Tuesday, February 5, 2013

Mati Maknawi

Jika kamu meninggalkan makhluk, maka dikatakan kepadamu, "Semoga Allah Swt. merahmatimu dan mewafatkanmu dari hawa (hasrat) kesenanganmu." Apabila kamu meninggalkan hawa (hasrat), maka dikatakan kepadamu, "Semoga Allah Swt. merahmatimu dan mewafatkanmu dari keinginan dan harapanmu."

Lalu, bila kamu meninggalkan keinginan, maka dikatakan kepadamu, "Semoga Allah merahmatimu dan menghidupkanmu kembali." Dalam kondisi seperti ini, kamu akan hidup dengan kehidupan yang tidak mengenal kematian lagi, kamu menjadi kaya dengan kekayaan yang tidak ada kefakiran setelahnya, kamu diberi karunia dengan pemberian yang tidak ada halangan setelahnya, dianugerahi ketenangan yang tidak ada lagi kesengsaraan setelahnya, dikucuri kenikmatan yang tidak ada kepedihan setelahnya, diberi ilmu yang tidak ada lagi kejahilan setelahnya, dan merasa aman tanpa ada lagi ketakutan setelahnya.

Hidup kamu akan bahagia tanpa sengsara, menjadi mulia tanpa hina, ditinggikan tanpa direndahkan, dimuliakan tanpa dihinakan, dan disucikan tanpa dikotori. Setelah itu, kamu akan menjadi Kibrit Ahmar yang hampir tidak terlihat, mulia tanpa ada yang menandingi, satu-satunya dan tiada duanya, serta terlihat elok tanpa ada sejenisnya.

Jika sudah demikian, kamu akan menjadi pewaris para nabi, rasul, dan shiddiqin. Perwalian akan ditutup dengan dirimu dan gambaran pengganti (abdal) akan tampak padamu. Segala musibah akan tersibak lantaran kamu. Hujan akan turun, tumbuh-tumbuhan akan subur, serta musibah dan ujian akan tertolak dari diri kaum khas dan awam, para penjaga perbatasan, pemimpin dan rakyat, para imam dan umat, serta seluruh makhluk lainnya. Semua itu karena dirimu.

Kamu akan menjadi hiasan negeri dan para hamba. Orang- orang akan bergegas mendatangimu dengan membawa bingkisan dan hadiah, mengabdi kepadamu atas izin Dzat Yang Maha Menciptakan segala sesuatu. Seluruh lisan akan menyanjungmu dan memberikan pujian dalam berbagai kesempatan. Tiada dua orang mukmin yang berselisih mengenai dirimu, wahai sebaik-baik orang yang tinggal di bumi. Itulah karunia Allah Swt. Dia-lah Pemilik Keutamaan dan Keagungan.

Dikutip dari : Kitab Nasihat dan Wirid Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
------