Tuesday, June 19, 2012

Majelis 04 - Bertaubat Kepada Allah swt.


PADA hari Ahad pagi 10 Syawal 545 H, di madrasahnya, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rah.a. menyampaikan sebuah hadits Nabi saw : 

"Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikan, maka cepat cepatlah mendatanginya, sesungguhnya ia tidak tahu kapan pintu itu akan ditutup baginya."
Bersegeralah mengambil keuntungan dari pintu kehidupan selagi belum ditutup untukmu. Perbanyaklah melakukan amal-amal baik selagi masih ada kesempatan. Cepatlah memasuki pintu taubat selagi pintu itu terbuka bagimu. Gunakanlah pintu do'a selagi ia terbuka untukmu. Gunakanlah kesempatan bergaul dengan orang-orang shalih selagi kesempatan itu terbuka untukmu. Bangunlah apa yang telah kamu rusakkan. Cucilah apa yang telah engkau lumuri dengan najis. Perbaikilah sesuatu yang telah engkau robohkan. Bersihkanlah apa Baja yang telah engkau kotori. Kembalikanlah apa yang telah engkau ambil. Kembalilah kepada Tuhan-Mu dari kepergian dan larimu. Wahai ghulam, tidak ada di sini kecuali Al-Haq Azza wa Jalla. Jika engkau bersama Khaliq, maka engkau adalah hamba-Nya. Jika engkau bersama makhluk, maka engkau adalah hamba mereka. Tidak ada alasan bagimu, sehingga mengembara hatimu. Tinggalkan raja segala sesuatu dengan nuranimu. Tidak tahukah engkau bahwa pencari Al-Haq Azza wa Jalla mesti meninggalkan semuanya. Sungguh, dia harus yakin bahwa segala sesuatu adalah makhluk, sedangkan makhluk merupakan hijab antara dirinya dengan-Nya. Dengan apa pun dia bersamanya akan menjadi hijab baginya.

Wahai ghulam, janganlah engkau malas. Malas itu selalu membuahkan penyesalan. Bermurahlah dalam beramal, maka engkau akan mendapatkan Al-Haq Azza wa Jalla di dunia dan akhirat. Abu Muhammad Al-'Ajami rah.a. berkata, "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang baik." Sebenarnya dia bermaksud mengatakan, "Ya Allah, jadikanlah aku orang yang baik," tetapi lidahnya tidak sampai. Orang yang merasakan akan mengetahuinya. Baik dalam bergaul dengan makhluk serta menjaga batas-batas agama dan meraih ridha-Nya, sungguh didalamnya terdapat kebaikan. Diterimanya suatu amalan atau ditolaknya amalan itu ada tandanya bagi orang-orang yang bersih dan terpilih.

Wahai ghulam, pasanglah jaring-jaring do'a, kembalilah pada ridha. Janganlah engkau berdo'a dengan lidah sedangkan hatimu menentang. Pada Hari Kiamat, orang akan ingat apa yang ia perbuat sewaktu di dunia, baik berupa kebaikan atau keburukan. Penyesalan di sana tidak akan berguna. Dzikir di sana juga tidak akan berguna. Yang penting adalah sekarang, sebelum mati. Mengingat buah dan biji sewaktu panen tidaklah ada gunanya. Nabi saw. bersabda:

"Dunia itu ladang akhirat. barangsiapa menanam kebaikan akan mendapat apa yang ia inginkan. Barangsiapa menanam keburukan akan mendapat penyesalan."
Jika datang kebaikan kepadamu, engkau baru tersentak dan sadar. Namun kesadaran pada waktu itu tidak ada artinya. Ya Allah, bangunkan kami dari lelapnya kelalaian dan kebodohan ini. Wahai ghulam, berteman dengan orang-orang bodoh akan menjauhkan dirimu dari orang-orang baik (para kekasih). Berjalan di bawah naungan kitab Allah swt. Dan sunah Rasul-Nya saw. akan membawamu kepada kejayaan. Malulah kepada Allah. Janganlah engkau lalai, janganlah engkau menyia-nyiakan waktumu dengan menyibukkan diri mengumpulkan apa yang tidak engkau makan. Janganlah engkau mengangan-angankan sesuatu yang tidak dapat engkau temukan dan membangun sesuatu yang tidak akan engkau tempati. Semua itu telah menghalangimu menuju ke hadirat Allah swt. di kemah dzikrullah. Dzikrullah di hati orang-orang yang ma'rifat telah melupakannya pada sesuatu yang lain. Jika keadaan telah demikian, maka surga menjadi tempat tinggal, surga menjadi pilihan, dan surga adalah tempat yang dijanjikan. Sesuatu yang istimewa di dunia ini adalah ridha dan takdir, dan dekatnya hati kepada Allah swt., bermunajat kepada-Nya, dan terangkatnya hijab antara dia dengan-Nya. Orang yang memiliki. hati demikian, dalam khalawatnya bersama Al-Haq Azza wa Jalla dalam semua keadaannya merupakan sesuatu yang tidak terlukiskan. "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Q.s. Asy-Syura : 11). Adapun sesuatu yang dijanjikan itu adalah orang-orang mukmin akan memandang wajah Allah swt. tanpa hijab. Tidak diragukan lagi, semua kebaikan datangnya dari Allah dan semua kejahatan dari selain Dia. Kebaikan itu adalah dalam menghadap kepada-Nya dan keburukan itu karena berpaling dari-Nya. Setiap aural yang engkau harapkan upahnya adalah untukmu, dan setiap aural yang dilakukan karena Dia berarti untuk-Nya. Jika engkau beramal dan meminta ganti, maka balasannya adalah makhluk. Jika engkau beramal untuk mencari ridha Allah swt., balasannya adalah kedekatanmu dengan-Nya dan memandang kepada-Nya, kemudian engkau tidak minta ganti atas semua amalmu. Apalah artinya dunia, akhirat, dan segala sesuatu selain Dia, jika dibandingkan dengan Dia?

Carilah Yang Memberi nikmat, jangan hanya mencari nikmat. Carilah tetangga sebelum mencari rumah. Dialah yang ada sebelum segala sesuatu ada. Dialah yang mengadakan segala sesuatu, dan uang itu ada sesudah sesuatu. Engkau harus selalu mengingat maut, sabar dalam menghadapi ujian, dan bertawakal kepada Allah dalam semua keadaan. Jika engkau memiliki tiga hal tersebut, kerajaan akan datang kepadamu. Dengan mengingat maut, benarlah zuhudmu. Dengan bersabar, engkau akan berhasil memperoleh apa yang engkau inginkan dari Tuhanmu. Dan dengan tawakal, segala sesuatu akan keluar dari hatimu, dan engkau akin berhubungan dengan Tuhanmu Azza wa Jalla. Dunia, akhirat, dan segala sesuatu selain Dia akan tunduk kepadamu kemudian akan menghampirimu dari segala penjuru. Demikian pula perlindungan dan penjagaan. Tuhanmu akan menjagamu dari segala arah. Tidak ada jalan bagi satu makhluk pun yang hendak menyakitimu. Segala arah tertutup, semua pintu terkunci. Jika demikian, engkau termasuk orang yang disebut oleh Allah swt., "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka." (Q.s. Al-Isra': 65).
Bagaimana mungkin dapat menguasai orang-orang muwahid dan mukhlis yang tidak pernah memamerkan arnalan mereka. Bukti akan berbicara di akhir, bukan di awal. Pada permulaan, semuanya bisu, tetapi pada akhirnya semuanya berbicara. Orang yang ikhlas, kerajaannya berada dalam hatinya, kekuasaannya berada dalam nuraninya. la tidak menghiraukan yang zhahir dan yang batin. Hendaklah engkau selalu menyembunyikan keadaanmu sampai sempurna hingga hatimu sampai kepada Tuhanmu Azza wa Jalla. Jika engkau telah sempurna dan sampai, ketika itu engkau tidak mempedulikan apa pun. Bagaimana mungkin engkau akan mempedulikannya, sedangkan keadaan telah terbukti, dan engkau telah berdiri di maqammu. Di sisimu, manusia hanyalah seperti pohon dan batu. Pujian atau cercaan sama saja bagimu. Mereka menerima atau berpalingjuga sama Baja bagimu. Engkau berjalan mempengaruhi mereka dengan izin Tuhannya. Allah swt. akan memberikan pemecahan dan pengukuhan kepada tangan hatimu dan memberi tanda kepada tangan nuranimu. Tak ada pembicaraan sebelum semua ini terbukti. Jika tidal, jadilah engkau orang yang berakal, janganlah engkau mencela. Jika engkau buta, carilah orang yang membimbingmu. Jika engkau bodoh, carilah orang yang mengajarimu. Jika engkau telah mendapatkannya, berpeganglah dengannya, ikutilah ucapan dan pendapatnya, mintalah petunjuk untuk mencapainya. Jika engkau sampai pada pencapaian, duduklah di sana sampai terbukti ma'rifatmu kepada-Nya. Ketika itu akan datang kepadamu orang-orang yang tersesat, dan engkau menjadi tangga bagi para fuqara dan orang-orang miskin, termasuk orang yang menjaga rahasia Allah s-,vt. dan berakhlak balk dengan manusia.

Mengapa engkau tidak mencari Al-Haq Azza wa Jalla dan keridhaan-Nya, tetapi justru sibuk mencari selain Dia? Tidakkah engkau mendengar firman Allah swt., "Di antaramu ada yang menghendaki akhirat." (Q.s. Ali'Imran: 152). Dan di tempat lain, Allah swt. berfirman, "Mereka menghendaki keridhaan-Nya." (Q.s. Al-kahfi: 27). Jika datang padamu tangan kecemburuan, ia akan menyelamatkanmu dari segala sesuatu selain Al-Haq Azza wa Jalla, dan membawamu ke pintu kedekatan dengan Al -Haq Azza wa Jalla. Maka,

“Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang haq." (Q.s. Al –Kahfi : 45).
Jika hal ini telah sempurna bagimu, dunia dan akhirat akan datang padamu untuk melayanimu tanpa susah payah. Ketuklah pintu Al-Haq Azza wa Jalla. Tetaplah berada di pintu-Nya. Sesungguhnya jika engkau tetap di sana, bisikan hati itu akan nyata sehingga engkau dapat mengenali bisikan nafsu maupun bisikan keinginan, bahkan bisikan hati, bisikan iblis, maupun bisikan malaikat. Akan dikatakan kepadamu, "Ini adalah bisikan yang benar," "ini adalah bisikan yang bathil." Engkau akan mengetahui sesuatu dengan tanda-tanda. Jika engkau telah mencapai maqam ini, maka akan datang kepadamu bisikan Al-Haq Azza wa Jalla yang akan mendidikmu dan meneguhkanmu, yang akan membimbingmu berdiri, duduk, bergerak maupun diam, serta yang akan memerintahkan dan mencegahmu.

Janganlah engkau meminta tambahan atau pengurangan, maju atau mundur. Sesungguhnya takdir telah digariskan untuk setiap diri engkau. Bagi setiap dirimu memiliki catatan tertentu dan sejarah tertentu. Seperti yang disabdakan Nabi saw., "Tuhanmu telah menyelesaikan perkara penciptaan, rezeki, dan ajal. Pena telah kering dengan apa yang mesti terjadi." Allah swt. telah menyelesaikan segala sesuatu. Ketentuan Allah telah ditetapkan dahulu. Tetapi ketetapan itu telah datang, ditutupi perintah dan larangan. Tidak boleh seorang pun menentang ketetapan itu. "Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai." (Q.s. Al-Anbiya' : 23). Wahai ghulam, dalam beramal jalankanlah syari'at dan laksanakanlah tuntunan kitab yang akan membawa kepada batin-Nya. Jika engkau mengamalkan zhahirnya, maka akan datang kepadamu kepahaman batinnya. Yang pertama kali paham adalah nuranimu, kemudian hatimu, badanmu, lalu lidahmu, kemudian makhluk lainnya. Hal itu akan mengimbas kepada mereka untuk kemaslahatan dan kemanfaatan mereka. Wahai, alangkah beruntungnya kamu jika mengikuti Al-Haq Azza wa Jalla dan mencintai-Nya. Celaka, engkau mengaku mencintai Allah swt. Tidakkah engkau mengetahui bahwa cinta itu ada syaratnya? Bukti cinta dan kesetiaan-Nya bagimu dan bagi orang lain adalah engkau tidak lagi mencintai siapa pun selain Dia. Engkau hanya berdamai bersama-Nya dan tidak gelisah bersama-Nya. Jika cinta Allah swt. bersemayam di hati hamba, tentu dia akan merasa damai bersama-Nya dan membenci segala sesuatu yang mengganggunya bersama-Nya. Bertaubatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Yang penting bukan taubatmu, tetapi keteguhanmu dalam bertaubat. Yang lebih penting bukan menanamnya tetapi merawat tanaman itu hingga berbuah.

Tetaplah mencintai Al-Haq Azza wa Jalla dalam keadaan susah maupun senang, kaya atau miskin, sehat atau sakit, makmur atau pailit. Sungguh, aku tidak melihat obat untukmu kecuali tunduk kepada Al-Haq Azza wa Jalla. Manakala telah ditentukan sesuatu atasmu, janganlah gelisah, jangan menentang-Nya, apalagi mengadukan-Nya kepada selain Dia. Yang demikian itu hanyalah akan menambah kesakitan saja. Tetapi diam dan tahanlah di hadapan-Nya. Perhatikanlah apa yang diperbuat-Nya terhadapmu, dan mengapa engkau suka agar Dia mengubahnya bila engkau telah bersama-Nya. Dia pasti akan mengubah kegelisahan menjadi kedamaian. "Ya Allah, jadikanlah kami berada dalam hadirat-Mu dan bersama-Mu. Berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka."