Wednesday, January 30, 2013

Islam di Cordova


Raja Inggris pernah mengirim surat kepada Sultan Hisyam III, penguasa Andalusia (kini Spanyol).
Berikut petikannya, "Kami telah mendengar kema­juan ilmu dan industri di negara paduka. Karenanya, kami bermaksud mengirim putra-putri terbaik kami untuk me­nimba ilmu di negara paduka yang mulia agar ilmu penge­tahuan tersebar ke negeri kami yang dikelilingi kebodohan dari empat penjuru." (dikutip dari Dr Muhammad Sayyid Al Wakil dalam Lamhatun min Tarikhid Daiwati 'Wajah Dunia Islam'.

Isi surat ini membuktikan bahwa peradaban Islam yang berpusat di Cordova itu adalah sumber ilmu, teknologi, dan cara hidup masyarakat Eropa. Atas perkenan Hisyam III warga Eropa berduyun-duyun belajar di madrasah, uni­versitas, dan perpustakaan Islam Mereka terbelalak, mula­nya, ketika mendapati teori bumi itu bulat dan mengeli­lingi matahari, bukan seperti doktrin gereja saat itu.

Kebesaran rahmat Allah kepada Cordova tergambar dalam buku sejarah Al Azhar, yang dikutip Al Wakil. Ketika sang surya terbenam, kota-kota besar Eropa gelap gulita, sedangkan di Cordova terang benderang disinari lampu-lampu. Eropa sangat kotor, padahal di Cordova telah dibangun ribuan WC umum. Eropa terbenam dalam lumpur, di saat yang sama jalan-jalan di Cordova mulus dan teratur. Bahkan, ketika anak-anak Cordova mulai ma­suk sekolah, tokoh-tokoh (raja, bangsawan, dan pendeta) Eropa belum bisa menulis namanya sendiri.

Dengan kondisi itu, maka mustahil ada manfaat yang bisa diberikan Eropa. Cordova pun tidak memerlukan apa- apa dari luar Islam. Fakta ini diakui sejarawan besar Barat Gustave Lebon yang menyatakan, "Tidak ada hal-hal posi­tif dari bangsa Barat yang brutal itu yang bisa ditiru dunia Timur."

Benar, sebab mereka baru menggunakan sabun mandi setelah belajar dari umat Islam pada era perjanjian per­damaian seusai Perang Salib. Sebelumnya, orang Eropa ja­rang mandi. Cordova makmur dan mencurahkan rasa aman kepada rakyat, termasuk warga Kristen dan Yahudi, karena beriman dan menerapkan Islam dalam segala aspek kehidupan (lihat QS 7:96). Mereka hanya meniru Daulah Madinah, meski jelas tidak mampu menandingi keluhuran peradabannya. Kapan umat Islam di Indonesia mengembalikan kejayaan Madinah dan Cordova?