Dialog Sunnah Syi'ah NO.6

>> Tuesday, April 14, 2009

12 Dzulqaidah 1329 H.
1. Sebagian kecil dari dalil-dalil tentang kewajiban mengikuti Ahlul Bait.
2. Seruan Imam Ali untuk mengikuti Ahlul Bait.
3. Kata-kata Imam Zainal Abidin , mengenai itu.


Alhamdulillah, anda termasuk orang yang pandai memahami yang tersirat di balik yang tersurat. Anda tidak membutuhkan penjelasan yang panjang lebar, tetapi cukup bagi anda suatu isyarat sebagai penggantinya.
Adalah suatu yang tidak mungkin - menurut penilaian kami - seorang tokoh seperti anda akan diliputi kebimbangan dan keraguan sedikit pun, dalam mendahulukan dan mengutamakan para Imam-Imam dari keluarga Suci Rasulullah saw. di atas (para pemuka) yang lain. Jelas mereka itu telah mengungguli siapa pun juga di antara para ahli yang terkemuka.

Karena mereka menggantikan kedudukan Rasulullah saw. dalam memikul beban ilmu para Nabi terdahulu. Dan dari beliaulah mereka memahami hukum-hukum dunia dan akhirat.

2. Karena itulah beliau telah menyejajarkan kedudukan mereka dengan ayat-ayat Qur'an yang tegas, dan menjadikan mereka itu sebagai contoh teladan bagi manusia yang berakal, bahtera penyelamat di kala gelombang kemunafikan datang menerjang; tempat berlindung yang aman di kala badai pertengkaran sedang mengamuk, pintu pengampunan bagi yang mau memasukinya, dan sebagai pegangan yang terkuat demi persatuan!.

3. Telah berkata Amirul-Mukminin - Ali bin Abi Thalib : "Ke arah manakah kamu akan pergi? Dan bagaimanakah kamu dapat tertipu? Sedangkan panji-panji (kebenaran) telah ditegakkan, bukti-bukti pun telah jelas. Mercu Suar telah dinyalakan. Maka bagaimana kamu dapat diselewengkan? Bahkan bagaimana kamu disesatkan, sedangkan kerabat-kerabat Nabi-mu berada di tengah-tengah kamu? Mereka itulah tonggak kebenaran, panji-panji agama; lidah-lidah yang selalu berkata benar! Tempatkanlah mereka itu sebaik kamu menempatkan al-Qur'an.' Datangilah mereka dengan penuh perhatian, sebagaimana onta-onta yang haus mendatangi mata air pelepas dahaga! Wahai manusia, peganglah erat-erat apa yang disabdakan oleh Nabimu, penutup para Nabi. "Mereka yang mati di antara kami, sesungguhnya ia tiada mati. Mereka yang telah hancur luluh tulang belulang-nya di antara kami, "sesungguhnya ia tiada hancur!") "Maka janganlah kamu ucapkan apa yang tiada kamu mengerti, sebab kebenaran yang sejati adalah justru yang kamu ingkari Janganlah menyalahkan orang yang kamu tiada memiliki alasan apa pun untuk menyalahkannya, yaitu. aku! bukankah
aku (dalam segala perbuatanku), telah berpegang teguh pada peninggalan Rasulullah yang terpenting yaitu al-Qur'an, dan menitipkan padamu peninggalan beliau yang lainnya - yaitu keluarga beliau _? 5). Dan kutegakkan panji keimanan diantaramu." .... dan seterusnya.
Dan telah berkata pula Imam Ali a.s.: "Jagalah keluarga Ahlu Bait Nabimu, tetaplah bersama mereka, ikutilah jejak mereka. Sebab mereka takkan pernah menyelewengkan kamu dari petunjuk (yang benar). Dan mereka takkan mengembalikan kamu ke dalam kegelapan kekafiran; jika mereka berhenti, berhentilah. Jika mereka bergerak, bergeraklah! Jangan mendahului mereka, agar kamu tidak sesat. Dan jangan pula kamu tertinggal dari mereka, nanti kamu binasa!"
Dan. beliau telah berkata pula (tentang Ahlul Bait):
"Mereka itu kehidupan bagi ilmu, kematian bagi kebodohan. Kearifan mereka menunjukkan luas ilmu yang mereka miliki. Dzahir mereka (yang tampak dari luar) menjelaskan apa yang ada dalam bathin mereka. Pendapat mereka dapat diketahui, meskipun mereka berdiam diri. Takkan pernah mereka berlawanan dengan kebenaran, dan takkan pernah mereka berselisih di dalamnya. Merekalah tiang-tiang Islam yang kokoh. Dan tempat-tempat berlindung yang aman. Dengan mereka kebenaran telah dikembalikan ke tempatnya. Dan kebathilan telah sirna dari kedudukannya, terputus dari sumbernya! Mereka memahami agama dengan pemahaman yang penuh kesadaran dan pengertian; bukan dengan pendengaran dan riwayat semata-mata. Sebab yang meriwayatkan ilmu itu banyak, tapi yang menjaga kebenarannya sedikit!"

Dan telah berkata pula ImamAli r.a.") : ,"Kami - Ahlul Bait - adalah 'orang-orang dalam' dan sahabat terdekat Rasulullah saw. Kami adalah khazanah-khazanah ilmu beliau dan pintu-pintunya. Dan tidaklah patut memasuki suatu rumah kecuali lewat pintunya. Maka barang siapa yang memasuki tidak lewat pintu-pintunya, ia dinamakan pencuri ..... " Kemudian dijelaskannya lagi mengenai Ahlul Bait: "Mereka itulah yang dipuji dalam ayat-ayat al-Qur"an. Dimuliakan oleh Allah yang Maha Penyayang. Bila mereka berkata, pasti dapan dipercaya. Dan bila berdiam diri, tak seorang pun yang berani berbicara sebelum mereka. Maka setiap orang hendaknya jujur kepada dirinya sendiri. Dan jangan sekali-kali meninggalkan penggunaan akal sehatnya".
Selanjutnya beliau berkata lagi dalam salah satu khutbahnya:7) "Dan ketahuilah bahwa kalian takkan mengenal kebenaran kecuali setelah mengenali orang-orang yang meninggalkannya. Dan takkan memenuhi janji kalian dengan al-Qur'an, sehingga kamu mengenali orang-orang yang melanggarnya. Dan takkan berpegang teguh padanya, sehingga kalian mengenali orang-orang yang melemparnya. Maka carilah kebenaran itu dalam diri mereka - Ahlul Bait yang memang mereka itulah ahlinya. Sebab mereka itu adalah kehidupan bagi ilmu, dan kematian bagi kebodohan. Merekalah yang bisa diketahui ilmunya dari hasil penilaiannya. Yang diketahui ucapannya dari diamnya. Bathinnya dari zhahirnya Takkan pernah rnereka melawan al-Qur'an dan mereka takkan berselisih tentangnya. AI-Qur'an bagi mereka, merupakan saksi yang benar. Ia diam namun sesungguhnya ia berkata-kata dengan jelasnya .... ".

Banyak lagi ucapan-ucapan beliau mengenai hal ini. Seperti."). "Dengan kami, kalian mendapat petunjuk sehingga keluar dari kegelapan, dan mencapai kemuliaan".")

"Kami adalah pohon Nubuwah (kenabian). Pusat Risalah (kerasulan). Persinggahan Malaikat (pernbawa wahyu). Sumber ilmu. Mata air hikmah. Orang yang memandang kami dengan kecintaan, menyongsong rahmat Allah. Adapun nusuh-musuh kami dan yang membenci kami, menyongsong kemurkaan-Nya. "10)

"Di manakah orang-orang yang mengaku bahwa merekalah dan bukannya kami (Ahlul Bait), yang dengan mantapnya menguasai ilmu? Semata-mata disebabkan kebohongan dan kedengkian mereka atas kami, karena Allah telah memuliakan kami dan menghinakan mereka? Melimpahkan karuniaNya atas kami dan menjauhkannya dari mereka? Memasukkan kami dalam lindungan-Nya dan mengeluarkan mereka?! Dengan karni, orang mendapat petunjuk, dan dengan kami, dihilangkan kebodohan. Kepemimpinan (Imamah) haruslah
diserahkan pada para Imam dari Bani Hasyim di antara Quraisy. Tidaklah ia pantas bagi selain mereka. Dan tidaklah pantas para pemimpin (Imam) kecuali yang berasal dari mereka .... "
Kepada orang-orang yang melanggar perintahnya, be1iau telah berkata. "Mereka telah memilih kesenangan yang segera, dan menjauhkan kebahagiaan yang mendatang. Meninggalkan air yang jernih, dan minum yang keruh ... ".
Beliau berkata lagi .. : "Barang siapa di antara kamu meninggal dunia, sedangkan ia mengenal dan mengakui hak Tuhannya, serta hak Rasulnya dan Ahlu Baitnya (Keluarga Rasulullah saw.), maka sesungguhnya ia mati syahid,pahalanya dijamin Allah, dan berhak mendapatkan balasan pahala sesuai dengan amal shaleh yang diniatkannya, - meskipun ia mati di atas tempat tidurnya (bukan dalam medan jihad)-. Sebab niatnya yang baik itu menempatkannya pada kedudukan mujahid 'yang menghunus pedangnya "fisabilillah".
Dan ucapan beliau : "Kami adalah orang-orang yang dikaruniai kelebihan kemuliaan, Kami adalah pengikur terdepan para Nabi. Kelompok kami adalah Hizbullah (pembela/ pengikur agama Allah); adapun musuh-musuh kami kelompok orang-orang zalim - mereka adalah Hizbusy syaithim (pengikur setan).: Maka barang siapa menyamakan kami dengan musuh-musuh kami, ia bukan anggota (kelompok) kami ''.

Dernikian pula aI-Imam al-Mujtaba Abu Muhammad: Hasan bin Ali bin Abi Thalib - cucu Rasulullah dan pemimpin pemuda penghuni sorga telah berkata: "Cintailah kami dengan ketaqwaan kamu kepada Allah, sebab kami ini adalah pemimpin-pemimpinmu."

Juga Imam Abu Muhammad Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib yang digelari "Zainul Abidin", yang berarti. yang termulia di antara hamba-hamba Allah yang amat tekun dalam ibadahnya, bila beliau membaca firman Allah surah 9 ayat 120, yang terjemahannya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan jadilah kamu di antara mereka yang bersungguh-sungguh dalam taqwa .. ", maka beliau berdo'a dengan do'a yang panjang sekali, memohon agar ditingkatkan derajatnya ke tingkatan orang-orang yang bersungguh-sungguh dan berada di tingkat yang tertinggi.

Dalam do'anya itu beliau menyebutkan tentang bencana-bencana yang dialaminya dan tuduhan-tuduhan keji yang dialamatkan kepadanya oleh sekelornpok ahli bid'ah (yang mengada-ada dalam agama) dan yang telah berlepas diri dari para Imam- Imam agama dari keluarga keturunan Nabi saw. Antara lain beliau berkata: " .... ada pula sebagian orang yang melalaikan kewajiban terhadap kami - Ahlul Bait - Mereka memperalat dan menyelewengkan penafsiran ayat-ayat Qur'an yang mutasyabih (tidak dengan mudah dan jelas diketahui maksudnya), lalu menyesuaikannya dengan kepentingan pribadi mereka sendiri. Mereka menolak dan meragukan berita tentang keutamaan kami yang datang dari hadits-hadits Rasulullah saw."
Akhirnya beliau berkata. " kepada siapa generasi ini harus berpaling, di saat ajaran agama telah dikaburkan, dan ummat telah terbiasa dengan perpecahan dan pertengkaran. Masing-masing kelompok mengkafirkan yang lainnya, padahal Allah telah berfirman (S. 6 : 159; terjemahannya). "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan bertengkar setelah datangnya keterangan-keterangan yang jelas pada mereka". Siapa lagi kini yang dapat dipercaya dalam rnenyampaikan bukti-bukti kebenaran yang nyata, dan menjelaskan tentang hukum Allah, selain Ahlul Bait "padanan al-Qur'an", keturunan para Imam yang mendapat petunjuk (Allah), penerang Jalan, penembus kegelapan kesesatan, yang telah dijadikan Allah sebagai hujjah-Nya (pembawa bukti kebenaran-Nya) di antara hamba-
hamba-Nya. Bukankah Allah tidak pernah membiarkan hamba-hamba-Nya itu terlepas dan hujjah-Nya? Dan siapa lagi kiranya yang kamu kenal dan karnu dapati sebagai hujjah-hujjah itu selain Ahlul Bait yang berasal dari ranting-ranting pohon Rasulullah yang diberkati, kelanjutan kelompok pilihan Allah yang telah dijauhkan dari segala kotoran dan telah disucikan-Nya dengan sesuci-sucinya? Dijauhkannya mereka itu dari segala penyakit kekufuran, dan diwajibkanya atas setiap Mu'min agar mencintai mereka sebagaimana difirmankan dalam al-Qur'an? 15)

Demikian itu ucapan beliau sesuai lafadznya. Perhatikanlah dan telitilah dan bandingkanlah dengan ucapan-ucapan Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib, niscaya anda akan menyimpulkan bahwa semua itu mewakili madzhab kaum Syi'ah dalam persoalan ini dengan sejelas jelasnya:
Kemudian jadikan kalimat-kalimat kedua Imam ini sebagai contoh dari ucapan dan pendapat para Imam Ahlul Bait lainnya. Semua mereka sepakat akan hal ini. Dan dapat dikaji
pada kitab-kitab yang otentik yang memuat ucapan-ucapan beliau-beliau semuanya.

Wassalam,
(SY)

0 comments:

About This Blog

Lorem Ipsum

Our Blogger Templates

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP