Monday, March 31, 2014

Maqolah 16


(Dikatakan, karena syahwat maka seorang raja berubah menjadi hamba sahaya/budak) karena sesungguhnya barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia akan menjadi hamba dari sesuatu yang dicintainya. (dan sabar akan membuat seorang hamba sahaya berubah menjadi seorang raja) karena seorang hamba dengan kesabarannya akan memperoleh apa yang ia inginkan. (apakah belum kita ketahui kisah seorang hamba yang mulia putra seorang yang mulia, putera seorang yang mulia Sayyidina Yusuf AS Ash-Shiddiq, putera Ya’qub yang penyabar, putera Ishaq yang penyayang, putera Ibrahim Al-Khalil AS dengan Zulaikha. Sesungguhnya ia zulaikha sangat cinta kepada Sayyidina Yusuf AS dan Sayyidina Yusuf bersabar dengan tipu dayanya.

Nashoihul Ibad - Al Alim Alamah Syaikhina Nawawi Al Bantany.


Tuesday, March 11, 2014

Maqolah 15


Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Menafsiri firman Allah Ta’ala, 

“Sungguh telah nyatalah kerusakan baik di daratan maupun di lautan", maka beliau memberikan tafsirannya (Yang dimaksud Al-Barr/daratan adalah lisan.)

Sedangkan yang dimaksud Al-Bahr / lautan adalah hati). Apabila lisan telah rusak dikarenakan mengumpat misalnya, maka akan menangislah diri seseorang / anak cucu adam.

Akan tetapi apabila hati yang rusak disebabkan karena riya’ misalnya, maka akan menangislah malaikat. Dan diperumpamakan hati/qalb dengan lautan adalah dikarenakan sangat dalamnya hati itu.


Nashoihul Ibad - Al Alim Alamah Syaikhina Nawawi Al Bantany.

Maqolah 14


(diriwayatkan dari sebagian hukama’) yaitu orang yang ahli mengobati jiwa manusia, dan mereka itulah para wali Allah. 

(Barang siapa yang menganggap ada pelindung yang lebih utama dari Allah maka sangat sedikitlah ma’rifatnya kepada Allah) Maknanya adalah barang siapa yang menganggap ada penolong yang lebih dekat daripada pertolongan Allah, maka maka sesungguhnya dia belum mengenal Allah. (Dan barang siapa yang menganggap ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsunya sendiri, maka sedikitlah ma’rifatnya/pengetahuannya tentang nafsunya) Artinya adalah barang siapa yang berperasangka ada musuh yang lebih kuat dari pada hawa nafsunya yang selalu mengajak kepada kejahatan, maka sedikitlah ma’rifatnya/pengetahuannya akan hawa nafsunya sendiri.

Nashoihul Ibad - Al Alim Alamah Syaikhina Nawawi Al Bantany.