Thursday, January 30, 2014

Maqolah 12


Dari Nabi SAW : (Tidaklah termasuk dosa kecil apabila dilakukan secara terus menerus) karena dengan dilakukan secara terus menerus, maka akan menjadi besarlah ia. (Dan tidaklah termasuk dosa besar apabila disertai dengan taubat dan istighfar) Yaitu taubat dengan syarat-syaratnya. Karena sesungguhnya taubat dapat menghapus bekas-bekas dosa yang dilakukan meskipun yang dilakukan tersebut dosa besar. Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-dailamy dari Ibni Abbas RA.


Nashoihul Ibad - Al Alim Alamah Syaikhina Nawawi Al Bantany.

Maqolah 11 Maqolah ke sebelas

Dari sebagian ahli hikmah / Aulia’ (Janganlah kamu menyepelekan dosa yang kecil) karena dengan selalu menjalankannya maka lama kelamaan akan tumbuhlah ia menjadi dosa besar. Bahkan terkadang murka Tuhan itu ada pada dosa yang kecil-kecil.


Nashoihul Ibad - Al Alim Alamah Syaikhina Nawawi Al Bantany.

Saturday, January 25, 2014

Maqolah 10



Dari sebagian ahli zuhud yaitu mereka yang menghinakan kenikmatan dunia dan tidak peduli dengan nya akan tetapi mereka mengambil dunia sekedar dharurah/darurat sesuai kebutuhan minimumnya. 

(Barang siapa yang melakukan perbuatan dosa dengan tertawa bangga, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis- karena seharusnya ia menyesal dan memohon ampunan kepada Allah bukannya berbangga hati. 

Dan barang siapa yang ta’at kepada Allah dengan menangis - karena malu kepada Allah dan Takut kepadaNya karena merasa banyak kekurangan dalam hal ta’at kepaadNya Maka Allah akan memasukkanNya ke dalam surga dalam keadaan tertawa gembira. ) dengan sebenar-benar gembira karena mendapatkan apa yang menjadi tujuannya selama ini yaitu ampunan dari Allah.

Nashoihul Ibad - Al Alim Alamah Syaikhina Nawawi Al Bantany.

Maqolah 9



Diriwayatkan dari Sufyan Atsauri, beliau adalah guru dari Imam Malik RA. ( Setiap ma’siyat yang timbul dari dorongan syahwat yaitu keinginan yang teramat sangat akan sesuatu maka dapat diharapkan akan mendapat ampunanNya. 

Dan setiap ma’siyat yang timbul dari takabur atau sombong yaitu mendakwakan diri lebih utama atau mulia dari yang lain , maka maksiyat yang demikian ini tidak dapat diharapkan akan mendapat ampunan dari Allah). Karena maksiyat iblis berasal dari ketakaburannya yang tidak mau hormat kepada Nabi Adam AS atas perintah Allah dimana ia menganggap dirinya lebih mula dari Nabi Adam AS yang diciptakan dari tanah sedangkan ia/iblis diciptakan dari api. 

Dan sesungguhnya kesalahan Nabi Adam AS adalah karena keinginannya yang teramat sangat untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk memakannya.

Saturday, January 18, 2014

Pembuatan Media Kultur Jamur Tiram Putih

Untuk menumbuhkan kultur jamur tiram murni ada beberapa jenis media yang bisa digunakan seperti Media Malt Agar (MA), Potatoes Dextrose Agar (PDA) dan Tauge Dextrose Agar.

Media yang umum dipakai / digunakan adalah media PDA, berikut cara membuat media PDA :

Bahan :
- 300 - 400 gram kentang (pilih yang sehat dengan kulit mulus)
- 15 - 20 gram Dextrose (bisa diganti dengan gula pasir biasa, gula merah)
- 14 - 20 gram agar agar
- 1 liter air suling (bisa diganti dengan air kemasan spt Aqua atau sejenisnya)

Peralatan :
- Panci
- Pisau
- Saringan
- Timbangan
- Botol Tahan Panas
- Kompor
- Autoklaf / Panci Presto
- Gelas Ukur
- Kapas
- Aluminium foil

Cara Membuat PDA
1. Cuci bersih kentang lebih kurang 300 gram, kupas kulitnya terus dipotong dadu
2. Masukan kentang yang sudah dipotong potong kedalam panci kemudian tambahkan air suling sebanyak 1 liter
3. Rebus kentang hingga air mendidih, tunggu beberapa saat sampai kentang kelihatan melunak dan air rebusan berwarna kekuningan. Setelah air berubah warna matikan kompor, dan saring air rebusan. (bila perlu saring 2 kali untuk memperoleh sari kentang yang jernih)
4. Ukur air hasil saringan air kentang tinggal berapa ml ?
5. Buat air suling untuk memenuhi kekurangan air sari kentang agar menjadi 1 liter kembali, tambahkan Dextrose/ gula dan agar kedalam air aduk hingga rata. setelah itu masukan adonan gula dan agar ke dalam sari kentang. Adonan air kentang + Agar + Dextrose sekarang berjumlah kurang lebih 1 liter kembali. panaskan kembali sambil diaduk sehingga mendidih.
6. Angkat dan tuangkan ke dalam gelas ukur / botol tahan panas, tutup dengan kapas dan lapisi dengan Auluminium foil.
7. Sterilkan botol berisi Media PDA dalam autoklaf bertemperatur 121 tekanan 1.1 Atm selama 45 menit (atau pakai panci presto bila tidak punya autoklaf)
8. Media siap dipindahkan ke petri dish atau tabung reaksi (tabung gepeng dll) atau disimpan di kulkas untuk persediaan




Friday, January 3, 2014

Pembuatan Bibit Jamur


Pembibitan adalah tahapan yang penting dalam budi daya jamur. Hal yang harus diperhatikan dalam membuat bibit jamur adalah kebersihan tempat dan ketelitian kerja. Membuat bibit jamur harus dilakukan di dalam ruangan yang dirancang secara khusus atau laboratorium yang dilengkapi pendingin dan perlengkapan kerja yang memadai. Perlengkapan pembuatan bibit jamur berupa autoklaf, laminer flow cabinet, dan alat pendukung lainnya. 

Berikut tahapan dalam membuat bibit jamur :
1.     Pembuatan media kultur murni.
2.     Pemilihan induk jamur.
3.     Isolasi untuk mendapatkan biakan murni FO (stock culture).
4.     Pembuatan bibit F1 (starter).
5.   Pembuatan bibit F2 (bibit siap tebar)


Keutamaan Shalat Berjamaah

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Shalatnya seseorang lelaki dengan berjamaah itu melebihi shalatnya di pasar atau rumahnya - secara sendirian atau munfarid - dengan duapuluh lebih - tiga sampai sembilan tingkat derajatnya. Yang sedemikian itu ialah kerana apabila seseorang itu berwudhu' dan memperbaguskan cara wudhu'nya, kemudian mendatangi masjid, tidak menghendaki ke masjid itu melainkan hendak bersembahyang, tidak pula ada yang menggerakkan kepergiannya ke masjid itu kecuali hendak shalat, maka tidaklah ia melangkahkan kakinya selangkah kecuali ia dinaikkan tingkatnya sederajat dan kerana itu pula dileburlah satu kesalahan daripadanya - yakni tiap selangkah tadi - sehingga ia masuk masjid.
Apabila ia telah masuk ke dalam masjid, maka ia memperoleh pahala seperti dalam keadaan shalat, selama memang shalat itu yang menyebabkan ia bertahan di dalam masjid tadi, juga para malaikat mendoakan untuk mendapatkan kerahmatan Tuhan pada seseorang dari engkau semua, selama masih berada di tempat yang ia bersembahyang disitu. Para malaikat itu berkata: "Ya Allah, kasihanilah orang ini; wahai Allah, ampunilah ia; ya Allah, terimalah taubatnya." Hal sedemikian ini selama orang tersebut tidak berbuat buruk -yakni berkata-kata  soal  keduniaan,  mengumpat  orang  lain,  memukul dan  lain-lain  -  dan  juga selama ia tidak berhadas - yakni tidak batal wudhu'nya.
Muttafaq 'alaih. Dan yang tersebut di atas adalah menurut lafaznya Imam Muslim.