Saturday, April 19, 2014

6. AS SALAM (Dzat Yang Maha Menyelamatkan)


Allah Ta'ala sangat menyayangi semua hamba-hambaNya dan sangat menginginkan semua hamba-hambaNya bisa selamat didunia dan diakhirat. Oleh sebab itu Allah Ta'ala senantiasa menyelamatkan hamba-hambaNya baik secara fisik maupun secara akidah.

Dari segi fisik, setiap saat kita berada dalam penyelamatan Allah Ta'ala. Sebagai buktinya kita bisa selamat berada didalam rumah. Padahal jika Allah Ta"ala berkehendak merobohkan rumah tersebut, maka hal itu sangat mudah sekali. Kita bisa selamat dalam perjalanan. Padahal jika Allah Ta'ala berkehendak membuat kita kecelakaan, juga sangat mudah sekali. Begitupun juga dengan hal-hal yang lain. Akan tetapi semua itu tidak pernah kita sadari dan syukuri. Padahal seharusnya kita merasa malu apabila melakukan kefasikan atau kedurhakaan. Karena setiap saat kita diselamatkan Allah Ta'ala. tetapi kenapa kita balas penyelamatan Allah Ta'ala dengan kedurhakaan?

Allah Ta'ala juga menyelamatkan dari segi akidah. Sebagai contohnya Allah Ta'ala mencabut harta seseorang. Jika dipahami berdasarkan kehidupan dunia, maka seolah-olah Allah Ta'ala itu dzoliin. Akan tetapi jika dipahami dengan kehidupan akhirat, maka sesungguhnya Allah Ta'ala sangat sayang kepadanya. Karena ternyata dengan hartanya tersebut membuat dia semakin jauh dari Allah Ta'ala dan sering melakukan kedurhakaan kepada Allah Ta'ala. Dan ternvata harta-hartanya tersebut adalah harta yang diperoleh dengan cara yang haram. Sehingga dengan tercabutnya harta tersebut menjadikan hisabnya ringan diakhirat kelak.

Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita mencari harta dengan jalan yang dilarang oleh Allah Ta'ala. Karena harta yang haram tidak ada guna sama sekali. Jika kita makan akan menumbuhkan daging yang haram yang akan memasukkan kita kedalam neraka, jika kita buang mubadzir (sia-sia) dan jika kita berikan kepada orang lain menjadi syafa'at buruk.

Didalam menjalani hidup ini terkadang Allah memberikan penyakit, musibah dan kesulitan-kesulitan. Semua itu Allah Ta'ala lakukan adalah untuk menyelamatkan keimanan hambaNya. Apabila kita bersabar dengan penyakit, musibah atau kesulitan-kesulitan tersebut, maka Allah Ta'ala akan mengampuni dosa-dosa kita.
Akan tetapi tidaklah mungkin kita bisa bersabar jika tidak faham dengan tujuan Allah memberikan semua itu. Sehingga kita selalu berburuk sangka kepadaNya dan menganggap Allah Ta'ala itu dzolim.

Allah telah menurunkan kitab-kitabNya sebagai aturan hidup, menurunkan Rasul-rasulNya sebagai suri tauladan dan membisikkan ilham ketaqwan untuk menyelamatkan kita nanti diakhirat. Karena Dia ingin semua hambaNya masuk syurga dan tidak ingin menyiksa hambaNya dineraka. Oleh sebab itu dengan segala cara Allah Ta'ala lakukan guna untuk menyelamatkan hamba-hambaNya. Akan tetapi manusia itu sendiri yang tidak ingin selamat, sehingga mereka selalu berpegang kepada tradisi dan pendapat orang banyak. Padahal pendapat orang banyak justru akan menyesatkan kita dari jalan Allah Ta'ala. Sesuai surat Al An'aam (6) ayat : 116
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”

Seharusnya terserah semua orang yang ada dimuka bumi ini mengatakan kita salah, yang penting dimata Allah kita benar. Karena kebenaran menurut pendapat manusia tidak bisa menyelamatkan kita diakhirat. Sebagai contohnya apabila ingin masuk kerja harus menyuap. Menurut pendapat manusia adalah benar tetapi menurut pendapat Allah adalah salah.

Oleh sebab itu marilah kita fahami perasaan Allah. Begitu kecewanya Dia yang ingin menyelamatkan hamba-hambaNya tetapi sang hamba tidak mau. Padahal Allah sangat sayang kepada kita melebihi sayangnya orang tua, suami, atau isteri. Maka dari itu apabila kita nanti termasuk orang yang tidak selamat, jangan sekali menyalahkan orang lain, syetan, nafsu, keadaan dan lain sebagainya. Tetapi salahkanlah diri kita sendiri. Karena Allah telah memberikan segalanya kepada kita agar bisa selamat, tetapi kita sendiri yang tidak mau selamat.
Ibaratnya kita sangat menginginkan agar orang yang kita sayangi menjadi orang yang baik dan selamat. Akan tetapi dia tidak mau, justru melakukan sesuatu yang kita benci. Tentunya perasaan kita sangat sakit. Begitupun juga Allah Ta'ala. Dia sangat menginginkan kita selamat, tetapi kita justru menyekutukan Dia, mendurhakai Dia dan tidak mau mematuhi peraturan-peraturanNya.

Oleh gebab itu sambutlah dengan hati yang bersyukur semua bentuk penyelamatan Allah Ta'ala yang diberikan kepada kita, agar kita bisa selamat diakhirat nanti.

Memang Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Menyelamatkan. Akan tetapi sebagai seorang hamba, kita harus selalu memohon agar diselamatkan akidah kita. Sebagai contohnya kita berjalan mengendarai mobil. Mungkin fisik kita bisa selamat sampai tujuan, tetapi akidah kita belum tentu selamat. Bisa saja kita sombong, riya' dan lain sebagainva. Oleh sebab itu selalulah memohon untuk keselamatan akidah.
Apabila Allah menginginkan suatu kebaikan (keselamatan) bagi hambaNya, bisa saja Allah Ta'ala sempitkan rizkinya, disusahkan segala urusannya, disakitkan badannya, dan disulitkan dalam sakaratul maut. Sehingga pada saat sang hamba menghadap kepada-Nya, tidak ada lagi keburukannya, karena sudah dibalas semua didunia dan yang tersisa hanya kebaikannya saja.

Begitupun juga sebaliknya apabila Allah Ta'ala menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, yang disebabkan karena keingkaran dan kedurhakaannya, maka Allah Ta'ala akan melapangkan rizkinya. memudahkan segala urusannya, disehatkan badannya, dan dimudahkan didalam sakaratul maut. Sehingga pada saat dia menghadap Allah Ta'ala nanti diakhirat, tidak ada lagi kebaikannya. Karena semuanya telah dibalas didunia, sehingga yang tersisa adalah dosa-dosanya yang akan dibalas didalam neraka.

Sisi Tafakkurnya
Pada awalnya kita seringkali berprasangka buruk, ternyata dikemudian hari baru kita sadari bahwa yang demikian itu adalah penyelamatan dari Allah. "Seberapa banyak hal ini terjadi dalam hidup kita?". Oleh sebab itu apapun yang terjadi pada diri kita, hendaknya kita selalu berbaik sangka kepada Allah Ta'ala. Karena semua itu adalah bentuk penyelamatan dari-Nya.

Contoh Do'a Dari Sisi Keimanan
Ya Allah, berikanlah kepada kami keselamatan tubuh dan keselamatan akidah kami.

Sikap Orang Beriman
Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa hanya Allah Ta'ala yang bisa menyelamatkan, baik secara fisik maupun secara akidah. Dan dia juga yakin bahwa setiap saat dirinya dalam penyelamatan Allah Ta'ala.

Sikap Orang Bertaqwa
Orang-orang yang bertaqwa akan memanfaatkan penyelamatan Allah Ta'ala untuk menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Dan dia sangat malu apabila membalas penyelamatan Allah Ta'ala dengan melakukan kedurhakaan kepada-Nya.

Ini dari segi fisik.
Sebagai contohnya kita diselamatkan oleh Allah Ta'ala didalam suatu perjalanan akan menuju kesuatu tempat. Seharusnya setelah diselamatkan oleh Allah Ta'ala, kita balas penyelamatan tersebut dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan sampai setelah diselamatkan oleh Allah Ta'ala justru kita balas dengan keingkaran, kedurhakaan dan perbuatan maksiat.

Dan orang-orang yang bertaqwa juga akan menerima apapun yang Allah Ta'ala berikan kepadanya, berupa kesusahan atau kemudhoratan. Karena dia yakin bahwa apapun vang Allah Ta'ala berikan adalah untuk menyelamatkan dirinya diakhirat kelak.

Ini dari segi akidah.
Sebagai contohnya Allah Ta'ala mengambil hartanya. Karena dengan hartanya tersebut membuat dia sombong dan semakin jauh dari Allah Ta'ala. Contoh yang lain Allah Ta'ala menyakitkan kedua matanya, karena matanya sering dipakai untuk melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah Ta'ala. Hal ini secara fisik tidak selamat, akan tetapi secara akidah dia selamat.

Contoh Do'a Dari Sisi Ketaqwuan
Ya Allah, tolonglah kami agar dapat memanfaatkan keselamatan yang Engkau berikan kepada kami untuk melaksanakan ketakwaan kepada-Mu.

Sikap Orang Bertawakkal : Orang-orang yang bertawakkal akan menyerahkan keselamatan fisik dan akidahnya hanya kepada Allah Ta'ala. Yang penting dia berusaha memanfaatkan penyelamatan yang telah Allah Ta'ala berikan untuk melakukan ketaqwaan kepada-Nya.
Sikap Orang Mukhlis        : Dia akan menerima dengan ikhlas apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya. Apakah Allah Ta'ala akan membuat fisiknya sakit, atau mengambil hartanya yang tidak baik, semuanya dia terima dengan ikhlas yang penting akidahnva bisa selamat.

Apabila Allah Ta'ala menyelamatkan fisiknya, maka keselamatan itu akan dia manfaatkan untuk menyelamatkan akidahnya. Dan apabila Allah Ta'ala menyelamatkan akidahnya, walaupun pada dasarnya fisiknya tidak selamat, maka dia terima dengan ikhlas.

Bahkan dia akan berdo'a agar diambil hartanya, apabila hartanya tersebut membuat dia sombong dan semakin jauh dari Allah Ta'ala. Dia akan memohon agar disakitkan badannya, apabila dengan badannya yang sehat membuatnya berdurhaka kepada Allah Ta'ala.

Didalam hidup ini jangan sampai akidah kita tidak selamat gara- gara isteri (wanita), gara-gara suami (laki-laki), gara-gara anak, gara-gara harta, gara-gara pekerjaan dan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini.

Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ As Salam
Apabila ia telah menjadi kholifah, maka apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya baik balak atau nikmat, ia selalu merasakan dan meyakini bahwa inilah bentuk penyelamatan dari Allah Ta'ala. sehingga ia bisa menjalani kondisi tersebut dengan sabar.

Dan terhadap sesama manusia, ia selalu berusaha untuk menyelamatkan orang lain, baik dari segi fisik maupun dari segi akidah. Dari segi fisik ia akan membantu orang-orang yang terdzolimi. sedangkan dari segi akidah ia berusaha untuk menyampaikan peringatan-peringatan agar manusia kembali kejalan yang lurus.

Contoh do'a bagi orang-orang yang ingin meneladani Asma* As Salam
Ya Allah, jadikanlah kami sebagai perantara-perantaraMu didalam menyelamatkan manusia, baik dari segi fisiknya maupun dari segi akidahnya.