Monday, March 4, 2013

Mengikuti Keadaan Suatu Kaum

Janganlah menyepelekan keadaan suatu kaum, wahai pengikut hawa nafsu. Kamu datang untuk menyembah hawa nafsu, sedangkan mereka adalah hamba Allah Swt. Keinginanmu adalah dunia, sedangkan keinginan mereka adalah akhirat. Kamu hanya melihat dunia, sedangkan mereka melihat Tuhan bumi dan langit. Kamu dekat dengan makhluk, sedangkan mereka dekat dengan Khaliq. Hatimu terkait dengan orang yang ada di bumi, sedangkan hati mereka terkait dengan Tuhan 'Arsy. Kamu tertarik dengan orang yang kamu lihat, sedangkan mereka tidak melihat sesuatu yang kamu lihat, bahkan mereka hanya melihat Pencipta segala sesuatu.

Mereka menang dengan semua ini dan mendapatkan kesuksesan, sedangkan kamu masih tertawan oleh kenikmatan dunia dan segala nafsu. Mereka fana dari makhluk, hawa nafsu, keinginan, dan harapan, maka mereka sampai kepadaal-Malik al-A'la (Penguasa paling tinggi). Mereka berhenti di puncak yang dituju dengan ketaatan, pujian, dan sanjungan. Itu adalah karunia Allah Swt. yang diberikan kepada siapa pun yang diinginkan-Nya. Mereka senantiasa mendapatkan hal itu dan terus-menerus mendapatkan taufiq dan kemudahan dari-Nya, sehingga ketaatan itu berubah menjadi ruh serta makanan bagi mereka.

Pada waktu itu, mereka akan merasakan dunia sebagaiJannatul Ma'iva (surga). Mereka tidak melihat sesuatu pun, sampai mereka melihat Dzat yang telah menciptakan. Demi mereka, bumi dan langit tetap berdiri kokoh, serta menjadi tempat bagi kematian dan kehidupan. Allah Swt. telah menjadikan mereka sebagai pasak yang menopang kekokohan bumi. Oleh karena itu, menyingkirlah dari jalan mereka. Janganlah ikut berdesak-desakan dengan orang yang tidak bisa diberikan manfaat oleh bapak-bapaknya dan anak-anaknya dalam mencapai tujuannya. Merekalah sebaik-baik ciptaan Allah Swt., sebaik-baik yang dibangkitkan di bumi. Semoga keselamatan dan penghormatan selalu terlimpah kepada mereka, selama bumi dan langit masih ada.

Dikutip dari : Kitab Nasihat dan Wirid Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
------