Tuesday, February 5, 2013

Ujian seorang mukmin

PADA hari Jum'at pagi, 12 Syawal 545 H., di madrasah, Syaikh rah.a. berkata:
Nabi saw. bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak menyiksa kekasih-Nya, tetapi Dia terkadang mengujinya."

Seorang mukmin itu teguh pendiriannya bahwa Allah tidak akan mengujinya dengan sesuatu melainkan di balik itu terdapat keselamatan bagi dirinya, baik di dunia maupun di akhirat. Dia mesti ridha dengan ujian itu. Dia bersabar dalam menghadapinya, dan tidak berprasangka buruk pada Tuhannya ketika Tuhannya menyibukkannya dalam bencana. Wahai orang-orang yang sibuk dengan dunia, tinggalkanlah bicara tentang dirimu dalam maqam ini. Sesungguhnya engkau hanya berbicara dengan lidahmu, bukan dengan hatimu. Kamu berpaling dari Allah swt., kalam- Nya, nabi-nabi-Nya, dan para pengikut mereka yang sebenarnya, yakni para pengganti dan pendampingnya. Kamu menentang takdir dan kodrat. Kamu menerima dengan pemberian makhluk, bukan pemberian Khaliq. Tidak ada ucapanmu yang diterima di sisi Allah swt. maupun hamba-hamba-Nya yang shalih, sehingga kamu bertaubat dan bersungguh-sungguh dalam menerima takdir senang atau susah, mulia atau hina, kaya atau miskin, sehat atau sakit, dan apa saja yang kamu suka atau kamu benci.

Wahai ghulam, ikutlah sehingga engkau diikuti, layanilah sehingga engkau dilayani. Ikutilah keutamaan dan takdir. Layanilah ia sehingga engkau dilayani dan diikuti. Merendahlah padanya sehingga ia merendah padamu. Tidakkah engkau mendengar kata-kata, "Jika kamu hutang, kamu harus membayar." Amal perbuatanmu adalah pelayanmu. Al-Haq Azza wa Jalla tidak akan menganiaya hamba-Nya. Bahkan Dia membalas yang sedikit dengan balasan yang banyak. Orang yang sehat tidak akan disebut sakit dan orang yang benar tidak akan disebut dusta. Wahai ghulam, jika engkau melayani akan dilayani. Jika engkau menemani akan ditemani. Layanilah Al- Haq Azza wa Jalla. Janganlah engkau berpaling dari-Nya dan sibuk melayani raja-raja yang tidak dapat memberi manfaat atau bahaya. Apakah yang mereka berikan kepadamu? Dapatkah mereka memberikan sesuatu yang tidak dibagikan untukmu? Apakah mereka mampu memberimu sesuatu yang tidak di takdirkan Allah swt. sebagai bagianmu? Tidak ada sesuatu yang datang dari mereka. Jika engkau mengatakan bagian itu datang dari mereka, kafirlah engkau. Tidakkah engkau mengetahui bahwasanya tidak ada yang memberi, menahan, memberi manfaat atau bahaya, yang dahulu maupun yang akhir, kecuali Allah swt.? Jika engkau mengatakan aku mengetahuinya, maka aku bertanya, mengapa engkau telah mengetahui yang demikian itu, tetapi engkau mendahului yang lain atas-Nya?

Celaka kamu, kamu telah merusak akhiratmu dengan duniamu. Kamu merusak ketaatanmu pada Tuhanmu dengan menaati nafsu, keinginan, syaitan, dan makhluk. Bagaimana kamu merusak imanmu dengan mengadu kepada selain Dia? Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah swt. menjaga dan menolong orang-orang yang bertakwa? Allah akan memberi tahu, membimbing, dan menyelamatkan mereka dari hal-hal yang dibenci. Dia akan memandang hati mereka dan memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangka. Dalam sebagian kitab-Nya, Allah swt. telah berfirman, "Hendaklah kamu malu kepada-Ku sebagaimana kamu malu kepada tetanggamu yang baik." Nabi saw. bersabda:
"Ketika hamba menutup pintu-pintunya, menurunkan satir-satirnya, lalu bersembunyi dari makhluk dan bersunyi-sunyi mendurhakai Allah Azza wa Jalla, maka Allah swt. berfirman: 'Wahai anak Adam, kamu telah menjadikan-Ku paling sepele di antara yang memandang kepadamu."

Dikutip dari Kitab Fat-hur Rabbani Wa Faidhur-Rahmaan : Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
******