Thursday, April 2, 2009

Imajinasi "Kekuatan Sebuah Impian"

Aneh, kok bisa ya semua impian dalam Dream Book ABC saya terwujud?”

Gumaman dalam hati ini muncul setelah 2 tahun mengikuti kelas pelatihan Awareness Before Change (ABC) pertama saya sekitar tahun 2001, dari Master Trainer ABC Bpk. Col. Haji Izaideen Samsoodeen dari Malaysia, beliau adalah murid langsung dari Bob Proctor “The Secret”. Dan, saya mengikuti kelas pelatihan ABC ini sampai 8 kali, baik di Indonesia maupun di Malaysia.

Salah satu impian waktu itu adalah menjadi Pembicara Publik yang masuk TOP 10 di Indonesia. Saat menuliskan impian tersebut, saya belum menuliskan istilah MOTIVATOR. Baru setelah 2 tahun karir sebagai pembicara publik, salah satu majalah me-rating para Motivator dan saya dinilai sebagai salah satu TOP 20, mulai sejak itulah saya menggunakan istilah MOTIVATOR.

Uniknya, saya menggunakan kartu nama dengan label Emotional Motivation Consultant (mungkin karena kurang pede saat itu he he…), namun di dalam Dream Book ternyata saya menuliskan sbb:

“Menjadi Pembicara Motivasi Kelas Dunia”

Ha..ha.. ternyata impian saat dibuat dengan sungguh-sungguh dan sangat jelas, sangatlah kuat dampaknya, walau si Conscious kita masih kurang percaya diri. Namun, yang telah tertanam di Unconscious tetap lebih kuat.

Kesimpulan dari pengalaman saya sendiri ini, menguatkan saya akan pentingnya berimajinasi dalam membuat sebuah impian. Saya tidaklah terlalu tertarik dengan HOW TO, karena BELIEF saya adalah IF YOU KNOW WHY, YOU WILL FIND HOW.

Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan.

Jadi, kuncinya adalah bagaimana membuat sebuah impian yang dapat menimbulkan perasaan yang membara. Sejak itu, saya selalu menguji coba ide sederhana ini, “repotnya” selalu tercapai. Yang belum tercapai, biasanya hanyalah karena perasaan saya akan impian tersebut, belumlah MEMBARA…

Jika perasaan saya sudah membara untuk mewujudkan sebuah impian, pengalaman selama ini PASTI tercapai. Namun, jalannya harus tetap dalam koridor DOA RESTU dari DIA yang MAHA…

Artinya, saya hanya berusaha dengan sungguh-sungguh, lalu saya berdoa dengan sungguh-sungguh, setelah itu biarlah DIA yang menentukan. Nah,…

Bagaimana Membuat Perasaan Membara?

Kuncinya berimajinasi sedemikian rupa, sampai apa yang kita ingin wujudkan sudah terwujud. Guru ABC saya, Pak Haji Izaideen selalu mengatakan pada saya: If you can hold it in your heart, you can have it in your hand… Mantap, bok! Jadi, berimajinasilah… berimajinasilah…

Pertama kali saya belajar Imajinasi Impian adalah saat saya mengikuti pelatihan di Melbourne, Australia, sekitar tahun 1994. Sekarang saya tahu bahwa pelatihan yang saya ikuti tersebut adalah terapan NLP yang sangat luar biasa. Belum pernah ada lagi pelatihan seperti itu. Karena berupa praktek nyata. Saat itu, kami dibawa ke sebuah lahan kosong di puncak gunung, milik seorang Business Leader terkenal dan kaya raya di Melbourne.

Michael Artusa, demikian namanya, menjelaskan, menggambarkan, menyajikan, mengimajinasikan, ke kami para peserta dari Indonesia (salah satunya adalah Erbe Sentanu yang saya kenal dengan nama Mas Nunu), dengan sangat jelas dan sangat antusias akan rumah yang ingin dia bangun. Begitu hebatnya, sehingga tanah kosong itu seperti ada rumah betulan he he he… Artinya dalam NLP, beliau melibatkan semua alat indra (VAKOG) untuk melukiskan rumah impiannya…

Sebelnya lagi, sampai saat ini, di benak saya, rumah imajinasi itu masih menempel dengan sangat kuat hi hi… Saya sungguh sangat terkagum-kagum dengan pengalaman ini. Dalam hati saya terbangun sebuah keyakinan yang SANGAT BESAR. Saya akan kembali ke Indonesia dan membangun impian saya…

Ternyata dengan terus mengulangi imajinasi sebuah impian, akan berdampak BURNING DESIRE atau keinginan yang membara!!! Nah,…

Bagaimana Melatih Imajinasi untuk Sebuah Impian?

Mari kita mulai dengan sebuah ide yang Anda ingin wujudkan. Ini yang biasa saya lakukan:

1. Saya biasanya berimajinasi impian saya pada malam hari sebelum tidur, yang kadang bisa berdampak semangat yang membara, sehingga kita bisa tetap terjaga.

Seperti yang saya alami saat menulis artikel ini. Pada malam tadi (2 April 2009), saya hampir tidak tidur, imajinasi dalam benak saya terus muncul, yakni: Saya memotivasi di hadapan 10.000 peserta.

Begitu semangatnya, akhirnya terpaksa saya salurkan energinya dengan menulis artikel dan melukis, terbuatlah artikel ini dan sebuah lukisan yang saya beri nama PROGRESS.

2. Buatlah Imajinasi impian Anda sejelas mungkin, sedetail mungkin, warna-warni, ada suara-suara, bisa dirasakan, bisa “disentuh”, bisa dihirup, bisa dijilat, persis ada “nyata” di depan Anda. Libatkan semua VAKOG Anda.

Pokoknya berimajinasilah seperti “orang gila” yang sangat percaya bahwa yang dibayangkannya adalah NYATA…

3. Sering-seringlah putar film imajinasi impian Anda ini, semakin sering semakin baik. Semakin gila perasaan yang muncul, semakin baik. Pengalaman saya, bahkan sangat sering saat tidurpun saya bermimpi imajinasi tersebut.

Terus lakukan langkah-langkah sederhana tersebut di atas, sampai muncul perasaan yang membara dalam diri Anda untuk mewujudkannya. Saat perasaan yang kuat tersebut muncul, kakipun akan sangat mudah untuk melangkah, bahkan berlari untuk mewujudkan impian ini menjadi nyata. Otakpun akan terbuka untuk mencari ide solusi, jalan keluar, metode yang praktis dan sebagainya…

Demikian pengalaman sharing ini, semoga berhikmah untuk Anda semua. Tulisan bisa saja belum lengkap, karena saya menulis jam 3-4 dini hari. Mungkin saja ada yang terlupa dengan pengalaman lainnya, jika ada tambahan, akan saya tambahkan lagi…

Saya kok sangat yakin ya dengan kalimat ini:

Imagination is more important than knowlegde

Maaf, saya lupa siapa yang mengatakan ini.

Jakarta, 2 April 2009

By : Krishnamurti - Mindset Motivator