Friday, March 1, 2013

Pesan untuk Generasi Penerus #1

Salah satunya riwayat yang dikutip dari perkataan para pemuka agama, bahwa mereka mengatakan, "Syekh Abdul Qadir radhiyallahu 'anhu akan berkata begini: Kakiku ini berada di atas pundak seluruh wali Allah." Ulama-ulama yang berkata seperti itu, ada yang sebelum kelahiran Syekh Abdul Qadir sendiri, ada yang mengatakannya beberapa waktu kemudian setelah kelahirannya, ada yang mengatakannya sebelum Syekh Abdul Qadir diangkat jadi wali Allah, dan ada pula yang mengatakannya sebelum bertemu dengan Abdul Qadir. Orang pertama yang mengatakan ucapan seperti itu adalah Syekh Abu Bakar bin Hawar Al-Bathayahi. Beliau membicarakan para wali Allah. Beliau berkata, "Akan muncul di negeri Irak seorang laki- laki dari bangsa Ajami. Dia memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Nama lengkapnya Abdul Qadir. Tempat tinggalnya di Baghdad. Abdul Qadir akan berkata: "Kakiku ini berada di atas pundak dan leher seluruh wali Allah swt."

Syekh Abdullah bin Ali bin Musa berkata, "Pada tahun 464 aku melihat akan ada seorang bayi dari bangsa Ajami yang akan lahir. Dia memiliki kedudukan yang mulia, penuh karamah, dan diterima oleh seluruh manusia. Dia akan berkata: Kakiku ini berada di atas pundak-pundak seluruh wali Allah swt."

Syaikh Tajul Arifin bin Abui Wafa' seperti yang diceritakan oleh Syekh Utsman bin Mansur, berkata, "Syekh Abdul Qadir yang masih remaja berkunjung kepada Tajul Arifin bin Abui Wafa'. Ketika melihat Abdul Qadir, Syekh Tajul Arifin gemetar dan berkata kepada orang-orang yang hadir di sana: 'Berdirilah kalian semua untuk menghormati wali Allah ini.' Setelah beliau berjalan beberapa langkah maka beliau ditanyai arti ucapannya yang diulang-ulang itu. Beliau berkata, 'Untuk menghormati pemuda ini, pada suatu saat nanti, baik orang awam maupun orang khawash akan membutuhkannya. Seakan-akan aku melihat dirinya akan berkata kepada para pemuka dan tokoh- tokoh agama di Baghdad begini: 'Kakiku ini berada di atas pundak dan leher seluruh wali Allah swt'."

Dari Musa bin Syahin Al-Zawawi, ia berkata, "Guru kami Uqail Al-Manbaji ditanyakan soal Wali Qutub. Beliau menjawab: 'Dia sekarang berada di suatu kota, bersembunyi, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali sesama wali. Dia akan muncul di sini'." Musa bin Syahin ini memberi isyarat pada negeri Irak. Di negeri ini akan ada seorang laki-laki berkebangsaan 'Ajam, yang sangat mulia, berkhutbah kepada seluruh orang di kota Baghdad, serta dikenal oleh orang awam maupun orang khawash. Dia adalah Wali Qutub pada masanya. Dia akan berkata: "Kakiku ini berada di atas pundak seluruh wali Allah swt."

Dari Qais bin Yunus, ia berkata, "Kami menghadap Syekh Ali bin Wahab. Beberapa orang miskin berkumpul di sana, beliau bertanya, 'Dari mana kalian?' Mereka menjawab, 'Dari Kailan.' Syekh Ali berkata, 'Pada suatu saat cahaya semesta akan memancar karena kemunculan seorang laki-laki yang bernama Abdul Qadir. Di kota Baghdad, kelak dia akan berkata begini: 'Kakiku ini berada di atas pundak seluruh para wali Allah swt."

Dari Abu Najib As-Suhrawardi, ia berkata, "Aku bersama Syekh Hammad Ad-Dabasi. Aku dengar beliau berkata: 'Laki- laki berkebangsaan 'Ajami ini, kelak kakinya akan berada di atas pundak-pundak para wali Allah swt." Di samping itu, terdapat empat puluh orang Syekh meriwayatkan pernyataan yang sama seperti ini.

Syekh Nuruddin As-Syanthufi berkata, "Ya'qub bin Badar memberi kabar pada kami bahwa Ibnu Mansur di kota Kairo pada tahun 699 berkata begini, 'Aku datang ke kota Baghdad pada tahun621. Aku mau mengunjungi Nashr bin Abdur Razzaq, putra Syekh Abdul Qadir radhiyalldhu anhu. Aku melihat beliau sedang ditanyai tentang perkataan kakeknya yang mengatakan: 'Kakiku ini berada di atas pundak seluruh wali Allah'. Nashr bin Abdur Razzaq menjawab: 'Aku mendengar ayah dan paman-pamanku berkata begini: 'Pada suatu hari kami hadir ke majelis taklim di mana ayah kami mengajar di sana. Di mejelis itu berkumpul lebih lima puluh tokoh agama dari seluruh negeri Irak. Mereka semua membungkukkan pundak dan leher mereka, dan Syekh Ali meletakkan kaki Syekh Abdul QSdir di atas pundaknya."

Dalam kabar yang sampai pada kami tentang tokoh-tokoh agama yang terkenal di seluruh penjuru kota yang tidak sempat hadir ke majelis taklim itu bahwa mereka juga menundukkan pundak mereka. Dan kami belum mendapatkan informasi tentang adanya seseorang yang mengingkari peristiwa ini. Dikutip dari perkataan beberapa tokoh agama bahwa ketika
Syekh Abdul Qadir berkata seperti itu, para malaikat di langit berkata, "Engkau berkata benar!" Dari Abu Sa'id Al-Qailubi, ia mengatakan, bahwasanya ketika Syekh Abdul Qckdir berkata seperti itu, Tuhan menampakkan diri ke dalam hatinya, beberapa malaikat membawa satu pakaian dari Rasulullah saw, pakaian itu dipakaikan untuk Syekh Abdul Qadir dengan disaksikan para wali Allah lainnya, yaitu para wali yang sudah disebutkan di atas, para wali yang jasad mereka belum dilahirkan, disaksikan pula oleh ruh-ruh orang yang sudah meninggal. Sedangkan para malaikat dan Rijdl al-Ghaib melingkari majelis taklimnya. Mereka melayang di atas udara sembari membentuk barisan, sampai-sampai mereka memenuhi kolong langit. Dan tidak ada satu wali Allah pun di muka bumi ini yang tidak menundukkan leher dan pundaknya.