Saturday, February 9, 2013

Al-Baqarah : ayat 97

Allah Ta'ala berfirman:

"Katakanlah : "Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab)yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman". (QS. Al Baqarah: 97)

Imam Ahmad berkata (1/274): "Abu Ahmad (Muhammad bin Abdillah az Zubairi) telah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Walid al 'Ijli telah menceritakan kepada kami, ia memiliki bentuk yang telah kami kenali di sisi Hasan, dari Bukair bin Syihab dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata : "Orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah saw, mereka mengatakan: "Wahai Abal Qasim !, kami akan menanyakan kepadamu tentang lima perkara, jika kamu memberitahu kami jawabannya, kami mengakui bahwasanya engkau seorang Nabi dan kami akan mengikutimu. Lalu beliau mengambil sumpah mereka sebagaimana Israil mengambil sumpah atas keturunannya ketika mereka mengatakan "Allah menjadi saksi atas apa yang kami ucapkan." Beliau berkata : "Berikan pertanyaannya!" Mereka mengatakan: "Beritahu kami tentang tanda ke Nabian". Beliau menjawab: "Kedua matanya tertidur namun hatinya tidak". Mereka berkata: "Beritahu kami bagaimana mengetahui janin itu akan terlahir wanita atau laki-laki?". Beliau menjawab : "Dua air itu bertemu, maka apabila sperma laki-laki lebih unggul dari sperma wanita, ia laki-laki. Dan apabila sperma wanita lebih ungul dari sperma laki-laki, ia perempuan". Mereka berkata: "Beritahu kami apa yang diharamkan Israil terhadap dirinya?". Beliau menjawab : "Dahulu ia mengadu tentang penyakit encoknya, ia tidak mendapatkan sesuatu (makanan) yang sesuai dengannya melainkan susu ini dan itu". Abdullah berkata: "Bapakku berkata: "sebagian mereka mengatakan : "Maksudnya adalah unta, ia lalu mengharamkan dagingnya". Mereka berkata : "Engkau benar. Beritahu kami apa suara petir itu ?" Beliau menjawab: "Malaikat dari malaikat-malaikat Allah IAzza wajalla yang ditugasi mengurus awan, dengan tangannya atau pada tangannya ada kilatan api menggiring awan dengannya menuju arah sesuai perintah Allah". Mereka mengatakan: "Lalu apa suara yang kami dengar itu?" Beliau menjawab: "Suaranya". Mereka berkata : "Engkau benar. Dan sekarang tinggal satu pertanyaan, pertanyaan inilah yang akan menjadikan kami membai'at engkau seandainya engkau memberikan jawabnya. Tidak ada seorang Nabi pun melainkan baginya ada malaikat yang mendatanginya membawa berita, beritahu kami siapa malaikat yang menemanimu?" Beliau menjawab : "Jibril as”. Mereka berkata : "Jibril yang datang menurunkan perintah perang dan membawa siksa adalah musuh kami. Seandainya engkau mengatakan Mikail yang turun membawa rahmat, tumbuh-tumbuhan serta hujan tentu kami akan mengikutimu".

Maka Allah 'Azza wajalla kemudian menurunkan ayat: "Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril . . . " hingga akhir ayat.
Al Haitsami berkata dalam Majma' az Zawaid (8/242): "Ahmad dan Thabrani meriwayatkannya dan para perawinya tsiqat (terpercaya). Abu Nu'aim juga meriwayatkannya dalam "al-Hilyah" (4/305). Dan hadits ini dalam sanadnya ada Bukair bin Syihab. Al- Hafizh berkata dalam "at Taqrib": "Ia maqbul, yaitu apabila ada muttabi', jika tidak maka ia lemah, sebagaimana telah diperingatkan dalam muqaddimah. Namun hadits ini mempunyai jalan-jalan lain kepada Ibnu Abbas sebagaimana terdapat dalam Tafsir Ibnu Jarir di antaranya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad".

Imam Ahmad ra berkata (1/278) : "Hasyim bin al Qasim telah menceritakan kepada kami, Abdul Hamid telah menceritakan kepada kami, Syahr telah menceritakan kepada kami, Ibnu Abbas berkata : Pada suatu hari sekelompok orang Yahudi mendatangi Nabi saw, mereka berkata:

"Wahai Abal Qasim!, beritahu kami tentang perkara-perkara, akan kami tanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepadamu, tidak ada yang mengetahui jawabannya kecuali seorang Nabi".

Beliau berkata: "Tanyakanlah kepadaku sesuka kalian, namun kalian harus menjadikan perjanjian dengan Allah sebagai jaminan buatku serta apa yang Ya'kub as telah mengambil janji terhadap keturunannya. Apabila aku memberitahu kalian sesuatu dan kalian mengenalinya, kalian harus mengikutiku masuk Islam".

Mereka menjawab: "Itu terserah kamu". Beliau berkata : "Tanyakanlah kepadaku apa yang kalian suka!". Mereka berkata :
"Beritahu kami empat perkara yang akan kami tanyakan kepadamu : "Beritahu kami makanan yang diharamkan Israil kepada dirinya sebelum diturunkan Taurat?. Beritahu kami bagaimana mani wanita dan mani laki-laki ?. Dan bagaimana terjadi bayi laki-laki dari sperma itu? Beritahu kami bagaimana keadaan Nabi yang ummi saat tidur dan beritahu kami siapakah malaikat yang menjadi temannya ?". Beliau berkata: "Kalian harus berjanji dan bersumpah kepada Allah, apakah sekiranya jika aku memberitahu kalian jawabannya, kalian akan mengikuti aku ?"

Ia (Ibnu Abbas) berkata : "Maka mereka memberikan janji dan sumpah kepada beliau seperti yang dikehendakinya."

Beliau berkata: "Aku mengambil sumpah atas kalian dengan dzat yang telah menurunkan Taurat kepada Musa as, apakah kalian mengetahui kalau Israil (yaitu) Ya'qub sakit keras dan amat lama sakitnya, lalu ia bernadzar kepada Allah sekiranya Allah Ta'ala menyembuhkannya dari sakitnya ia akan mengharamkan minuman kesayangannya dan makanan kegemarannya. Adapun makanan kegemarannya adalah daging unta dan minuman yang disenanginya adalah air susu unta."

Mereka berkata : "Ya, benar."
Beliau berkata : "Ya Allah saksikanlah mereka. Aku mengambil sumpah atas kalian dengan nama Allah yang tidak ada ilah melainkan Dia yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwasanya sperma laki-laki itu warnanya putih kental sedangkan mani wanita kuning encer, maka yang mana saja dari keduanya yang unggul, dengan izin Allah- itulah yang akan menjadi anak dan menyerupai. Apabila sperma laki-laki mengungguli sperma wanita, anak yang terlahir adalah laki-laki dengan izin Allah-. Dan apabila sperma wanita mengungguli sperma laki-laki, maka dengan izin Allah anak yang terlahir adalah perempuan." Mereka berkata : "Ya benar."

Beliau berkata : "Ya Allah saksikanlah mereka. Aku mengambil sumpah atas kalian dengan dzat yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwasanya Nabi yang ummi ini kedua matanya tertidur namun hatinya tidak?" Mereka berkata : "Ya benar."

Beliau berkata : "Ya Allah saksikanlah."
Mereka berkata : "Dan sekarang, beritahu kami siapa malaikat yang menemanimu, pertanyaan ini menjadi penentu apakah kami bergabung denganmu atau berpisah denganmu." Beliau berkata : "Temanku adalah malaikat Jibril as, dan tidak ada seorang Nabi pun yang diutus melainkan ia sebagai temannya."

Mereka berkata : "Di sini kita berpisah, jika sekiranya teman malaikatmu itu selain dia, kami pasti akan mengikutimu dan akan membenarkanmu."
Beliau berkata : "Lalu apa gerangan yang menghalangi kalian untuk membenarkannya ?"
Mereka berkata: "Jibril itu musuh kami."
Ia (Ibnu Abbas) berkata: "Maka ketika itu Allah menurunkan firman-Nya:

"Katakanlah : "Darangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah." (QS. Al Baqarah : 97)
sampai firman-Nya :

“....kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah)." (QS. Al Baqarah : 101)

Dan ketika itu mereka kembali dengan membawa kemarahan di atas kemarahan.

Hadits ini pada sanadnya ada Syahr bin Hausyab dan ia diperdebatkan. Yang rajih adalah dha'if disebabkan hafalannya yang lemah. Namun haditsnya layak dalam jajaran syawahid dan mutaba'aat.

Dan hadits ini dikeluarkan oleh Thayalisi (2/11) serta Ibnu Jarir (1/431) dan Ibnu Sa'ad (1/1/116) dari jalan Syahr bin Hausyab dari Ibnu Abbas sepertinya. Dan Ibnu Jarir telah menceritakan hasil ijma' bahwasanya ayat ini turun sebagai jawaban kepada Yahudi dari Bani Israil, ketika mereka menganggap Jibril sebagai musuh mereka dan Mikail teman mereka. Selesai.

Ijma' tersebut menguatkan dua jalan ini yang ada kelemahan pada keduanya. Adapun yang pertama: "Karena Bukair bin Syihab sebagaimana dalam Tarikh al Kabir karya Bukhari (2/114 dan 115) telah diselisihi. Maka Sufyan telah meriwayatkannya dari Hubaib dari Sa'id -dari Ibnu Abbas-. Yang kedua : Karena adanya komentar pada Syahr bin Hausyab.

Dikutip dari Kitab Shahih Asbabun Nuzul – Syaik Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
**********