Sunday, February 3, 2013

Burung-burung di Sepanjang Sungai Nil

Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, putra-putriku, dan saudara-saudaraku. Hari ini mari kita pergi ke Sungai Nil di Afrika, yang panjangnya hampir 6.000 mil. Sungai Nil ini mengalir di sepanjang Mesir dan kemudian bermuara ke laut.

Beribu-ribu jenis burung yang beraneka ragam hidup di sepanjang sisi dan pohon-pohon dekat sungai ini. Datang dan lihatlah bangau-bangau putih yang cantik, flamingo hati dan segala jenis burung yang berdiri di sepanjang tepi sungai. Ada pula elang dan burung hering. Burung-burung ini berkumpul di tempat itu karena berbagai tujuan. Sebagian datang untuk menangkap ikan, sebagian untuk makan binatang-binatang air, dan sebagian lagi untuk memangsa beberapa jenis kepiting. Dan yang lainnya datang ke sini hanya untuk bersantai. Lihatlah mereka semual Ada burung-burung besar dan kecil, ada yang tinggi dan pendek, ada yang paruhnya sangat panjang dan yang berparuh merah cerah. Lihatlah ragam warna pada bulu-bulu mereka: ada yang putih, abu-abu, merah muda, merah, dan kadang-kadang warna tanah dan batang pohon! Bahkan kaki burung-burung itu pun berwarna, ada yang merah dan ada yang hitam. Burung-burung itu semuanya indah, bukan? Apakah kau melihat burung-burung dengan bulu-bulu indah berwarna merah mawar? Orang-orang memanfaatkan bulu-bulu berwarna- warni dari semua burung ini untuk membuat topi dan hiasan kepala.

Cucu-cucuku, burung-burung di sepanjang Sungai Nil begitu indahi Bukankah burung-burung itu menyenangkan bagi mata kita? Burung-burung tersebut bahkan lebih indah daripada sungai tadi. Tapi semua keindahannya ada pada bulu-bulunya. Tanpa bulu-bulu ini, burung-burung tersebut tidak berguna bagi siapa pun, kecuali untuk anjing, serigala, dubuk (hyena) dan orang-orang yang gemar memakan burung-burung tersebut. Jika engkau mencabuti bulu-bulunya, apa yang akan terjadi? Warna-warna yang cemerlang dan corak warna nan lembut akan hilang.

Cucu-cucuku, manusia seperti halnya burung-burung ini. Bentuknya, warnanya, dan kedudukannya, semua bagaikan bulu-bulu yang menutupi dirinya. Pakaian pada manusia ini dan berbagai warnanya merupakan keindahan lahiriah manusia, dan inilah yang dilihat manusia pada diri orang lain. Mereka terpaku pada ciri dan wujud lahir, lalu mereka meremehkan atau memuji orang-orang dengan berkata, "Oh, orang itu mempunyai pangkat yang tinggi, gelar terhormat. Orang ini kaya, orang itu adalah seorang raja, dan orang yang itu adalah seorang presiden." Itulah yang diucapkan orang. Mereka membuat gosip tentang pakaian, uang, gelar, dan nama-nama keluarga.

Jadi apa perbedaan antara manusia dan burung-burung? Seekor burung mempunyai dua sayap, sedangkan manusia mempunyai dua tangan. Burung dan manusia masing-masing mempunyai dua kaki, dua mata, dan dua telinga, meskipun telinga burung hanya berupa lubang-lubang kecil. Burung mempunyai paruh, sedangkan manusia mempunyai hidung. Benar- benar tidak ada perbedaan sama sekali. Segera sesudah engkau melucuti berbagai tanda, simbol, pakaian, dan hiasannya, manusia persis seperti burung bangau yang dicabuti bulunya. Ketika manusia tersebut dilucuti semua ciri lahiriahnya, maka dia telah kehilangan nilainya, dan serigala, singa, harimau, cacing, serangga, serta kumbang akan menunggu untuk memasangnya.

Burung bangau memiliki bulu yang indah, namun keindahan ini tidak ada gunanya. Begitu pula manusia. Seperti burung yang tanpa bulu, manusia tidak berguna ketika semua perangkat luarnya dilucuti. Namun manusia tetap berpegang erat pada benda-benda ini agar orang-orang terkesan olehnya. Dia dipuji atau dicemooh karena penampilannya. Tapi jenis keindahan ini tidak bermanfaat karena pada akhirnya, dia ditinggal telanjang dalam kubur.

Biarpun demikian, cucu-cucuku, ada kekaguman dan keindahan dalam diri manusia. Ada seorang manusia dalam diri manusia, dan di bagian terdalam diri manusia, ada kebenaran. Dalam kebenaran tersebut ada cahaya, dalam cahaya tersebut ada kecemerlangan, dan dalam cahaya yang cemerlang itu ada kearifan yang agung serta pengetahuan Ilahiah, atau 'i/m. Dalam 'i/m tersebut ada sebuah 'Ilm lainnya dan dalam 7/m bagian dalam tersebut ada Rabb, yaitu Allah Yang Mahakuasa. Dan pada akhirnya, di dalam Allah ada kekuasaan penuh yakni keadilan-Nya.

Itulah keajaiban besar dalam diri manusia. Tiga ribu (3.000) kualitas Allah Yang Agung dan 99 tugas dan tindakan-Nya, berbagai wilayat-Nya, muncul dalam [diri] manusia itu. Inilah keindahan terbesar dan paling mengagumkan di seluruh dunia. Inilah keajaiban terbesar dalam kerajaan jiwa, kerajaan dunia, dan kerajaan alam baka. Inilah keajaiban terbesar dalam 18.000 alam semesta. Kecuali untuk keajaiban Allah, yang berada dalam keajaiban ini, tidak ada keindahan, cita rasa, atau kesenangan lainnya. Demi kehidupan manusia, demi kearifannya, demi kualitas dan tindakannya, demi kesabarannya yaitu kesabaran yang mendalam, kesenangan, dan kepasrahan, demi cintanya, shalatnya, ibadah dan ketaatannya — ini merupakan harta yang paling indah dan mengagumkan.

Jika manusia memahami hal ini, maka dia benar-benar akan menjadi indah. Kemudian badannya, bentuknya, penglihatannya, pembicaraannya, dan pikirannya, akan memiliki keindahan mula tersebut. Tidak ada keajaiban atau keindahan yang lebih besar daripada keindahan ini.

Cucu-cucuku, di mana pun engkau memandang dunia, keindahan yang engkau lihat tidaklah abadi. Jika kau melihat burung-burung ini, melihat manusia, atau melihat pohon-pohon, apa yang kau lihat? Ketika daun-daun berguguran, keindahan pohon lenyap. Ketika bulu-bulu terlepas, keindahan burung lenyap. Ketika engkau tahu lenyapnya gelar dan pakaian seseorang, maka semua yang tersisa adalah kulit dan tulang.
Tidak ada keajaiban atau keindahan pada benda-benda lahiriah ini. Rahasia manusia dalam diri manusia adalah keajaiban yang sesungguhnya. Inilah keajaiban yang indah dan mulia yang engkau dan aku harus mengenal, memahami dan mengikutinya.

Cucu-cucuku, anak-anakku, saudara-saudaraku, kalian harus mencari sifat-sifat Allah yang indah dan pengetahuan Ilahiah- Nya atau 7/m-Nya. Engkau harus mengenal keajaiban hidup ini dengan kepastian yang mutlak. Salam sayangku padamu. Semoga Allah menolong kalian semua.