Wednesday, November 17, 2010

Qurban

A
da satu pemandangan yang sering menggelitik hati saat hari qurban tiba, ratusan orang antri daging qurban, berdesakan sampai ada yang terjepit, terinjak, sampai pingsan. Fenomena ini dari waktu ke waktu selalu kita lihat, padahal secara logika mestinya tidak terjadi.

Kenapa ? Hitung hitungannya begini : bila jumlah orang kaya muslim 10% saja dari penduduk indonesia, artinya bila 10 % muslim kaya tersebut semua berkurban 1 ekor kambing saja berarti 9 orang miskin indonesia akan mendapatkan 1/9 ekor kambing.

1/9 ekor kambing itu jumlah yang sangat besar ! Mungkin 2 atau 3 kg daging, belum lagi kalau keluarga kaya muslim yg mestinya berkurban itu menyembelih 2 atau 3 ekor kambing ( untuk anak dan istri). Berarti 1 keluarga fakir miskin bisa memperoleh 1 paha kambing ! So kondisi sekarang mencerminkan bahwa jumlah muslim kaya yang berkurban mungkin hanya 0.01% saja sehinga moment qurban tidak terasa bagi fakir miskin di Indonesia.

Kapan kita bisa melihat panitia qurban kesulitan membagi daging kurban karena melimpahnya daging qurban dan sedikitnya orang yg bersedia menerima daging qurban?

Saya dengan istri mencoba menghitung secara kasar saat shalat ied kemarin di sebuah masjid, berapa jumlah hewan qurban dan berapa jumlah mobil yang diparkir di halaman masjid tersebut. Jumlah hewan qurban 4 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Sementara jumlah mobil yang parkir puluhan buah.

Disini secara kasar kita bisa melihat bahwa banyak muslim yg sanggup bawa mobil tetapi tidak sanggup berkurban hewan sembelihan, saya tidak tahu apa yang membuat banyak orang kaya muslim yang tidak mau berkurban, tetapi saya yakin bahwa mereka tahu hukum berkurban.

Sepanjang mendengarkan kutbah saya membayangkan Bapak para nabi Ibrahim dengan tulus ikhlas bersedia mengurbankan anak tercinta Nabi Ismail, harta termahal yang Nabi Ibrahim miliki, menyembelih permata hati yang kehadirannya ditunggu selama bertahun tahun kini harus beliau sembelih. Kini kita sebagai muslim hanya diminta untuk menyembelih binatang qurban ! Dan sebagian dari kita yang mampu membeli mobil (bahkan tidak cuma satu) masih enggan untuk ber qurban hewan sembelihan.

Saya sering berbincang dengan kawan kawan yang punya motor, mobil dan rumah cukup bagus, gimana mas qurban berapa tahun ini ? Jawabannya sering kali klasik ...... Waduh mas .... Kayaknya tahun ini tidak bisa qurban nih, rejeki sedang seret, mudah mudahan tahun depan dech ! Dan Alhamdulillah tahun depannya tidak bisa ber Qurban lagi !!!!

Empat belas tahun yang lalu seorang teman mengajarkan kepada saya agar enteng dan bisa ber qurban, caranya sangat sangat sederhana, yang pertama saya disuruh berniat tahun 1996 akan qurban 1 ekor kambing.
Kemudian kita harus tahu berapa harga kambing saat itu. Nah tiap hari saya masukin ke celengan uang uang kecil ataupun besar dikit hehe, tiap bulan kita wajibkan masukin ke celengan agar 12 bulan kemudian cukup untuk membeli kambing.

Alhamdulillah ketika hari qurban tiba jumlah celengan culup untuk membeli satu ekor kambing, pengalaman ini sangat berkesan bagi saya, uang sisa naik angkot setiap hari kerja selama setahun bisa untuk membeli satu ekor kambing. Bagi kawan kawan yang mrrokok, anda bisa berhenti merokok setiap hari dan masukin ke celengan 5 ribu rupiah per hari - sebulan 150 ribu - setahun 1.6 juta so anda bisa berqurban dan tubuh lebih sehat.

Sekali anda ber Qurban saya jamin tahun tahun berikutnya anda akan berQurban, karena ber Qurban itu Nikmat, nikmat menjalankan perintah Allah, Nikmta melihat wajah wajah penuh bahagia membawa daging qurban, nikmat berbagi dengan sesama.

Bila tips sederhana tersebut dijalankan, berkurban itu ndak berat, kalau kita sanggup beli mobil, motor ataupun rokok kita mestinya sanggup membeli hewan qurban. Dan kita tidak lagi akan melihat nenek nenek berebut, terjepit dan terinjak injak untuk 2 ons daging qurban. Mari kita buat panitia qurban bekerja keras kesulitan membagi daging qurban karena melimpahnya daging qurban yang harus dibagi