi menemui Nabi Isa, dan berkata, "Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam, serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalam
gendongan. Mohonkanlah syafaat bagi kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?"
Nabi Isa berkata, "Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad Saw.!"
Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad Saw. dan berkata, "Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang. Syafaatilah kami kepada Rabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami?"
Lalu Nabi Saw. pergi menuju bawah 'Arasy. Di sana beliau bersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya puji-pujian-Nya, dan betapa indahnya pujian-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorang pun sebelum Nabi Muhammad. Kemudian Allah Swt. berkata kepada Muhammad, "Wahai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafaat, niscaya akan dikabulkan!"
Nabi mengangkat kepala dan berkata, "Umatku, wahai Rabb-ku. Umatku, wahai Rabb-ku. Umatku, wahai Rabb-ku!"
Kemudian Allah menyampaikan kepadanya, "Wahai Muhammad, masukkan ke surga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekian pintu surga, mereka memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari pintu-pintu surga," (HR Bukhari dan Muslim).
Sobat, renungkanlah! Betapa kita sangat membutuhkan Rasulullah Saw. agar bisa menyelamatkan kita dari berbagai kegelisahan yang terjadi pada Hari Kiamat.

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (yushalluna) untuk Nabi. Hai orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya (wasallimu taslima).
(QS Al-Ahzab [33]: 56)