Monday, April 14, 2014

5. AL QUDDUS (Dzat Yang Maha Suci)


Allah Ta'ala adalah Tuhan yang Maha Suci baik Dzat. Sifat maupun PerbuatanNya  dari perbuatan yang tercela. Tidak ada sedikitpun dari sifat dan perbuatan Allah Ta'ala yang mendzolimi hamba-hambaNya. Akan tetapi hambaNya sendirilah yang mendzolimi dirinya sendiri.

Sekali lagi kita harus ingat bahwa pemahaman Asma'ul Husna ini adalah untuk kehidupan akhirat bukan untuk kehidupan dunia. Sebagai contohnya Allah Ta'ala memberi kita sakit. Jika kita pahami sesuai dengan kehidupan dunia, maka seolah-olah Allah Ta'ala itu dzolim. Padahal Allah Ta'ala itu adalah Dzat Yang Maha Suci.

Akan tetapi jika kita pahami sesuai dengan kehidupan akhirat, maka tujuan Allah Ta'ala memberikan penyakit adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Karena dengan penyakit tersebut Allah Ta'ala berkehendak untuk mengampuni dosa hambaNya dengan syarat ketika diberi sakit, dia ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Rasulullah SAW bersabda : "Demam sehari semalam bisa menghapus dosa satu tahun."
Oleh sebab itu apabila manusia sampai berburuk sangka kepada Allah Ta'ala, maka dia betul-betul sebagai manusia yang tidak tahu diri. Karena apapun yang kita terima sekarang ini baik nikmat atau balak adalah akibat dari perbuatan kita dimasa lalu. Maka dari itu jangan sekali-kali kita berburuk sangka kepada Allah Ta'ala.

Didalam salah satu Hadits Qudsi Allah Ta'ala berfirman : “Barang siapa yang tidak ridho dengan taqdir yang telah Aku tetapkan, maka pergilah dari bumi-Ku dan carilah tuhan selain Aku”

Akan tetapi dalam kehidupan ini banyak sekali orang-orang yang tidak ridho dengan taqdir yang telah Allah Ta'ala tetapkan. Padahal apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepada hamba-hambaNva adalah pasti yang terbaik untuk keselamatan akhiratnya.

Hidup akan terasa nikmat jika kita selalu terima dengan ketentuan Allah Ta'ala. Akan tetapi jika kita tidak menerima ketentuan Allah Ta'ala maka kita akan merasakan kegelisahan dalam hidup. Oleh sebab itu seharusnya dalam mensikapi ketentuan Allah Ta'ala kita harus selalu mengatakan : “Inilah yang terbaik untuk-ku” walaupun pada dasarnya, kita menerima sesuatu yang sangat pahit dan menyakitkan.

Allah Ta'ala telah melakukan segala-galanya untuk menyelamatkan hamba-hambaNya agar bisa masuk syurga. Akan tetapi sang hamba justru menyekutukanNya dan mendurhakaiNya.

Apapun yang dilakukan (diberikan) oleh Allah Ta'ala adalah pasti yang terbaik. Walaupun terkadang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita. Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita berburuk sangka kepadaNya. Karena Allah Ta'ala tidak pernah mendzolimi hamba- hambaNya walau sedikitpun.

Seseorang yang sudah bisa memahami dan merasakan Al QuddusNya Allah, maka dia akan selalu berbaik sangka kepadaNya walaupun yang dia terima terkadang tidak menyenangkan. Misalnya dia mendapat penyakit, dia faham dengan penyakitnya tersebut semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.
Jadi janganlah sekali-kali berburuk sangka kepada Allah Ta'ala, karena apapun yang Dia berikan adalah untuk menyelamatkan hamba-hambaNya. Karena Dia adalah Dzat Yang Maha Suci dari cacat dan cela. Baik Dzat, Sifat, dan PerbuatanNya. Oleh sebab itu sedikitpun Dia tidak pernah dzolim kepada hamba-hambaNya.
Sesuai surat Yunus (10) ayat : 44
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.”

Allah Ta'ala adalah satu-satuNya Tuhan yang paling baik. Akan tetapi kenapa kita masih berburuk sangka kepadaNya? Dan masih mencari tuhan-tuhan yang lain? Padahal Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hambaNya. Seperti contohnya Allah Ta'ala memberikan kemiskinan adalah untuk menyelamatkan hambaNya tersebut nanti diakhirat. Karena dia tidak perlu mempertanggung jawabkan hartanya.

Oleh sebab itu apabila kita tidak ikhlas dengan apapun yang Allah berikan, berarti kita belum yakin dengan Al QuddusNya Allah. Sebagai tandanya dalam mensikapi ketentuan-ketentuan (pemberian) Allah sering kecewa dan berkeluh kesah. Bahkan dalam hidup ini kita sering berburuk sangka kepadaNya. Kita berfikir sudah sholat, zakat, puasa dan lain sebagainya tetapi kenapa Allah tidak memberi rizki yang banyak?

Sisi Tafakkurnya
Seberapa banyak kita berbaik sangka kepada Allah Ta'ala atas segala sesuatu yang telah diberikanNya kepada kita? Dan seberapa banyak yang kita berburuk sangka kepada-Nya?

Contoh Do'a Dari Sisi Keimanan
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang selalu ridho atas semua ketentuan yang telah Engkau tetapkan bagi kami.

Sikap Orang Beriman
Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa Allah Ta'ala Maha Suci dan apapun yang Dia berikan pasti yang terbaik, sehingga apapun pemberian Allah Ta'ala baik balak atau nikmat tidak membuatnya berburuk sangka kepada Allah Ta'ala walau sedikitpun.

Sikap Orang Bertaqwa
Orang-orang yang bertaqwa akan membuktikan keyakinannya tersebut didalam kehidupannya. Yaitu apabila menerima sesuatu, baik balak atau nikmat dia yakin bahwa inilah yang terbaik. Karena sedikitpun Allah Ta'ala tidak pernah dzolim kepada hamba-Nya. Sampai-sampai orang-orang kafir-pun apabila melakukan kebaikan akan dibayar didunia, tetapi diakhirat tidak mendapat apa-apa.

Contoh Do'a Dari Sisi Ketaqwaan
Ya Allah, tolonglah kami agar dapat bersabar atas ketentuan musibah yang Engkau berikan kepada kami, dan agar kami dapat bersyukur atas kenikmatan yang Engkau berikan kepada kami.

Sikap Orang Bertawakkal
Orang-orang yang bertawakkal menyerahkan segala keputusan kepada Allah Ta'ala, sehingga hatinya tidak pernah sedih dan gelisah. Dia akan menerima apapun yang diinginkan oleh Allah Ta'ala terhadap dirinya dan dia tidak punya keinginan kecuali apa yang diinginkan oleh Allah Ta'ala.
Apabila kita ridho kepada Allah Ta'ala, maka Allah-pun akan ridho kepada kita. Dan hidup dalam keridhoan Allah Ta'ala sungguh sangat menyenangkan, karena tidak ada rasa khawatir dan bersedih hati. Dan apabila Allah Ta'ala telah ridho kepadanya, maka Allah-pun ridho memasukkannya kedalam syurga.

Oleb sebab itu hendaknya didalani hidup ini kita selalu berusaha membuat Allah Ta'ala ridho. Jangan sampai membuat Allah Ta'ala murka. Sedangkan bagaimana caranya membuat Allah Ta'ala ridho? Yaitu beriman kepada-Nya dengan sebenar-benar iman, bertaqwa, bertawakkal dan ikhlas menerima apapun yang diinginkan Allah Ta'ala. Akan tetapi tidaklah mungkin kita bisa melakukan semua itu jika kita belum mengenal Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya.

Sikap Orang Mukhlis
Dia akan menerima dengan ikhlas ketentuan apapun dari Allah Ta'ala. Karena apapun yang ditentukan oleh Allah Ta'ala adalah pasti yang terbaik.

Orang-orang yang tidak bisa bertawakkal kepada Allah Ta'ala, maka hidupnya akan selalu gelisah dan selalu merasa khawatir. Dan apabila dia tidak bisa bertawakkal, maka dia-pun tidak akan bisa ikhlas. Sedangkan yang dinamakan ikhlas adalah ridho menerima apapun dari Allah Ta'ala, sehingga Allah-pun akan ridho kepadanya.

Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma' Al Quddus
Apabila ia telah menjadi kholifah, ia akan merasakan bahwa apapun yang Allah Ta'ala berikan kepadanya pasti yang terbaik dan pasti ada hikmah dibelakangnya, sehingga ia tidak pernah berburuk sangka kepada Allah Ta'ala. Kemudian terhadap sesama manusia, ia akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya.

Contoh do’a  bagi orang-orang yang ingin meneladani Asma' Al Quddus
Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan yang telah Engkau tetapkan bagi hamba-hambaMu. Agar mereka dapat melihat bahwasannya ketentuan-Mu itu adalah yang terbaik bagi mereka.