Monday, March 4, 2013

Syahwat

Jika muncul di dalam benakmu keinginan untuk menikah, sedangkan kamu dalam keadaan fakir dan belum memiliki biaya pernikahan, maka bersabarlah menunggu datangnya kemudahan dari Allah Swt., baik berupa pelenyapan maupun penghilangan hasrat dari dalam dirimu dengan kekuasaan-Nya, sebagaimana saat Dia menciptakan hasrat tersebut di dalam dirimu, sehingga hal itu dapat menolongmu, menjagamu, dan memberimu kekuatan untuk memikul bebannya. Atau, Dia akan mewujudkan keinginanmu itu sebagai anugerah yang bisa kamu nikmati dengan cara mencukupi- mu tanpa memberatkanmu di dunia dan tidak pula melelahkanmu di akhirat kelak.

Lalu, Allah Swt. menjulukimu dengan sebutan orang yang bersabar dan bersyukur, karena kesabaran dan ridhamu dengan menerima pembagian dari-Nya. Dia akan menambahkan perlindungan-Nya dan kekuatan-Nya kepadamu. Jika itu memang bagianmu, maka Dia akan memberikannya kepadamu dengan penuh kecukupan dan kenikmatan, sehingga kesabaran tersebut berubah menjadi rasa syukur. Dia berfirman:

"Dan, (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim [14]:7).

Dan, apabila anugerah itu bukan bagianmu, maka Dia akan mencabutnya dari hatimu, baik kamu suka atau tidak. Oleh karenanya, senantiasalah bersabar, menentang hawa nafsu, menjalankan perintah-Nya, menerima qadha-Nya, serta berharap akan karunia dari-Nya. Allah Swt. berfirman:

"...Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. az-Zumar [39]: 10).

Dikutip dari : Kitab Nasihat dan Wirid Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
------