Thursday, January 3, 2013

Pelayan Paling Mulia



Suatu kafilah yang berangkat menuju Makkah untuk melangsungkan ibadah haji berhenti di Madinah untuk beristirahat. Setelah beberapa hari rehat, mereka melanjutkan ke Makkah. Dalam perjalanan antara Madinah-Makkah, kafilah itu bertemu dengan seorang pria yang seolah olah kenal baik dengan mereka. Pria tersebut lalu bergabung dengan kafilah. Saat berbincang bincang, salah seorang dari kafilah mengenali pria yang dari wajahnya tercermin kesalehannya itu. Ia juga terlihat membantu anggota kafilah lain dengan sukacita, walapun tak diminta.

Salah seorang dari kafilah yang mengenali pria itu bertanya pada teman temannya, “Tahukah kalian, siapa laki laki yang membantu dan melayani kalian ?”

Mereka menjawab, “Tidak, kami tidak mengenalnya. Ia ikut dengan kafilah dari Madinah. Ia adalah pria yang bajik, saleh dan terpuji. Tidak ada yang memintanya untuk melayani kami, namun ia sendiri yang dengan sukarela membantu dan bekerja.”

“Jelas sekali kalian tidak mengenalnya. Jika kenal, kalian pasti akan malu dan tidak akan membiarkannya melayani kalian.”

Mereka terkejut dan bertanya, “Jadi, siapa pria itu?”
“Dia adalah Ali bin Husein, Zainal Abidin”
Orang orang segera berhamburan dan berusaha mencium tangan dan kaki sang Imam, sembari memohon maaf kepadanya. Hampir serentak mereka bertanya, “Mengapa kau berlaku demikian ? Kami – semoga Allah mengampuni – mungkin telah melakukan dosa dan menghinamu.”

Lalu Imam menjawab, “Aku sengaja memilih kelompok ini sebagai rekan seperjalannku, karena kalian tidak mengenaliku. Sebelumnya, aku melakukan perjalanan dengan orang orang yang mengenaliku. Mereka begitu simpati dan menghormatiku karena Rasulullah Saw. Mereka tidak mengizinkan  aku melakukan suatu pekerjaan pun selain menerima layanan mereka. Itulah sebabnya aku dengan sengaja memilih teman seperjalan yang tidak mengenalku dan aku juga menahan diri untuk menunjukan identitasku kepada kalian, sehingga aku bisa melayani teman temanku.”