Tuesday, March 5, 2013

Al-Baqarah : ayat 142

Allah Ta'ala berfirman:

Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: "apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" (QS. Al Baqarah: 142)

Ibnu Ishaq berkata : "Isma'il bin Abi Khalid telah menceritakan kepadaku dari Abi Ishaq dari al Baraa', ia berkata: "Adalah Rasulullah shalat menghadap Baitul Maqdis, dan beliau sering memandang langit menanti perintah Allah. Kemudian Allah menurunkan firman-Nya:

"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram." (QS. Al Baqarah: 144)

Maka sebagian kaum muslimin mengatakan : "Kami berharap sekiranya kami mengetahui nasib amalan orang yang telah mati sebelum kami mengganti kiblat. Maka Allah menurunkan :

"Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia." (QS. Al Baqarah: 143)

Sedangkan sebagian orang-orang yang bodoh mengatakan "Apa yang menyebabkan mereka memindahkan arah kiblat dari yang sebelumnya" Allah kemudian menurunkan ayat:

"Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: "apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" (QS. Al Baqarah: 142)."  Selesai.
(Dinukil dari Lubab An Nuqulfi Asbab An Nuzul karya al Hafizh As Suyuthi dan dari Tafsir al Hafizh Ibnu Katsir).

Dikutip dari Kitab Shahih Asbabun Nuzul – Syaik Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
**********