Tuesday, March 10, 2009

The Winning Edge

Anthony Robbins di dalam bukunya Awaken the Giant Within memperkenalkan sebuah konsep pengembangan diri yang sederhana namun sangat praktis. Konsep ini disebut CANI (Constant and Never Ending Improvement), yaitu suatu strategi sederhana yang menuntut adanya kemajuan secara berkesinambungan dalam diri kita. Dalam persaingan global yang serba kompetitif, dibutuhkan suatu pemikiran untuk selalu tampil lebih baik jika tidak mau ketinggalan dati pesaing kita.

Cermatilah hasil perlombaan lari 100 meter putri pada Olimpiade Barcelona 1992. Pelari Jamaika tertinggal 0,06 detik dari peraih medali emas dan ia hanya menduduki peringkat kelima. Pelari Amerika Serikat hanya tertinggal 0,04 detik dari sang juara dan harus puas memperoleh medali perunggu. Medali emas diraih oleh pelari Amerika Serikat lainnya setelah melewati lawan terdekatnya dengan j arak hanya terpaut 6 cm dengan perbedaan waktu hanya 0,01 detik. Contoh lain adalah cerita dari seekor kuda yang bernama Ahmed. Kuda yang satu ini mungkin adalah kuda terkaya di dunia karena dalam waktu satu tahun, ia telah berhasil mengumpulkan hadiah uang lebih dari satu juta dolar. Seorang wartawan olahraga meneliti catatan rekor Ahmed dan membandingkannya dengan kuda yang menempati posisi kedua. Alangkah kagetnya sang wartawan ketika menemukan bahwa selama 12 pertandingan sebelumnya, kuda yang menempati posisi kedua secara berturut-turut terus menempati posisi kedua. Dan yang lebih mencegangkan lagi, jika dijumlahkan seluruh catatan waktu kedua kuda, Ahmed hanya unggul 3% dari kuda yang kedua. Namun yang paling membedakan antara kedua kuda ini adalah perolehan hadiah; uang yang diterima Ahmed hampir 15 kali lebih besar dari kuda kedua.

Inti dari kedua contoh tersebut adalah perbedaan yang kecil dapat memberikan hasil perolehan yang berbeda secara signifikan. Pat Riley, mantan pelatih basket klub elit Los Angeles Lakers sangat mengerti akan hal yang satu ini. Setelah kekalahan timnya di final 1986 dari Boston Celtics, banyak anggota tim yang ragu bisa tampillebih baik lagi pada musim berikutnya. Pat Riley meyakinkan timnya bahwa dengan hanya berfokus meningkatkan kemampuan mereka sebesar 1 % di lima bidang yang berbeda dapat membuat mereka merebut kembali juara liga. Anda mungkin berpikir, "Hanya 1% cukup?" Jawabannya YA, jika difokuskan pada lima bidang yang berbeda. Seluruh anggota tim termasuk pemain cadangan berjumlah 12 orang. Jika semua orang dalam tim meningkatkan 1% di lima bidang yang berbeda, berarti ada peningkatan efektivitas sebesar 60% dari kemampuan tim. Dilihat dari kemampuan tahun lalu, tim Los Angeles Lakers hanya membutuhkan peningkatan 10% untuk dapat merebut gelar. Para pemain melihat angka 1 % sebagai angka yang sangat mudah dan realistis untuk dicapai. Banyak dari mereka yang bahkan melampaui angka 5% dan ada yang mencapai peningkatan sampai 50%. Kebulatan tekad pelatih dan para pemain membuahkan hasil yang spektakuler dengan merebut kembali mahkota juara. Menurut Pat Riley, kompetisi tahun 1987 adalah kompetisi yang paling mudah yang pernah dilalui timnya.

By Darmadi Darmawangsa "Champion"