Saturday, December 29, 2012

Si Kaya dan Si Miskin



Sekedar Berbagi Cerita : Tentang Si Miskin dan Si Kaya.

Sebagaimana biasa, Nabi Saw sedang duduk bersama para sahabat beliau. Mereka membentuk lingkaran mengelilinginya sehingga nampak seolah Nabi Saw sebagai puncak sebuah Cincin tempat batu permata diletakan.

Tiba tiba seorang Muslim yang miskin dan berpakaian compang camping masuk melewati pintu. Sesuai tradisi Islam, tanpa memandang status seseorang, siapapun yang mengikuti pertemuan boleh duduk di tempat yang masih kosong tanpa menghiraukan apakah tempat tersebut sesuai atau tidak dengan status sosialnya. Karena itulah pria ini melihat sekelilingnya, menemukan tempat kosong, menghampiri tempat tersebut, dan duduk di sana.

Secara kebetulan ia duduk berdampingan dengan seseorang kaya lagi makmur. Si kaya menarik ujung pakaiannya menjauhi si miskin.

Nabi Saw melihat dan mengamati polah si kaya tersebut. Kemudian berpaling kepadanya dan bertanya, "Apakah engkau takut sebagian kemiskinannya akan berpindah kepadamu ?"
"Tidak, ya Rasulolloh"
"Apakah engkau khawatir sebagian kemakmuranmu akan menempel padanya ?"
"Tidak ya Rasulallah !"
"Atau mungkin engkau takut pakaian mu akan menjadi kotor ?"
"Tidak ya Rasulallah!"
"Lalu mengapa kau menggeserkan tubuhmu dan menjauhinya ?"

"Saya mengaku keliru dan telah melakukan kesalahan, sekarang untuk menghapus kesalahan tersebut dan membersihkan dosa, saya bersedia untuk menghibahkan setengah dari kekayaan saya bagi saudara saya sesama muslim ini yang tadi kurang saya hormati "

Pria yang berpakaian compang camping menjawab, "Tapi saya tidak bersedia menerima tawaran tersebut"
"Mengapa ?" tanya para sahabat.
"Saya takut menjadi sombong karenanya, lalu salah memperlakukan saudara saya sesama Muslim, sebagaimana perlakuannya kepadaku hari ini," jawab pri tersebut.

Hadits ke-26 Pintu-Pintu Sedekah


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (كُلُّ سُلامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلُّ يَومٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ: تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ في دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُ لَهُ عَلَيهَا أَو تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيْطُ الأَذى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ) رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Setiap ruas tulang manusia wajib disedekahi, setiap harinya selama matahari masih terbit. Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong seseorang naik ke atas kendaraannya dan mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, berkata yang baik adalah sedekah, setiap langkah berjalan menuju shalat (jamaah) adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-25 Dzikir Bernilai Sedekah


عَنْ أَبي ذَرٍّ رضي الله عنه أَيضَاً أَنَّ أُنَاسَاً مِنْ أَصحَابِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالوا لِلنَّبِـي صلى الله عليه وسلم: يَارَسُولَ الله، ذَهَبَ أَهلُ الدثورِ بِالأُجورِ، يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِـهِمْ، قَالَ: (أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُوْنَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَة.وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً و كُلِّ تَحْمَيْدَةٍ صَدَقَةً و كُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ و أَمْرٌ بالِمَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ و نَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ و فِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ؟ قَالَ:أَرَأَيْتُم لَو وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الحَلالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, ia berkata, Sesungguhnya sebagian sahabat berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, orang-orang kaya memborong pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka mampu bersedekah dengan kelebihan harta mereka. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap tasbih adalah sedekah, tiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, apakah seseorang di antara kami yang memenuhi syahwatnya mendapat pahala? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Apa pendapat kalian jika orang tersebut memenuhi syahwatnya pada hal yang haram, apakah dia berdosa? Maka, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala. (HR. Muslim)

Tuesday, December 25, 2012

Hadits ke-24 Larangan Berbuat Zalim


عَنْ أَبي ذرٍّ الغِفَارِي رضي الله عنه عَن النَّبِـي صلى الله عليه وسلم فيمَا يَرْويهِ عَنْ رَبِّهِ عزَّ وجل أَنَّهُ قَالَ: (يَا عِبَادِي إِنِّـي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي و جَعَلْتُهُ بَيْنَكُم مُحَرَّماً فَلا تَظَالَمُوا، يَا عِبَادِي كُلُّكُم ضَالٌّ إِلاَّ مَن هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُم، يَاعِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فاَسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمكُم، يَا عِبَادِي كُلُّكُم عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُوْنِي أَكْسكُم، يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعَاً فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُم، يَا عِبَادِي إِنَّكُم لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُوْنِي، يَاعِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوْا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فَيْ مُلْكِيْ شَيْئَاً. يَا عِبَادِيْ لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوْا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئَاً، يَا عِبَادِي لَو أنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُم وَإنْسَكُم وَجِنَّكُم قَامُوا فِيْ صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُوْنِي فَأَعْطَيتُ كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِندِي إِلاَّ كَمَا يَنقُصُ المِخْيَطُ إَذَا أُدْخِلَ البَحرَ، يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُم أُحْصِيهَا لَكُم ثُمَّ أُوَفِّيكُم إِيَّاهَا فَمَن وَجَدَ خَيراً فَليَحْمَدِ اللهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُومَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ) رواه مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Allah azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman, Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan (berlaku) zalim atas diri-Ku dan Aku menjadikannya perbuatan yang haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, pasti Aku kabulkan. Kalian semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, pasti Aku beri makan. Wahai hamba-Ku, kalian semua asalnya telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, pasti Aku berikan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan perbuatan dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan dapat membahayakan diri-Ku dan kalian tak akan dapat memberikan manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-Ku, andaikan makhluk yang pertama sampai yang terakhir, manusia maupun jin, semuanya bertakwa sebagaimana takwanya hati orang yang paling bertakwa di antara kalian, hal itu tidak menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Andaikan makhluk yang pertama sampai yang terakhir, manusia maupun jin, semuanya jahat sejahat hati orang yang paling jahat di antara kalian, hal itu tidak mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga. Wahai hamba-Ku, Andaikan makhluk yang pertama sampai yang terakhir, manusia maupun jin, semuanya berada di satu tempat, kemudian mereka meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, maka tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana (berkurangnya air yang menempel pada) sebatang jarum yang dimasukkan ke laut. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya amal kalian, Aku catat semuanya untuk kalian, kemudian Aku membalasnya. Maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah dan barangsiapa mendapatkan selain dari itu, maka janganlah sekali-kali ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri. (HR. Muslim)

Hadits ke-23 Bersegera Dalam Kebaikan


عَنْ أَبِي مَالِكٍ الحَارِثِ بنِ عَاصِم الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ، والحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الميزانَ، وسُبْحَانَ اللهِ والحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ - أَو تَمْلأُ - مَا بَيْنَ السَّمَاءِ والأَرْضِ، وَالصَّلاةُ نُورٌ، والصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَو عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَو مُوبِقُهَا) رواه مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Malik al-Asyari radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Bersuci itu setengah dari iman, ucapan alhamdulillah akan memenuhi timbangan, ucapan subhanallah wal hamdu lillah memenuhi ruang antara langit dan bumi, shalat itu cahaya, sedekah itu bukti (iman), sabar itu sinar, dan al-Quran bisa menjadi pembela bagimu atau mendakwamu. Setiap manusia berada di pagi hari, dia menjual dirinya, ada yang menyelamatkan dirinya dan ada yang membinasakan dirinya. (HR. Muslim)

Hadits ke-22 Syarat Masuk Surga


عَنْ أَبيْ عَبْدِ اللهِ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النبي صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: أَرَأَيتَ إِذا صَلَّيتُ الـمَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضانَ، وَأَحلَلتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلى ذَلِكَ شَيئاً أَدخُلُ الجَنَّةَ ؟ قَالَ: (نَعَمْ) رواه مُسلِمٌ. وَمَعْنَى حَرَّمْتُ الحَرَامَ: اجْتَـنَبتُه، وَمَعنَى أَحْلَلتُ الحَلاَلَ: فَعَلتُه مُعْتَقِداً حِلَّه
Bahasa Indonesia
Dari Abu Abdillah Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dia mengatakan, Apa pendapat Anda, jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa ramadan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan tidak menambah (amalan) sedikit pun selain itu, apakah saya akan masuk surga? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Ya. (HR. Muslim)

Monday, December 24, 2012

Hadits ke-21 Istiqamah


عَنِ أَبي عَمْرٍو، وَقِيلَ، أَبي عمْرَةَ سُفْيَانَ بنِ عَبْدِ اللهِ رضي الله عنه قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ؟ قَالَ: (قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ) رواه مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Amr -ada yang mengatakan Abu Amrah- Sufyan bin Abdillah radhiyallahu anhu, dia menceritakan, Saya pernah berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, sampaikan kepadaku suatu nasihat tentang Islam yang tidak mungkin kutanyakan kepada seorang pun selain engkau. Beliau bersabda, Katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah. (HR. Muslim)

Hadits ke-20 Malu Bagian Dari Iman


عَنْ أَبيْ مَسْعُوْدٍ عُقبَةَ بنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ البَدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم (إِنَّ مِمَّا أَدرَكَ النَاسُ مِن كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذا لَم تَستَحْيِ فاصْنَعْ مَا شِئتَ) رواه البُخارِيُّ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Masud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya, di antara wasiat para nabi terdahulu yang dipahami oleh manusia adalah, Jika kamu tidak malu maka lakukanlah sesukamu. (HR. Al-Bukhari)

Hadits ke-19 Jagalah Hak Allah Maka Allah Akan Menjagamu


عَنْ أَبِي العَبَّاسٍ عَبْدِ اللهِ بنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النبي صلى الله عليه وسلم يَومَاً فَقَالَ: (يَا غُلاَمُ إِنّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحفَظك، احْفَظِ اللهَ تَجِدهُ تُجَاهَكَ، إِذَاَ سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَاَ اسْتَعَنتَ فَاسْتَعِن بِاللهِ، وَاعْلَم أَنَّ الأُمّة لو اجْتَمَعَت عَلَى أن يَنفَعُوكَ بِشيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلا بِشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ لَك، وإِن اِجْتَمَعوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشيءٍ لَمْ يَضُرُّوك إلا بِشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفعَت الأَقْلامُ، وَجَفّتِ الصُّحُفُ) رواه التِّرمِذِي وقال: حديث حسنٌ صَحيحٌ - وفي رواية - غير التِّرمِذِي: (اِحفظِ اللهَ تَجٍدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إلى اللهِ في الرَّخاءِ يَعرِفْكَ في الشِّدةِ، وَاعْلَم أن مَا أَخطأكَ لَمْ يَكُن لِيُصِيبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُن لِيُخطِئَكَ، وَاعْلَمْ أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ العُسرِ يُسراً) رواه التِّرمِذيُّ
Bahasa Indonesia
Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma, beliau mengatakan, Saya pernah berada di belakang Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, Wahai anakku, aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan temui Dia di hadapanmu. Jika meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, andaikan semua umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu maka mereka tidak akan mampu memberikan manfaat tersebut kepadamu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu, dan andaikan semua umat berkumpul untuk memberikan suatu bahaya kepadamu maka mereka tidak akan mampu memberikan bahaya tersebut kecuali bahaya yang telah Allah tetapkan untuk menimpamu. Pena takdir telah diangkat dan lembaran catatan amal telah kering. (HR. At-Turmudzi, beliau mengatakan, Hadits hasan shahih.)

Hadits ke-18 Akhlak Mulia


عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بِنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ) رواه التِّرمِذِي وقاَل: حديثٌ حسنٌ. وفي بَعضِ النُّسَخ: حسنٌ صَحيحٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Bertakwalah kepada Allah di mana pun kalian berada, iringi perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik akan menghapus dosa perbuatan jelek, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang terpuji. (HR. At-Turmudzi, dan beliau menyatakan, Hadits hasan.)

Hadits ke-17 Berbuat Baik Dalam Segala Urusan


عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ) رواه مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Yala Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan ihsan kepada semuanya. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menenangkan sembelihannya. (HR. Muslim)

Hadits ke-16 Jangan Marah


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبيِّ صلى الله عليه وسلم : أَوصِنِيْ، قَال : (لاَ تَغْضَبْ) فَرَدَّدَ مِراراً، قَال: (لاَ تَغْضَبْ) رواه البُخارِيُّ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan berkata, Berilah aku nasihat. Beliau bersabda, Jangan marah. Orang itu pun mengulangi permintaannya beberapa kali, namun beliau (tetap) bersabda, Jangan marah! (HR. Al-Bukhari)

Sunday, December 23, 2012

Hadits ke-15 Adab-Adab Dalam Islam


عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرَاً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِم جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ) رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia berkata yang baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-14 Kehormatan Darah Seorang Muslim


عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ : (لا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بإِحْدَى ثَلاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّاركُ لِدِيْنِهِ الـمُفَارِقُ لِلجَمَاعَةِ) رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abdullah bin Masud radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Tidaklah darah seorang muslim itu halal kecuali dengan salah satu di antara tiga alasan: orang yang sudah menikah lalu berzina, jiwa dibalas dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya, yang keluar dari jamaah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-13 Kesempurnaan Iman


عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَن النَّبِـي صلى الله عليه وسلم قَالَ: (لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ) رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, Keimanan seseorang tidak sempurna sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-12 Seorang Muslim Meninggalkan Perkara yang Tidak Bermanfaat


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : (مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَيَعْنِيْهِ) حديثٌ حَسنٌ، رواه التِّرمِذيُّ وغَيرُه هَكَذا
Bahasa Indonesia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Di antara tanda bagusnya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. (Hadits hasan; diriwayatkan oleh at-Turmudzi dan yang lainnya)

Hadits ke-11 Meninggalkan yang meragukan


عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الحَسَنِ بنِ عَلِيّ بنِ أبِي طالبٍ سِبْطِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتَ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم : (دَعْ مَا يُرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يُرِيْبُكَ) رواه التِّرمِذيُّ والنسائِي وقال التِّرمِذيُّ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيح
Bahasa Indonesia
Dari Abu Muhammad Hasan bin Ali radhiyallahu anhuma, cucu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan buah hati beliau, beliau mengatakan, Saya menghapal (nasihat) dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Tinggalkan sesuatu yang meragukan dan pindahlah ke sesuatu yang tidak meragukan. (HR. An-Nasai dan at-Turmudzi; at-Turmudzi mengatakan, Hasan shahih.)

Hadits ke-10 Rezeki yang Halal


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : (إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبَاً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ : ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً ) [المؤمنون : ٥١]، وَقَالَ: ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ) [البقرة : ١٧٢] ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاء،ِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ) رواه مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allah itu ath-Thayyib dan tidak menerima kecuali yang baik. Allah memerintah orang mukmin sebagaimana perintah yang Dia berikan kepada para rasul. Allah berfirman (yang artinya), Wahai para rasul, makanlah makanan yang halal dan lakukanlah amal shalih. (QS. Al-Mukminun: 51). Allah juga berfirman (yang artinya), Wahai orang-orang yang beriman, makanlah rezeki yang halal yang kami berikan kepada kalian. (QS. Al Baqarah: 172). Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam menceritakan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya acak-acakan dan berdebu, dia menengadahkan kedua tangannya ke atas, dan berdoa, Ya Rabbi Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia dikenyangkan dengan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan? (HR. Muslim)

Hadits ke-9 Beban Syariat Sesuai Kemampuan


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ). رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Segala hal yang aku larang, jauhilah. Segala hal yang aku perintahkan, laksanakanlah semampu kalian. Sesungguhnya umat sebelum kalian itu binasa disebabkan mereka banyak bertanya dan berseberangan dengan nabi-nabi mereka. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-8 Kehormatan Seorang Muslim


عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: (أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ وَيُقِيْمُوْا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهَمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالَى) رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melaksanakannya berarti mereka telah melindungi darah dan hartanya dari (serangan) kami, kecuali karena hak Islam, sementara hisab mereka Allah yang menanggungnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-7 Agama Adalah Nasehat


عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: (الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ) قُلْنَا: لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ: (للهِ،ولكتابه، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ). رواه مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dary radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Agama itu nasihat. Kami bertanya, (Nasihat) untuk siapa, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, (Nasihat) bagi Allah, kitab-Nya, para rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin, dan masyarakat umum. (HR. Muslim)

Hadits ke-6 Halal dan Haram Telah Jelas


عَنْ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بِشِيْر رضي الله عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (إِنَّ الحَلالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَات لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاس،ِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرأَ لِدِيْنِهِ وعِرْضِه، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَقَعَ فِيْهِ. أَلا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَىً . أَلا وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ، أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ). رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Abdillah an-Numan bin Basyir radhiyallahu anhuma, beliau mengatakan, Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, namun di antara keduanya ada perkara yang meragukan (syubhat), di mana banyak orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi hal-hal syubhat, berarti dia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang mendekati syubhat, berarti dia akan terjerumus ke dalam keharaman, sebagaimana seorang pengembala yang menaruh hewannya di dekat padang rumput yang dilindungi, hampir saja binatangnya menerjang padang rumput. Ketahuilah, bahwa setiap raja itu memiliki daerah yang dilindungi. Ketahuilah, bahwa daerah Allah yang dilindungi adalah segala hal yang haram. Ketahuilah, bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal darah. Jika segumpal darah ini baik maka seluruh tubuh akan baik, dan jika segumpal darah ini jelek maka seluruh tubuh akan jelek. Segumpal darah itu adalah hati. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-5 Menolak Kemungkaran Dan Bid'ah


عَنْ أُمِّ المُؤمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللهُ عَنْهَا - قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : (مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ) رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ، وفي رواية لـمُسلِمٍ (مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ).
Bahasa Indonesia
Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang membuat-buat hal yang baru dalam urusan kami (ibadah) yang tidak ada dasarnya dari agama maka perbuatan itu tertolak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam salah satu riwayat Muslim disebutkan, Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak memiliki dasar dalam agama kami maka amal itu tertolak.

Hadits ke-4 Nilai Amal Sesuai Dengan Penghujungnya


عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوْقُ: (إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ،ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ،ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيَنفُخُ فِيْهِ الرٌّوْحَ،وَيَؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَالله الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَايَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا). رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Masud radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberitahukan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan yang dibenarkan, Sesungguhnya, proses penciptaan kalian di dalam perut ibu berlangsung selama 40 hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah yang menggantung selama 40 hari juga, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari juga. Kemudian, Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh ke janin dan diperintahkan mencatat empat ketetapan: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan penghujung hidupnya, apakah menjadi orang bahagia atau orang celaka. Demi Dzat yang tiada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya ada orang yang mengamalkan amalan penghuni surga, hingga jarak antara dia dengan surga tinggal satu hasta, namun ketetapan takdir mendahuluinya, kemudian dia mengamalkan amalan penduduk neraka, kemudian dia masuk neraka. Ada pula orang yang mengamalkan amalan penduduk neraka, hingga jarak antara dia dengan neraka tinggal satu hasta, namun ketetapan takdir mendahuluinya, kemudian dia mengamalkan amalan penduduk surga, kemudian dia masuk surga. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ke-3 Rukun Islam


عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البِيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ). رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Bahasa Indonesia
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhuma, dia mengatakan, Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Islam itu dibangun di atas lima tiang: syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah, dan berpuasa ramadan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Saturday, December 22, 2012

Hadits ke-2 Islam, Iman, Dan Ihsan


عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَيضاً قَال: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِـي صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُولُ الله،وَتُقِيْمَ الصَّلاَة، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ،وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً)، قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: (أَنْ تُؤْمِنَ بِالله،وَمَلائِكَتِه،وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ،وَالْيَوْمِ الآَخِر،وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ)، قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ، قَالَ: (أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ)، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: (مَا الْمَسئُوُلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ)، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِها، قَالَ: (أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا،وَأَنْ تَرى الْحُفَاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ)، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثَ مَلِيَّاً ثُمَّ قَالَ: (يَا عُمَرُ أتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟) قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوله أَعْلَمُ، قَالَ: (فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ). رواه مُسلِمٌ 
Dari Umar radhiyallahu anhu, dia menceritakan, Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak ada bekas-bekas datang dari perjalanan pada dirinya, namun tidak ada satu pun di antara kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk di dekat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dia menempelkan lututnya ke lutut Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan meletakkan telapak tangannya di atas paha Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian dia bertanya, Wahai Muhammad, sampaikan kepadaku apa itu islam! Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Islam adalah engkau bersyahadat bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadan, dan melaksanakan haji ke baitullah jika engkau mampu pergi ke sana. Orang ini berkata, Engkau benar. Umar pun mengatakan, Kami terheran, dia bertanya lalu dibenarkannya sendiri. Orang tersebut bertanya, Sampaikan kepadaku tentang apa itu iman! Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Iman itu adalah bahwa engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir, serta beriman kepada takdir baik maupun buruk. Orang tersebut menyahut, Kamu benar. Sampaikan kepadaku tentang apa itu ihsan! Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Ihsan adalah bahwa engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu. Orang itu bertanya, Sampaikan kepadaku, kapan kiamat tiba! Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Orang itu bertanya lagi, Sampaikan kepadaku tentang tanda-tandanya! Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab. Budak-budak wanita akan melahirkan tuannya, dan engkau akan melihat orang yang tidak memakai alas kaki, suka tidak memakai baju, miskin, dan pengembala kambing berlomba-lomba dalam membuat bangunan yang tinggi. Kemudian orang tersebut pergi, sementara aku (Umar) diam beberapa hari. Setelah itu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya, Wahai Umar, tahukah kamu, siapa orang yang kemarin bertanya-tanya? Umar mengatakan, Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian. (HR. Muslim)

Hadits ke-1 Semua Amal Tergantung Niat


عَنْ أَمِيرِ المؤمِنينَ أَبِـي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ تعالى عنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ يَقُولُ: (إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُولِه فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ وَرَسُولِه، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَو امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ) رَواهُ إِماماَ الـمُحدِّثِين أبو عَبدِ الله مُـحَمَّدُ بنُ إسماعيلَ بنِ إِبراهِيمَ بنِ الـمُغِيرةِ بن بَرْدِزْبَهْ البخاريُ، وأبو الـحُسَينِ مُسلِمٌ بنُ الحجَّاجِ بنِ مُسلِمٍ القُشَيرِي النَيسابُورِي، فِي صَحِيحَيْهِما اللَذَينِ هُماَ أَصَحُّ الكُتُبِ الـمُصَنَّفَة
Bahasa Indonesia
Dari Amiril Mukminin, Abu Hafs, Umar bin Al Khothob, radliallahu anhu, beliau berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya amal itu hanya dinilai berdasarkan niatnya, dan sesungguhnya pahala yang diperoleh seseorang sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang niat hijrahnya menuju Allah dan RasulNya maka dia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan RasulNya. Dan siapa yang hijrahnya dengan niat mendapatkan dunia atau wanita yang ingin dinikahi maka dia hanya apa yang dia inginkan.(Diriwayatkan oleh dua Imam ahli hadis, Abu Abdillah, Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An naisaburi, dalam dua kitab shahih mereka, yang merupakan dua karya tulis yang paling shahih)

Dunia Telah Mengubah Semuanya Selain Engkau Wahai Abu Ubaidah

Ketika Umar ibn Khattab masuk Syam saat menjadi Amiril Mukminin, ia berkata kepada Abu Ubaidah yang saat itu menjadi pemimpin perang di syam, "Mari pergi bersamaku ke rumahmu"

Abu Ubaidah menjawab "Apa yang engkau lakukan di rumahku, Engkau tidak menghendaki , kecuali engkau akan memeras air matamu atas keadaanku." Umar pun memasuki rumah Abu Ubaidah dan dia tidak melihat sesuatu."

Umar bertanya "Di manakah hartamu ? sesungguhnya rumah yang kosong adalah rumah pemimpin Syam, di mana hartamu ? aku tidak melihat, kecuali hamparan tikar dan panci tempat air minum, sedangkan engkau adalah pemimpin. Apakah engkau mempunyai makanan ?"

Abu Ubaidah berdiri menuju keranjang sambil mengambil beberapa potongan roti kecil kecil seraya berkata, "Aku telah bilang kepadamu, sesungguhnya engkau hanya akan menguras air matamu atas keadaanku wahai Amirul  Mukminin. Sudah cukup apa yang sampai kepadamu berita tentangku"

Umar berkata kepada Abu Ubaidah, "Dunia telah mengubah kita semua selain engkau ya Abu Ubaidah."

Umar menangis ketika melihat kezuhudan Abu Ubaidah akan dunia yang dia miliki, yaitu fasilitas untuk hidup dalam istana  seperti para pemimpin dan hakim disepanjang zaman dan negara. umar berkata "Dunia telah mengubah kita semua . . . .


Semoga Allah Mengasihi Abu Bakar yang Telah Menyusahkan Orang Setelahnya

Kekuasaan Abu Bakar hanya berjalan dua tahun beberapa bulan dan ketika ajal akan menjemputnya, beliau berkata kepada putrinya Aisyah, “Lihatlah segala sesuatu yang lebih di dalam hartaku, mulai aku menjadi pemimpin dan kembalikan pada pemimpin setelahku.”
Aisyah berkata, “Ketika beliau wafat, aku meneliti hartanya dan aku tidak melihat kelebihan dalam hartanya, kecuali timba unta yang dibuat untuk menyirami kebun dan budak Nauby (yang tugasnya bergilir) yang merawat anaknya. Akupun mengirimnya kepada Umar”
Umarpun menangis seraya berkata “Semoga Allah mengasihani Abu Bakar sesungguhnya dia telah memberatkan dengan sangat kepada (pemimpin) setelahnya.

Friday, December 21, 2012

Abdullah ibn Umar Menangis Takut kepada Allah

Abdullah ibn Umar adalah putra Umar ibn Khattab, Ia masuk Islam sebelum ayahnya, ketika usianya belum baligh. Ia ikut hijrah sebelum ayahnya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia masuk islam bersama ayahnya. Akan tetapi, riwayat yang lebih terkenal adalah ia masuk Islam sebelum ayahnya.

Kata Aisyah, "Aku tidak mengetahui orang yang paling banyak mengikuti jejak Rasulullah Saw. Lebih dari ibn Umar."

Ia sangat antusias mengikuti jejak Rasulullah Saw. Dalam segala tindakannya. Jika ia melakukan sesuatu dan ditanya tentang perbuatannya itu, ia selalu menjawab, "Aku melihat  Rasulullah Saw. Pernah melakukan hal ini."

Abu Nu'aim menyebutkan dalam kitab al-Hilyah dari Abu Qasim ibn Abi Bazzah bahwa ia mendengar Ibn Umar membaca firman Allah surah Al-Muthaffifin sampai firman Allah, "(Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta Alam." (QS Al Muthaffifin :6)

Ia menangis dan pingsan, tidak dapat melanjutkan bacaannya, (Shifatu al-Shafwah)

Mu’adz ibn Jabal Menangis karena Takut Kepada Allah

Mu’adz ibn Jabl adalah seorang sahabat dari Anshar, Ia ikut dalam perjanjian Aqabah yang terbesar bersama sejumlah orang Anshar ketika ia berusia delapan belas tahun. Ia termasuk sahabat yang paling mengerti tentang masalah halal dan haram.
Nabi Saw. Pernah bersabda tentang pribadi Mu’adz ibn Jabal sebagai berikut :
“Sungguh Mu’adz ibn Jabaladalah tokoh ulama yang terkemuka”
Ibn Umar berkata, “Aku pernah bertemu dengan Mu’adz ibn Jabal ketika ia menangis, Aku bertanya, apa yang menyebabkan Engkau menangis  ?”
Mu’adz ibn Jabal “Aku menangis karena Nabi Saw pernah bersabda :
“Sungguh perasaan Riya’ yang paling ringan adalah syirik. Hamba Allah yang paling disenangi oleh Allah adalah orang orang yang bertakwa yang menyembunyikan dirinya. Jika mereka tidak ada, mereka tidak dicari orang, jika mereka ada, mereka tidak dikenal orang. Mereka adalah para penghulu hidayah dan para pelita ilmu,” (HR Al Hakim dan Abu Nu’aim dalam al Hilyah)