Monday, January 28, 2013

JIKA TELAH MERASAKAN MANISNYA IMAN


"Ada tiga perkara, siapa yang memilikinya, maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: Mencintai Allah dan Rasul'Nya melebihkan segalagalanya. Mencintai seseorang hanya karena Allah. Enggan untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah, sebagaimana ia enggan bila dilemparkan ke dalam api neraka." (HR. Bukhari-Muslim, dari Anas).

Ketika bahagia itu sangat dipengaruhi rasa aman, tenang dan damai di hati, maka yang demikian itu pasti akan diraih oleh orang yang telah merasakan MANISNYA IMAN. Ketika kita mendapati seseorang yang tiada putus-putusnya bersyukur kepada Allah, padahal hidupnya sangat sederhana, rumahnya sederhana, makanannya sederhana, pakaiannya sederhana, tetapi ia tidak pernah berhenti sesaatpun dari bersyukur, ingat dan mendekatkan diri kepada Allah, maka itu karena manisnya iman yang telah dirasakannya.

Jika manisnya iman telah dirasakan, maka di penjara sekalipun orang tetap merasakan ketenangan. Kemiskinan tidak membuatnya menderita. Kehilangan
seseorang atau sesuatu yang sangat dicintai, tidak membuatnya terus-menerus bersedih, resah dan gelisah, tidak membuatnya putus asa dan kehilangan gairah hidup, sebab keimanannya yang benar membuat ia yakin bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik penderitaan tersimpan keberuntungan. Kesusahan itu hanyalah sesuatu yang bersifat sementara. Ia berkeyakinan bahwa itulah salah satu cara Allah memperlihatkan kasih- sayang kepada hamba-Nya. Maka di relung hati yang paling dalam ia merasakan kebahagiaan, meskipun mungkin lahirnya ia menderita.

Dr. Yusuf Qardhawi menulis, "Ketika orang beriman tidak menyesali apa yang terjadi di masa lalu yang menyusahkannya, dan tidak menggerutu dengan apa yang sedang terjadi, juga ia tidak menatap masa depan dengan penglihatan yang suram dan redup. Ini disebabkan karena ia senantiasa memiliki rasa aman dan damai di dalam hati, bagaikan orang yang hidup di alam surgawi. Demikian itu, karena pengaruh iman di dalam jiwanya."
Bagi seseorang yang telah merasakan manisnya iman, beribadah dan melakukan kebaikan-kebaikan, bukan semata-mata terasa mudah dan ringan, karena semua itu lebih dari sekedar kewajiban, akan tetapi juga beribadah dan melakukan kebaikan-kebaikan telah menjadi kebutuhannya, dan juga ia merasakan kenikmatan dan kebahagiaan ketika melakukan ibadah dan kebaikan itu. Dan MANISNYA IMAN dapat diraih dengan melakukan tiga hal : (1). Mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segalanya. (2). Mencintai seseorang hanya karena Allah. (3). Enggan kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah.