Friday, June 8, 2012

Sang Kyai 53


“Ya kalau tak di larikan kan nanti uangnya di minta lagi, begitu cerita Hasim, ya Hasim sama kedua temannya dapat uang sekarung.” jelas Furqon. “Siapa sih yang lagi ketimpa susah kayak aku ini kalau tak kepingin dapat uang yang banyak untuk menutupi utang, bayangkan aku ini bayar utang, dengan ngutang lagi, kadang aku sendiri sampai benci sama Rhoma Irama.”
“Memangnya kenapa dengan dia?”
“Ya dia nyanyikan bayar utang pakai hutang, jadinya aku yang ngalami.”
“Terus kelanjutan ceritanya bagaimana?”
“Ya Aku bersama Sanip dan Klewer bareng-bareng menjual sate untuk setan, klewer yang kebagian membakar sate, Sanip yang kebagian menawarkan sate, dan menerima uang pembayaran, jadi klewer membakar sate, lalu Sanip yang menawarkan sate dengan mengatakan, “ayo…, ayo… para hantu, para kuntilanak, para setan, genderuwo, jin dedemit, ayo semua datang, membeli sate….” kata -kata itu di ulang-ulang, sampai para hantu semua pada datang, sementara aku sendiri kebagian menunggu dengan motor siap jalan, dalam rencana nanti si Sanip akan menawarkan, dan berkata “ini harga setusuk seharga uang seperti ini sekarung, sambil menyodorkan uang ratusan ribu, nah hantu nanti akan mengambil uang sekarung untuk membayar sate yang kami beli.” cerita Furqon.
“Lalu dedemit pada datang?” tanyaku penasaran dengan pekerjaan orang yang nggenah itu.
“Iya…. mereka pada datang, ada yang kuntilanak, pocong, orang yang hancur wajahnya, pokoknya menyeramkan sekali, aku yang dari jauh saja ketakutan setengah mati, apalagi yang dekat, si Sanip sudah gemeteran menawarkan sate, tapi herannya mereka hanya melihat dari jauh, tak ada yang mendekat.”
“Ya mungkin saja mereka tak punya uang.” kataku.
“La kok sebelumnya Hasim dapat uang?”
“ya bisa jadi uangnya sudah habis di ambil Hasim semua, jadi sudah tak punya sisa sama sekali.”
“Lalu apa bener kemudian tak dapat uang, hanya di lihati hantunya saja?” tanyaku pada Furqon.
“Iya kami akhirnya tak dapat apa-apa, malah setelah kejadian itu kok kayaknya aku ini ngantukan banget, kalau sudah ngantuk wah ndak bisa di tahan, kayak di punggung ada yang minta gendong.”
“Sekarang ngantuk?”
“Sekarang sih tidak, cuma biasanya kadang lagi membawa penumpang ojek, aku tak sadar tertidur, bahkan kadang karena tak tahannya tak jarang aku jalan, lalu berhenti dulu untuk tidur, bisa di pos kampling, emperan toko, bahkan juga di atas motor, jadi motor aku pinggirkan lalu aku tidur saja, di atasnya.”
“Itu pengaruh kekuatan para setan yang di panggil itu.”
“Lalu bagaimana solusinya?”
“Ya nanti ku kasih air, di pakai mandi dan di minum, moga saja pengaruh aura hitamnya segera musnah.”
“Aku ini sebenarnya sudah berpindah-pindah mengikuti aliran, dulu di Bogor juga pernah mengikuti aliran betara karang.”
“Wadoh apa lagi itu?”
“Itu aliran yang isinya para penjual makanan keliling semua, karena aku ini juga penjual makanan keliling, maka aku di ajak temanku untuk mengikuti aliran itu.”
“Kayak bagaimana alirannya?”
“Itu aliran ada pemimpinnya, dan pemimpinnya itu kalau mau di tanya soal masalah anakbuah, maka dia kerasukan dulu, lalu bisa menjawab dengan tepat permasalahan semua yang hadir, misal mau menempati warung, ini cocok apa tidak, ke depannya lancar tidak menambah gerobak dan lain-lain.
Dan anehnya kebanyakan cocok, dan pas jawabannya dengan kenyataan, misal soal membuat gerobak baru, nanti di jawab akan ada yang menawari beberapa gerobak, jadi tak usah membuat yang baru, anehnya kok ada yang benar-benar menawarkan gerobak baru, apa tak aneh itu mas kyai?
Lalu ada juga yang misal di suruh jualan di satu daerah karena di daerah sebelumnya tak laku, maka orang yang di suruh pun menuruti, anehnya setelah pindah mengikuti saran itu, maka jualannya jadi laris sekali.” jelas Furqon bersemangat.
“Gini lo ya mas Furqon, jadi segala sesuatu itu tak lantas kemudian ini bisa laris, atau itu sesuai kenyataan, atau apa yang di ramalkan menjadi nyata, atau sesuai dengan kejadian, jadi kita ini kembalikan ke asal, kita ini di ciptakan di dunia kan untuk mengabdikan diri kepada Alloh, itu pegang kuat-kuat sebagai dasar, sebab itu akan mempengaruhi bagaimana nantinya penilaian kita terhadap segala sesuatu, ini kan sama saja kita menjadi kaya raya, berhasil usahanya karena nyupang, karena secara lahirnya tak sama, tapi secara kenyataannya kan sama, sama-sama kita meminta kepada jin setan, dan jelas itu membunuh aqidah kita sendiri, maka sampean sekarang itu susah, kenapa? karena sampean percaya dengan arahan jin, kalau sampean percaya dengan arahan jin, maka Alloh sudah sama sekali tak perduli dengan sampean, dan sampean sudah di serahkan nasibnya pada jin, la jin sendiri, pertama kan maunya memperdaya, la kalau sampean sudah terperdaya, ya ngapain juga ngurus sampean, mereka nyari orang lagi agar bisa di perdaya, jadi sampean sudah di tinggalkan.” jelasku.
“Kita itu jangan lantas mudah takjub dengan hal-hal yang aneh-aneh, sekarang apa hebatnya hal yang aneh-aneh, jika itu kita tukar dengan selamanya di neraka, maka tak hebat sama sekali, apalagi sekarang kan sudah jelas terlihat, sampean hidupnya susah, la yang jelas hidupnya enak, kayak orang-orang kaya yang nyupang, menjalani perjanjian dengan jin saja tak menguntungkan sama sekali karena apa? karena di tukar dengan aqidah keimanan kita, la dunia ini kan sementara, lalu kalau kita kemudian mati di neraka selamanya, bukankah itu amat merugikan?”
“Iya saya juga tau… tapi kadang kesusahan hidup lebih menyudutkan saya untuk menjalankan hal-hal yang di luar kendali akal.” jawab Furqon.
“Ya seseorang itu ada masa sulit, ada masa bahagia, itu kan dunia, wong makan enak aja harus menguras isi perutnya, tak asal di isi saja, dan kesusahan manusia itu alami, wajar, yang penting adalah ketika mengalami kesusahan kita itu kembali tidak kepada Alloh, rodadnahu asfala safilin, illalladzina amanu wa amanussholikhati, manusia itu akan di kembalikan dalam keadaan susah, payah, derajat rendah, kecuali orang-orang yang berbuat benar, benar menurut agama dan ajaran Rosulullah, sampean susah, karena Alloh telah menyerahkan nasib sampean kepada syaitan, tidak di tolong oleh Alloh, sementara syaitan sudah lepas tangan dengan sampean, sebab tujuan syaitan itu menyesatkan, kalau yang di sesatkan sudah sesat, ya ngapain lagi di urus, syaitan akan berusaha mencari korban baru, sementara sampean sendiri sudah tidak di urusi Alloh, minta sudah tidak di ijabah, ya ujung-ujungnya sumpek, dan satu kesalahan itu kalau tidak di sadari, maka akan merambat ke kesalahan selanjutnya, dan selalu seperti itu.


Karya : Febrian