Wednesday, January 2, 2013

Kata Kata Mantra Rasulullah

Sembari mengenang penderitaan di masa lalunya yang menyakitkan, seorang pria terkenang betapa hari demi hari yang menyedihkan itu berlalu, hari hari dimana ia bahkan tak bisa menyediakan makanan yg dibutuhkan istri dan anak anaknya yg tak berdosa. Pikirannya begitu hanyut akan betapa ucapan yang tiga kali didengarnya itu, meski terdiri dari beberapa kata saja, telah mampu menggerakan semangatnya, mengubah arah hidupnya, dan menyelamatkan seluruh keluarganya dari kemiskinan dan kesengsaraan.

Ia adalah salah seorang sahabat Rasulullah Saw, dulu kemiskinan dan kemelaratan menyelimuti kehidupan keluarganya. Suatu hari di masa menyedihkan itu setelah merasa tak ada jalan lagi, atas kesepakatan dengan keluarga ia berangkat untuk mendatangi Rasulullah Saw dengan tujuan menceritakan keadaannya dan memohon bantuan keuangan - seperti yang disarankan istrinya. Dengan niat tersebut ia keluar rumah. Namun, belum lagi permohonan itu disampaikan, sabda Rasulullah terngiang ngiang ditelinganya, "Kami membantu siapa pun yang meminta bantuan,tapi Allah menjamin kebutuhan mereka yang merasa cukup dan menahan diri dari menadahkan tangan kepada orang lain".

Pria itu pulang tanpa mengucap sepatah kata pun. Ia kembali harus menghadapi kemiskinan yang menyelimuti keluarganya. Keesokan harinya, ia memaksakan diri untuk menjumpai Rasulullah dengan niat yang sama. Namun seperti sebelumnya, ucapan Rasul Saw tadi kembali terdengar "Kami membantu siapa pun yang meminta bantuan, tapi Allah menjamin kebutuhan mereka yang merasa cukup dan menahan diri dari menadahkan tangan kepada orang lain".

Lagi lagi ia pulang dengan tangan hampa, Untuk ketiga kalinya, ia menyaksikan dirinya terhempas dalam belantara kemiskinan, kemelaratan, kesengsaraan dan ketakberdayaan. Kali ini ia membulatkan tekad untuk datang ke majelis Rasul Saw guna menyampaikan hajatnya. Namun setelah mengutarakannya, ia kembali mendengar ucapan tersebut keluar dari bibir Rasul yang suci. Nasihat itu menguatkan hati dan memberinya keyakinan.

Kini setelah mendengar kata kata itu secara langsung, ia merasa lebih yakin dan mantap bahwa ia telah menemukan kunci persoalan yang dihadapinya. Ia melangkahkan kaki dengan percaya diri sembari bertekad, "Aku tak akan meminta bantuan dari orang lain, Aku akan bersandar kepada Allah dan mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan yang kumiliki, dan aku akan berdoa agar Allah memberi keberhasilan dalam pekerjaan yang kulakukan dan melimpahkanku kesejahteraan.

Pria itu kemudian memikirkan pekerjaan apa yang kiranya cocok baginya. Dalam kondisi kala itu, ia memutuskan untuk mengumpulkan kayu bakar dan menjualnya. Ia lalu meminjam kampak dan mencari kayu. Dengan menjualnya, ia memperoleh keuntungan. Ia terus bekerja keras dari hari ke hari hingga berhasil membeli kapak, hewan penarik beban dan sejumlah alat lain dari uangnya sendiri. Ia tetap bekerja keras hingga memiliki modal yang cukup untuk membeli beberapa orang budak. Suatu hari, Rasul Saw bertemu pria ini, dengan senyum menghiasi bibirnya beliau berkata "Kami membantu siapa pun yang meminta bantuan, tapi Allah menjamin kebutuhan mereka yang merasa cukup dan menahan diri dari menadahkan tangan kepada orang lain".