Wednesday, July 10, 2013

Manfaat 'Uzlah


Tiada yang lebih berguna bagi hati selain 'uzlah. Dengan 'uzlah, hati memasuki lapangan tafakur.

— Ibnu Atha'illah al-Iskandari —

'Uzlah (menyendiri) merupakan cara terbaik bagi seorang murid untuk membersihkan hati dari segala kelalaian dan mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Tafakur itu umpama sebuah lapangan. Di sana, hati berputar-putar seperti seekor kuda yang berpacu di sebuah arena pacuan.

Bila seorang murid terlalu banyak bergaul dengan manusia, pandangan dan hatinya akan tertuju pada keduniaan sehingga yang kemudian tampak jelas di hadapannya hanyalah hal-hal yang bersifat materi dan fana. Tidak demikian jika ia ber'uzlah menjauhi pergaulan dengan manusia, hatinya akan disibukkan dengan hal-hal gaib.

Dalam sebuah khabar disebutkan, "Bertafakur sesaat lebih baik daripada ibadah tujuh puluh tahun."

Ada seseorang yang bertanya kepada Ummu Ad-Darda,' "Amalan apa yang paling diutamakan Abu Darda?"

Ummu Ad-Darda' menjawab, "Tafakur." Dengan bertafakur, seseorang bisa mendalami hakikat, mengagungkan Allah, dan mengutamakan segala hal yang diridhai-Nya. Dengan bertafakur, ia bisa menganggap hina semua hal yang dibenci Allah sehingga terdorong untuk meninggalkannya. Dengan bertafakur, seseorang bisa mengetahui keburukan-keburukan jiwa yang terselubung, kejahatan musuh, dan tipuan dunia. Ia juga bisa mengenali segala muslihat sehingga bisa dengan mudah menghindarinya dan selamat dari bahaya-bahaya yang ditimbulkannya.

Dengan menyendiri dan merenung, seorang murid melatih diri untuk berkhalwat, salah satu dari empat rukun tarekat (tiga rukun lainnya adalah bersikap diam, berlapar-lapar, dan bangun tengah malam). Ini, bagi murid yang menempuh jalan tarekat sendirian.
Adapun bagi murid yang berada di bawah bimbingan guru, tentu ia harus banyak bergaul dengan gurunya, juga dengan saudara- saudara yang turut membantunya dalam menempuh jalan tarekat. Jika ia telah menjadi 'arif, tak masalah baginya untuk bergaul dengan manusia mana pun karena saat itu di matanya hanya Allah yang terlihat. Perlu dicamkan bahwa yang menjadi tujuan utama adalah tafakur, sedangkan 'uzlah (menyendiri) hanya sebagai media atau faktor pendukung.