Sunday, June 29, 2014

Keutamaan Ramadhan


Ramadhan  terdiri   dari   lima   huruf,   yakni   ra', mim, dhad, alif,  dan nun. Ra' berasal dari  kata  rahmat dan  rafah (kesejahteraan), mim dari  kata  majazat (keistimewaan), munnah (pemberian), serta  mahabbah (cinta),  dhad  dari  kata  dhaman  li ats-tsawab (jaminan pahala), alzf dari kata u!fah (ikatan), dan nun dari kata  nur (cahaya)  serta  nawal (capaian).

Jika kamu menikmati bulan  Ramadhan dengan sebenar benarnya, dan beramal secara benar, maka semua  keutamaan itu akan  menghampirimu di dunia  untuk menguatkan serta  menerangi  hatimu. Dan di akhirat kelak,  kamu  akan  mendapatkan kenikmatan yang  belum  pernah terlihat oleh  mata, terdengar oleh telinga, serta  terlintas dalam  pikiran  manusia.

Sebagian besar di antara kalian tidak memiliki ilmu mengenai puasa.  Mulianya sebuah   urusan   itu  tergantung  dengan kadar kemuliaan sosok yang memerintahkan. Setiap  orang  yang  tidak memiliki  ilmu  dari-Nya, tidak   juga dari  para  nabi-Nya, rasul Nya,  dan  hamba-Nya yang  shalih,   maka  bagaimana ia akan memiliki ilmu  mengenai bulan  yang mulia  ini.

Sebagian besar diantara kalian melihat Bapak-bapak, Ibu ibu dan para tetangga sedang berpuasa, kemudian kalian ikut berpuasa sebagai kebiasaan, bukan ibadah. Kalian  menyangka bahwa puasa itu hanyalah sekedar menahan diri dari makanan dan minuman. Kalian sama sekali tidak menjalankan syarat serta rukun berpuasa. Wahai kaum,  tinggalkanlah kebiasaan dan teruslah beribadah,  berpuasalah karena- Nya,   janganlah  bosan menjalankan  puasa   pada   bulan   Ramadhan  serta   mengisinya dengan  ibadah. Beramallah dan ikhlaslah dalam a.malan-amalan kalian,  kerjakanlah shalat  Tarawih,  serta  nyalakanlah lampu di dalam rumah rumah kalian, karena itu akan menjadi cahaya pada hari kiamat.

Bila kalian  menaati Allah Swt. pada bulan Ramadhan dan memuliakannya, maka   bulan   tersebut  akan   memberikan  syafaat   kepada  kalian   pada   Hari Akhir. Tunaikanlah hak puasa,  agar Dia menunaikan hak  kalian.  Penuhilah perintah-Nya, maka  Dia  akan  memenuhi  kebutuhan kalian,  mempersaksikan kalian di  sisi-Nya,   memuji  kalian,   serta melimpahkan karunia-Nya, kemulian-Nya, Nikmat-Nya, pemberian-Nya, kesejahteraan-Nya, serta pemeliharaan-Nya kepada kalian.

Celakalah dirimu, apa yang bisa memberikan manfaat  bagimu ? kamu berpuasa dan berbuka dengan makanan yang haram dan tidur dengan melakukan maksiat pada malam malam yang mulia. Celakalah dirimu, kamu berpuasa karena riya atau kemunafikan, yakni selama selama berada ditengah tengah khalayak masyarakat, jika sedang sendirian, kamu berbuka (tidak berpuasa). Jika bertemu mereka, kamu berkata “Aku sedang berpuasa”. Sembari mengaku berpuasa, sepanjang siang kamu mencela, menuduh, berjanji dengan janji janji yang dusta serta mengambil harta orang lain dengan penipuan, berkilah, dan merampok.

Puasamu sama sekali tidak memberikan manfaat kepadamu, dan tidak bisa dianggap sebagai puasa. Rasulullah Saw bersabda :
"Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa pun dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga. Berapa banyak orang yang menjalankan qiyamul lail yang tidak mendapatkan apa pun dari qiyam-nya itu, kecuali kelelahan dan begadang.'”

Di  antara  kalian,  ada  yang  menjadi  seorang  muslim  secara  zhahir,    namun  batinny seperti    par penyembah   berhala. Celakalah kalian,  perbaruilah keislaman kalian, taubat kalian, permintaan ampun kalian, dan keikhlasan kalian,  agar Penguasa kalian   menerima  kalian,   serta   memaafkan  dosa-dosa  kalian yang  telah  berlalu.

Wahai   orang-orang  yang berpuasa,  bersyukurlah  kepada Tuhan   kalian.    Bagaimana  pun    juga,    Dia lah  yang    sudah membuat kalian  bisa berpuasa dan  mampu menjalankannya. Barangsiapa  yang  berpuasa,  maka   hendaklah  berpuasa pendengaran, penglihatan, kedua  tangan, kaki, semua anggota badan,  serta  hatinya. Hendaklah ikut  berpuasa semua   zhahir dan   batin.   Jika  kalian   berpuasa,  maka   tinggalkanlah  sikap dusta, kesaksian  palsu,  ghibah, namimah, adu domba, serta mengambil harta  orang  lain.

Kalian  berpuasa agar  bisa menyucikan dan  membersihkan diri  dari  segala  dosa. Jika   kalian  melakukan semua  ini  maka manfaat apakah yang bisa diberikan oleh puasa kalian. Rasulullah Saw. bersabda,Puasa  adalah tameng”   Artinya, tameng yang akan  melindungi pelakunya. Oleh  karena  itu,  tameng disebut juga  benteng, karena  dapat melindungi pemiliknya dan menghalanginya dari  anak  panah. Orang yang  kehilangan akalnya  disebut majnun (gila),  karena akalnya tertutup.  Puasa merupakan benteng bagi  orang  yang  menjalankannya dengan wara',  takwa,   dan  ikhlas.  Jika  sudah  seperti itu  maka orang yang  menjalankan  puasa  akan  dijauhkan  dari  segala   bahaya dunia  dan akhirat. Wahai  orang-orang yang berpuasa, bantulah orang-orang fakir  dan  miskin  dengan  bagian  makanan kalian ketika  berbuka, karena  hal  itu  merupakan pahala  kalian  yang paling  banyak serta  tanda diterimanya puasa  kalian.

Semua  ini fana;  tidak  ada yang  kekal,  kecuali  sesuatu  yang kalian  berikan  untuk akhirat kalian.  Berikanlah selama kalian mampu   memberikan.  Pada   hari   kiamat  kelak,   kalian   akan dikumpulkan dalam  keadaan lapar, haus, telanjang, takut, malu, dan  hati  berdebar-debar. Barang  siapa  yang  memberi makan  di dunia,  maka  akan  diberi  makan pada hari kiamat. Barang siapa yang memberi minum di dunia,  maka  akan  diberi  minun pada hari kiamat . Barang  siapa  yang  memberikan pakaian di dunia, maka akan  diberikan pakaian pada  hari  tersebut. Barang siapa yang  takut kepada Al-Haq (Azza wa jalla) serta  malu  kepada­Nya di  dunia,  maka  ia aman  pada  hari  kiamat  kelak.   Barang siapa  yang mengasihi di  dunia,  maka  Dia  akan  mengasihi nya pada hari kiamat.

Dalam  bulan  Ramadhan, ada  Lailatul   Qadar. Malam   tersebut  merupakan  malam  paling    agung  dalam    satu   tahun yang  memiliki   tanda-tanda bagi  orang-orang yang  shalih.   Diantara para hamba Allah Swt. , ada yang  dibukakan pandangan mereka, sehingga  mereka bisa melihat cahaya  Ilahi yang  berada di tangan para malaikat, serta dapat menyaksikan cahaya wajah mereka dan pintu pintu langit. Sebab pada malam itu, Dia menampakan diri-Nya kepada penduduk bumi.

Wahai kaum, jangan sampai cita cita kalian berada dalam makanan kalian, karena hal itu merupakan cita cita yang rendah. Kalian diuji dengan makanan dan minuman, serta sudah dicukupkan dalam masalah rezeki. Maka janganlah menuduh Allah Swt. dengan keburukan. Maha Suci Dzat Yang Maha  Berdiri,   tidak  makan dan  minum, memberi rezeki  dan tidak  diberi  rezeki, memberi makan dan  tidak  diberi  makanan, Maha  Berdiri  yang  tidak  memiliki kerongkongan, serta  tidak makan, minum, dan  tidur.  

Kelobaan kalian  bertambah, namun wara' serta amanah kalian  sedikit  sekali. Celakalah  kamu dunia  ini  hanyalah  sesaat,   maka  isilah dengan  ketaatan.  Wahai    anakku,  wara'-lah    dalam    semua keadaanmu,  baik  untuk  urusan   dunia   maupun  akhirat. Jika sudah  demikian,          kamu   akan beruntung. Apabila       kamu wara'  maka  kamu  tidak  akan  celaka,  karena  Allah  Swt.  ridha kepadamu.

Sebagian orang orang shalih yang telah meninggal dunia pernah ditemui dalam sebuah mimpi. Mereka ditanya “ Apa yang Allah Swt. lakukan terhadapmu ?”
ia menjawab, “Dia mengampuniku”
lalu ia ditanya lagi “Kenapa?”  
Ia menjawab, “Pada suatu hari, aku berwudhu di kamar mandi dan melangkah menuju masjid, Tatkala sudah mendekati masjid, aku melihat di kakiku ada bagian yang tidak tersentuh air sebesar satu dirham. Kemudian aku kembali lagi dan membasuh bagian itu. Dia berfirman kepadaku “Aku sudah mengampunimu karena penghormatanmu terhadap Syariat-Ku”

Di manakah posisi kalian di antara kaum yang lambung mereka jauh dari tempat tidur dan tidak bisa tidur. Bagaimana mereka akan tidur, sementara ketakutan membuat mereka resah, rasa kantuk menghilang dari mata mereka, dan kedekatan kepada Allah Swt. yang mereka dapatkan dalam qiyam al-lail telah memaksa mereka. Mereka tidak tidur, kecuali jika kelelahan dalam sujud mereka, Maha suci Dzat yang memberikan mereka tidur seperti itu, sehingga tubuh mereka bisa istirahat. Dengan kondisi yang demikian, lambung mereka berusaha diangkat dari tempat tidur dan tidak bisa menempel di atasnya, terkadang karena  takut:, berharap, malu,  dan  merindu. Alangkah sedikitnya rasa takut kalian  kepada-Nya.
  
Apabila Rasulullah Saw. mengerjakan shalat, maka beliau mendengar suara gemuruh di Dadanya, layaknya gemuruh kuali. Jika Nabi Ibrahim As mngerjakan shalat maka gemuruh  dadanya  terdengar dari jarak satu mil, yaitu sepertiga farsakh. Mereka merasa takut, padahal mereka termasuk golongan para shiddiq, Khalil, pencinta dan penyambut dakwah.
Aku melihat kalian berputar-putar di tengah saja, keluar dari jamaah. Rasa senang kalian dalam ketaatan kepada-Nya sedikit, rasa jauh kalian dari ketaatan itu banyak, kalian merasa cukup dengan sedikit kebaikan, dan banyaknya dunia yang kalian apitkan tidak membuat kalian kenyang. Ini bukanlah amalan seseorang yang mengetahui bahwa ia akan mati dan bertemu Tuhannya, kemudian amalan-amalannya akan diperlihatkan kepadanya pada hari kiamat. Ini bukanlah amalan seseorang yang takut dengan muhasabah dan munaqasyah. Ini bukanlah amalan seseorang yang ingin masuk ke dalam kuburnya, yang tidak mengetahui apakah lubang itu berupa neraka ataukah faman surga.
Kaum tersebut berpuasa dan mengerjakan qiyam al-lail. Jika lelah, mereka menjatuhkan diri ke tanah, kemudian istirahat. Lambung mereka jauh dari tempat tidur, kemudian mereka duduk dan kembali melakukan amalan yang mereka lakukan sebelumnya, yaitu berdoa kepada Tuhan mereka dalam keadaan takut dan berharap; takut ditolak dan berharap diterima. Mereka berkata, "Wahai Tuhan, kami mengerjakan amalan yang benar dan sempurna dengan ikhlas, serta jauh dari pandangan nafsu dan rasa ujub." Mereka takut amalan yang mereka kerjakan ditolak. Kemudian, mereka berharap amalan tersebut diterima, karena mereka mengetahui bahwa Dia Maha Mulia, menerima yang sedikit, memberi yang banyak, menerima yang hina dan rendah, serta memberikan yang baik. Dia menerima barang yang bercampur-aduk dan menyempurnakan takaran.
Rasa takut adalah 'azimah (lawan rukhshah/keringanan), dan harapan adalah rukhshah. Kaum itu berada di antara rasa takut dan berharap. Terkadang, mereka berada dalam keadaan seperti ini dan kadang pula dalam keadaan seperti itu terkadang bersama yang zhahir dan kadang pula bersama yang batin, terkadang bersama kejernihan dan kadang pula bersama kekeruhan, terkadang mulia dan kadang pula menjadi hina, terkadang memberi dan kadang pula tidak memberi. Mereka tetap berada dalam keadaan seperti itu, sampai datang satu waktu dan hati mereka sampai kepada Al-Khaliq 'Azza waJalla. Ketika itu, tidak ada satu keringanan pun yang tersisa pada diri mereka, begitu juga dengan kekeruhan, yang ada hanyalah 'azimah serta kejernihan yang sempurna.
Harta membuatmu lelah untuk sampai ke pintu Allah Swt. Keluarga mengantarkanmu ke kuburan, dan mereka kembali lagi. Sedangkan, amalanmu akan menemanimu dan masuk bersamamu ke dalam kubur serta tidak meninggalkanmu Wahai orang-orang yang lalai, kurangilah teman yang akan meninggalkan kalian, perbanyaklah sesuatu yang akan menemani dan tidak meninggalkan kalian. Perbanyaklah amal shalih Berpuasalah dan ikhlaslah dalam puasa kalian. Shalatlah dan ikhlaslah dalam shalat kalian. Berhajilah dan ikhlaslah dalam haji kalian. Berzakatlah dan ikhlaslah dalam zakat kalian. Ingat lah Tuhan kalian dan ikhlaslah dalam berdzikir mengingat Nya. Layanilah orang-orang yang shalih serta mendekatlah kepada mereka. Ikhlaslah dalam melayani mereka. Sibuklah dengan aib diri kalian sendiri, dan berpalinglah dari aib selain kalian. Perintahkanlah kebaikan serta jauhilah kemungkaran Janganlah menyebarkan aib manusia dan janganlah pula merobek tabir pelindung mereka. Sibuklah dengan diri kalian sendiri dan jangan sibuk dengan selain kalian. Janganlah terlalu banyak membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kalian, karena Rasulullah Saw. bersabda:
"Di antara baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berarti baginya”
Aib-aibmu perlu kamu perhatikan, dan aib-aib selainmu tidak perlu kamu perhatikan. Taatlah dan jangan bermaksiat. Bertauhidlah serta jangan mempersekutukan Allah Swt. Jika kamu berpegang dengan makhluk dan segala perantara maka itu adalah kesyirikan.
Celakalah dirimu, kamu telah gila. Kemurkaan dan berpaling tidak akan memberikanmu apa pun, bahkan akan menghilangkan segala sesuatu dari dirimu. Kemarahanmu tidak akan memajukan apa pun, serta tidak pula memundurkannya. Ada dan hilangnya ujian berada pada kekuasaan Allah Swt. Dia-lah yang menurunkan penyakit dan obat; menciptakan penyakit dan obatnya. Jika Dia mengujimu maka itu hanya untuk mengenal dirimu sendiri serta memperlihatkan ayat-ayat-Nya dan kemampuan-Nya kepada dalam menurunkan serta menghapus ujian. Semua ujian merupakan jalan untuk mengenalkan dan mengetuk pintu-Nya, mengumpulkan antara Hati dengan-Nya, serta meninggikan posisi/Kedudukanmu. Janganlah kalian membenci ujian, karena ada berbagai kebaikan dalam sesuatu yang kalian benci. Janganlah bertanya kenapa dan bagaimana. Bila kalian bersabar menghadapi segala ujian maka kalian dibersihkan dari segala dosa, baik zhahir maupun batin. Rasulullah Saw. bersabda:
"Musibah itu akan terus menimpa seorang mukmin, sampai ia berjalan di muka bumi dan tidak ada satu dosa pun yang dipikulnya.”
Kesalahan-kesalahan seorang mukmin yang mendapatkan ujian akan diangkat dari lembaran-lembaran amalnya dan para malaikat juga melupakannya. Sebagian orang-orang yang shalih berkata, "Tuhanku, sekalian manusia mencintai-Mu karena nikmat-Mu, dan aku mencintai-Mu karena ujian-Mu."
Celakalah dirimu, jika kamu tidak ridha dengan qadha Allah Swt. maka janganlah memakan rezeki-Nya, carilah Tuhan selain-Nya. Dia berfirman:
"Wahai anak Adam, jika kamu tidak ridha dengan qadha-Ku serta tidak sabar menghadapi ujian-Ku, maka carilah Tuhan selain-Ku."
Bersabarlah bersama Tuhan kalian, karena kalian tidak memiliki Tuhan selain-Nya, dan tidak ada selain-Nya Tuhan kedua, tidak ada Tuhan selain-Nya, tidak ada pencipta selain-Nya, dan tidak ada pemberi rezeki selain-Nya. Bersabarlah bersama Dzat Yang Maha Esa dalam keinginan-Nya.
Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang tenang, ridha, mendapatkan taufiq, muslim dan menyerahkan diri. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat, sertu jagalah kami dari azab neraka.