Sunday, July 13, 2014

Ingin Mimpi Bertemu Nabi Saw.


Siang itu, dengan wajah muram, seorang murid bersimpuh di hadapan syaikhnya. Syaikh dengan suara wibawanya bertanya, "Apa gerangan yang merisaukanmu?"
 

"Wahai Syaikh, sudah lama saya ingin melihat wajah Rasulullah walau hanya lewat mimpi. Namun, sampai sekarang keinginan itu belum juga terkabul," jelas si murid.
"Oo... rupanya itu yang kauinginkan. Tunggu sebentar ..." 

Setelah diam beberapa saat, berkatalah Syaikh, "Nanti malam datanglah engkau kemari. Aku mengundangmu makan malam." Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya. Setelah tiba saatnya, pergilah dia ke rumah Syaikh untuk memenuhi undangannya. Dia merasa heran melihat syaikhnya hanya menghidangkan ikan asin.

"Makan, makanlah semua ikan itu, jangan sisakan sedikit pun!" kata Syaikh kepada muridnya. Karena tergolong murid taat, dia habiskan seluruh ikan asin yang disuguhkan. Selesai makan, dia merasa kehausan. Dia segera meraih segelas air dingin di hadapannya.
"Letakkan kembali gelas itu!" perintah Syaikh. "Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur di rumahku!"


Dengan penuh rasa heran, diturutinya perintah syaikh-nya. Malam itu dia tak bisa tidur. Lehernya serasa tercekik karena kehausan. Dia membolak-balikkan badannya hingga akhirnya tertidur karena kelelahan. Apa yang terjadi? Malam itu dia bermimpi minum air sejuk dari sungai, mata air, dan sumur. Mimpi itu sangat nyata. Seakan benar-benar terjadi padanya.

Paginya ketika bangun, dia langsung menghadap Syaikh. "Wahai Guru, bukannya melihat Rasulullah, saya malah bermimpi minum air."
Tersenyumlah Syaikh mendengar jawaban muridnya. Dengan bijaksana beliau berkata, "Begitulah, makan ikan asin membuatmu sangat kehausan sehingga kau hanya memimpikan air sepanjang malam.
 

Jika kau merasakan kehausan semacam itu akan Rasulullah maka kau akan melihat ketampanannya."
Terisaklah si murid. Dia sadar betapa cintanya kepada Rasulullah masih sebatas kata. Kerinduan sebatas pengakuan.