Saturday, March 28, 2009

Ngalap Berkah Di Malam Suro

BAGI Mr. Rigen, yang kelahiran Pracimantara: itu, pastilah tidak ada kota yang melebihi Solo perkara keindahan, keelokan serta keorisinalan ide-idenya. Tentu juga bagi istrinya, Ms. Nansiyem yang kelahiran Jatisrana, Jalan protokolnya sejak dari Purwosari hingga Jalan Siamet Riyadi, lebar bukan main, Satu arah lagi. Yogya tidak punya jalan seperti itu, kata Mr. Rigen bangga. Makanan dan kehidupan malam? Oh, Yogya bukan apa-apa dibandingkan dengan Solo.

Suaml-istrl Rigen terus nyerocos. .
"Lha, bagaimana. Kehidupan malam Malioboro itu 'kan baru saja, Pak." .
"Yak, 'ya tidak to kalo baru saia. Dari dulu ya sudah ada."
"Ning kalah lama dengan Solo, Pak. Wong orang Solo itu suka kehidupan malam karena suka tirakat, kok, Pak",
"Weh, elok. Betul apa-Gen?' - .

"Eh, Lha,. inggih. Orang Solo itu suka jalan malam untuk nglakoni.Sambil jalan nenuwun kepada Sing Kuwaos. Jalan membisu merenung kaelokan-nya urip. Lha, kalo sudah capek jalan-jalan begitu berhenti minum dulu. Nyruput wedang. Makan nasi liwet Baki."
Kemudian sebagai layaknya orang, Solo pada umumnya, Mr. Rigen dengan disela dukungan mantap dari istrinya akan bercerita secara mendetil tentang rtwayat kehidupan malam di Solo beserta tempat-tempat jajanannya.

"Sega liwet Malioboro itu 'kan tiruan Solo. Itu pun tiruan yang jelek, Tidak gurih, tanpa areh yang putih mumpluk di taruh di atas sambel goreng jipang. Sing asli-itu ya sega liwet Baki itu, Pak. Lha kalo tindak Solo mau mencicipi itu di Keprabon. Yang kondang itu mBok Lemu. Makannya harus dari daun dipincuk. Atau Bapak mau dahar sate' kambing gaya Solo?
"Eh, kok kayak' kamu belum tahu saja, Gen. Aku ini 'kan bludrek, mana bisa sate kambing. ".
"Wah, sayang Pak. Sate kambing Solo itu elok-elok, lho.

Ada sate buntel Tambaksegaran. Ada sate warung Nyus dari Pak Man. Wah, pokoknya Solo itu .... "
Pokoknya bagi Mr. Rigen & family, Solo itu uber alles, di atas segalanya. Munqkin kebanggaan itu tidak terlalu berlebih-lebihan. Perdana Menteri Kruschev dari Uni Soviet pun pernah sangat terkesan melihat kehidupan malam Solo.' Komentarnya di Jakarta sepulang dari Solo: "Wah, orang Solo memang hebat. Kalau bekerja tidak kenal lelah hingga jauh malam.... "

PADA waktu malam Sura datanq saya kena terbujuk oleh Mr. Rigen dan kawan-kawan lain. Merayakan malam Suro itu ya mesti di Solo, kata mereka. Melihat arak-arakan pusoko Manqkuneqaran dan Kasunanan. Ikutmengarak kebo bule Kiai Slamet. Melihat lautan manusia. Nyruput wedang dongo dan mincuk, makan di pincuk, sega liwet di Keprabon. Dan , kalau masih belum puas wayang orang Sriwedari malam Sura itu mau pentas semalam suntuk. Opo ora elok? Begitulah, dengan jip saya yang antik itu berangkatlah kami keSolo. Sejak dari Tegalgondo yang masih kira-kira dua puluh lima kilometer dari Solo kami sudah melihat irinq-iringan manusia berjalan menuju kota. Mr. Rigen yang duduk di belakanq setir bertindak sebagai guide tur Internasional yang profesional. Tangannya menunjuk ke kiri ke kanan. Persis seperti guide luar neqeri yang sebentar-sebentar bilang to your 'left, to your right, you will see ... ', Dan kepala kita akan tingak-tinguk ke kiri ke kanan bagaikan kunyuk Gembira Loka,

"Orang-orang yang beririnqan itu, bapak-bapak, .adalah orang-oranq desa sekitar Tegalgondo sini. Mereka jauh-jauh berjalan ke kota mau ngalap berkah."
"Lha, ,ngalap berkah dari siapa, Gen?"
"Ya dari Kiai Siamet si kebo bule, dari pusoko-pusoko kraton, dari, Gusti Allah. Malam ini malam suci. Kudu jalan terus ' tidak boleh ngantuk, nanti ilang berkahnya. "" "
"Tidak boleh berhenti jajan wedang dan nasi liwet ?"
"Oh, ya boleh. Tapi kalo sudah keliling kraton."
Di Keprabon, waktu kami lesehan di tempat mBok Lemu menggelar nasi liwet-nya yang tersohor itu suasana malam Sura itu sudah tampil dengan hidupnya. Di antara kami sekelompok turis bule menglesot, mencoba mencicipi nasi liwet. Mantuk-mantuk menyatakan nikmatnya sega liwet, mbok Lemu. ,Mungkin takut dikatakan tidak punya roso canggih oleh kawan bulenya yang lain yang sudah lebih in .dengan dunia Solo. Semua deretan warunq di' jalan Keprabon itu penuh dijejali orang, jajan .. Lautan manusia berjalan memenuhi jalan rupanya baru pulang dari mengikuti prosesi pusaka keraton Mangkunegaran. Sambil menunggu Kiai Slamet dan pusaka keraton keluar dari keraton orang berjalan hilir mudik di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Prosesi itu baru akan dimulai pada pukul dua belas malam .saat masuknva tahun baru Sura.

Sementara itu mereka yang datang dari segenap penjuru Surakarta akan menunggu dengan sabar. Menarik juga Menunggu datangnya sesuatu yang dianggap keramat dengan berjalan hilir mudik dan jajan duduk lesehan'mat-matan.
"Pusoko kraton yang dikeluarkan itu apa saja, Gen?"
"Wah, saya tidak tahu betul, Pak. Yang jelas pusoko!"
"Lho, kamu itu pemah lihat malam Sura begini apa belum sih?"
"Ya"sudah Pak. Cuma tidak pemah lihat jelas pusoko Itu.
Lha, wonq orang berjubel, suk-sukan, begini to, Pak.
Lagi pula tidak penting."
"Lho, tidak penting?" Saya kaget bukan main mendengar pernyataan Mr. Rigen....."
"Iya tidak penting, Tidak bisa lihat kebo bule Kiai Slamet juga tidak penting. Kalo bisa lihat ya sukur. Kalo tidak ya tidak apa-apa. Wong yang' penting itu bukan lihatnya itu, kok, Pak."
"Lha apanya dong; vang penting. Sudah jauh-jauh datang. Untel-untelan lagi. Tidak penting lihat pusoko dan Kiai Slamet."
"Lha, inggih yang penting itu hadir, kita di sini ini. Di tengah ombyaking rakyat, kawulo, Surokarto.

Di Sriwedari, kami menonton wayang orang yang malam itu memainkan Banjaran Srikandi, riwayat lengkap Srikandi. Jam, sudah menuniuk menjelang pukul empat subuh.
Sarworini primadona veteran yang sudah berumur 62 tahun itu ikut bermain lagi bersama rekan-rekan sesepuh yang lain. Luar-biasa! Dengan penuh gusto, energi dan seni aktingyang cemerlang, Sarworini memukau penonton waktu memainkan episode "Srikandi Edan". Begitu juga para sesepuh yang lain. Sepertinya pada malam itu'mereka mendapat suntikan kekuatan remaja yang baru, Ah, tentu saja! Malam itu malam Suro. Mereka yang sudah exit panggung pun mesti hadir malam itu. Hadir itulah yang penting. Maka bagi: kami pun yang tidak sempat. lagi melihat prosesi Kiai Siamet dan pusoko kraton karena terpaku lagi di dalam gedung wayang orang Sriwedari, tidak merivesal karena tidak hadir di dekat alun-alun, Kami sudah hadir bersama Sarworini, Listiorini, Darsi, Rusman, dan Surono di dalam gedung wayang orang itu. Mungkin kami sudah ikut ngalap berkah: juga dengan hadir semalam suntuk mengikuti riwayat Srikandi.

Tetapi, waktu akhimya saya duduk di dalam pesawat yang akan membawa saya dari lapangan terbang Solo ke Jakarta dan merasa mengantuk sekali, saya tidak terlalu pasti lagi apakah berkah itu sudah turun di pangkuanku.
Di dalam gedung, saya masih ingat saya pemah jatuh lelap untuk beberapa kali.

Oleh : Umar Kayam, sumber Kedaulatan Rakyat

Wednesday, March 18, 2009

Semeleh

Bulan Syawal sudah agak lama lampaudan bulan Dulkangidah pun sudah dekat pertengahannya. Bekas luka-Iuka pesta reriungan keluarga bulan Syawal sudah mulai sembuh, mungkin sebentar lagi luka-luka baru (luka-luka rutin bulanan) akan segera hadir. Tidak apa. Pegawai negeri sudah selalu ditempa untuk menderita luka ini atau itu setiap bulannya. Luka rutin bulanan itu sudah diterimanya bagai bagian esensial dari hidupnya sehingga bila ada satu bulan berjalan mulus tanpa luka, mungkin justru akan membuatnya shock berat. Kemulusan memang bukan nyamikan-nya setiap sore waktu minum teh. Justru kejutan-kejutan kecil adalah menu santapannya setiap hari.

Maka dengan penuh percaya diri saya melangkah masuk ke pertengahan bulan Dulkangidah.. Good bye Syawal yang indah tetapi yang telah mendedel-duwelkan kantongku. Welcome Dulkangidah, datanglah luka baru apa pun itu bentukmu :
Hari Minggu. Perintah harian pertama untuk hari itu sudah saya jatuhkan.

"Beni. Cegat Lik Joyo penggeng eyem. Suruh masuk ke sini"
Beni memandang saya. Matanya yang bulat indah itu menatap dengan ngungun terheran-heran. Sepertinya dia mendengar suatu perintah tugas yang sangat absurd. Mungkin karena sudah lebih satu bulan tidak pernah mendengar perintah semacam itu. Waktu akhirnya perintah itu tercerna di otaknya mulutnya segera melepas senyum. Jempolnya segera diacungkannya.

"Dud, Pak Ageng. Beli dud!"
Jenius keci!! Celat begitu lidahnya sudah berbahasa Inggris, lho. Dan dia pun berlari ke pinggir ialan menunggu suara penggeng eyem. ,

Pak Joyoboyo penjaja door to door yang penuh energy meneriakkan penggeng eyem itu, datang mengelesot dengan mata berbinar. , , ' ,
"Wah, Den. Saya kira saya sudah dijotak, dibekot, tidak ditimbali lagi."
"Lho, kan saya bilang bulan kemarin bulan tempe. Nyirik Iwak."
"Ayak, nyirik iwak. Kok ada saja, lho. Tidak mungkin priyayi seperti njenengan cuma mau dahar tempe terus. Pantesnya ya wong cilik seperti saya ini to, Den."

Saya tercenung. Apakah ucapannya itu satu teknik salesmanship, cara menjaja, yang lihay, untuk merayu-gombal calon pembelinya. Ataukah itu pandangannya yang murni, yang melihat manusia dan makanannya dalam penyekatan kelas. Jadi, ada kelas priyayi dan wong cilik, ada kelas iwak dan kelas tempe. Huwih, awas Iho, ini bangsanya Marxisme juga,lho !
Kelas iwak, kelas tempe ....

"Sampeyan ltu bagaimana, to, Mas Joyo. Tempe itu makanan kita semua. Wong, enak tur gizinya tinggi. Nggak ada urusan priyayi dan wong cilik: Semua sama, pada-pada ..... "
"Estu, to, Den? Lha, kok nasib saya dari dulu kok beginiiii saja to Den ?

"Lho, jangan minder,begitu, Mas."
"Minder niku apa?"
"Minder ya minder. Niku, lho, cilik ati. Kenaan apa saja Itu terhormat, Mas. Jualan panggang ayam, dosen ngGajah Modo, sama-sama, Mas."
"Ayak, kok bisa lagi, to, Den. Gantian kerjaan apa, Den?
Situ yang jualan ayam, saya yang jadi dosen ngGajah Modo?"
Saya tertawa kecut. Mas Joyo terbahak keras. Kalau dia orang Perancis pasti akan bilang touche. 'Orang Jakarta bilang kene lu! Orang Yogya, awi, pripun saniki .... Untuk kesekian kali saya kagum terhadap ketangkasan Mas Joyo. Tangkas dalam menyambar paha dan dada mentok. Tangkas dalam retorika. ' -

"Saya ini sekarang sudah semeleh, kok, Den. Pasrah kersane Gusti Allah. Dikasih peranan panggang ayam, ya saya terima. Didapuk ketoprakan lainnya, ya nderek. Lha, njenengan yang sudah priyayi ngGajah Modo mestinya sudah lama semeleh, nggih?"

Dengan gesit paha dan dada mentok dibungkus cantik dalam lipatan daun pisang. Bau gurih manis bercampur harum daun merangsanqku untuk cepat-cepat sarapan pagi. Beni Prakosa menyerobot dua tusuk sate usus. Teriak-teriak di belakang memberi komando bapak-ibunya untuk menyiapkan makan paginya. Di meja makan, tanpa tunggu mandi dahulu saya siap melahap panggang ayam Mas Joyo. Dengan indahnya iwak-iwak ayam itu semeleh di piring di depanku.: Uap nasi hangat, harum ayam panggang. Suara cempreng' Mas Joyo di kejauhan, penggeng eyem, penggeng eyem. Oh, semeleh hatiku.

Oleh : Umar Kayam Dari Harian Kedaulatan Rakyat

Status

MISTER RIGEN yang bukan hanya berpangkat direktur jenderal dari kitchen cabinet saya tetapi juga komandan satpam rumah dan sewaktu-waktu juga sopir pribadi, pada suatu hari mengeluh kepada saya.
"Wah, Pak. Knalpot jip itu bocor lagi. Suaranya nggegirisi seperti mobil balap anak-anak muda."
"Ya malah keren to, Gen . . . . .
"Ayak, Bapak, ki. Jip sudah butut begitu mbok diganti saja Pak."
"Hus, jipnya embahmu apa. Seenaknya diganti. ltu jip negara. Kalau sudah ambrol baru boleh diganti, tahu.Tur negaranya baru prihatin tidak punya duit."

"Lha, ya, negara. Maksud saya Bapak mundut ngredit mobil sendiri. Wong bapak-bapak lain sudah pada ngredit begitu kok. Malah ada yang sudah jreng apa, lho."
"Ya, ben, Gen. Wong saya ini tidak mampu ngredit. Apa lagi jreng. Tangeh lamun. Lha, yang mau dipake ngredit dan jreng itu apa to, Gen, Gen. Wongkamu tahu gaji tuanmu ini berapa."
"Lha, ya, gaji: Sepakan seminar-seminar. Bapak blebar-bleber ke mana-mana itu mosok tidak cukup to, Pak."
"Oh .... kowe tak sepak pisan! Blebar-bleber. Kamu kira banyak to duit blebar-bleber itu? Ora, kamu kok tiba-tiba begitu getol mendesak saya ganti mobil baru itu kenapa?"
"Ya, tidak apa-apa, Pak. Begitu saja usul. Ee, kan ya saya ini ikut senang dan mongkok, to Pak, kalo Bapak punya mobil sendiri yang keren. Catnya mulus.Suara mesinnya tidak kemrosak seperti lampor. Pintunya halus kalau ditutup mak beup tidak glodakan seperti pintu bui. Dan kalo Ibu sama putri-putri rawuh dari Jakarta mau ameng-ameng kan ya lebih pantes, lebih grengseng kalo mobilnya baru, to, Pak."

"Wis, wis, nyapu latar sana. Omonganmu mulai manas ati."
Mr. Rigen tersenyum klejingan pergi menyambar sapu terus ke halaman depan. Waktu suara sapunya kedengaran krek-krek saya tersenyum sendirian. Ngunandika. Lha, ya, wong namanya wulu cumbu. Kalau tidak memasukkan input pikiran yang cemerlang tetapi gendeng bukan wulu cumbu namanya .....

SEMINGGU kemudian waktu sava sedang leyeh-leyeh di lincak bambu tutul bikinan Salam, Mr. Rigen datang bersama koleganya anggota kitchen cabinet dari blok lain. Menurut Mr. Rigen majikan kawannya itu sekarang sedang bingung mau melego mobil kreditannya, yang baru berumur satu bulan. Masih kinyis-kinyis baru, kata Mr. Riqen. -
"Lha, Bapakmu kok mau melego mobilnya kenapa, to?"
"Lha, ya itu, Pak. Bapak saya itu sambat, mengeluh cicilan yang dicengklong dari gaji tiga bulan itu kok terasa makin berat."

"Lho, lha apa sebelumnya itu tidak diperhitungkan, to?"
"Dulu Bapak saya itu kan banyak proyeknya. Kecil-kecil tapi renes, ada saja proyek ini dan itu. Sekarang nggak tahu kok mak tel Bapak tidak pernah blebar-bleber terbang ke Jakarta,
Medan, Banjarmasin, Menado dan entah ke mana lagi. ",
"Saya tersenyum merasa mendapat kawan sepenanggungan kena krisis proyek. Memang negoro sekarang baru sepi ing proyek rame ing utanq,"
"Terus, kersane Bapakmu itu apa sekarang?"
Mr. Rigen yang dari tadi diam saja terus dengan sigap menyahut.
"Ya, Bapak ambil oper saja. Masih bagus lho, Pak. Corolla DX warna biru endog asin. Cukupan untuk keluarqa kecil ..."
"Eessyy, gundulmu kayak endog asin. Lha, terus Bapakmu itu mau melego ke mana? Saya kan tidak punya duit."
"Ya kalo bisa kepada bapak-bapak di kompleks sini, Katanya teman sendiri, tur tidak nyolok mata Kalo dijual keluar kompleks" wah, malu-maluin kata Bapak saya."
"We, lha. Wong uang uangnya sendiri kok malu."
"Rupanya Bapak dan Ibu saya itu sekarang sedang butuh betul, lho, Pak-Soalnya Ibu itu sudah terlanjur janji mau membelikan Den Rara orgen kalo ketrima di ngGajah Mada."
"Lha, apa sudah pasti Den Rara-mu itu ketrima di Gama?"
"Ya, belum, Pak. Tapi bolehnya nggregik, mendesak-desak Ibunya itu sudah sejak tahun Dal."

dialog pagi itu saya tutup dengan permintaan penyampaian penyesalan yang sangat kepada kolega di blok X tidak dapat nolong ngoper mobil apalagi mencarikan orgen . . . .

WAKTU pulang rutin ke Jakarta, rumah di Cipinang itu terasa kosong dan sepi. Saya bangga melihat rumah itu. Dengan ngakaknya saya berkata kepada keluargaku yang sedang pada nglessot di depan televisi. '

"Ini, Iho, rumah intelektual sejati Kosong, sepi, nggak ada apa. High thinking plain living. Berpikir canggih, hidup prasaja."
Istri dan anak-anak saya termasuk menantu pada melongo melihat saya tiba-tiba bekoar begitu. '
"Nggak sari-sarinya, Babe pidato, lho."
Si Gendut, si tukang meledek mulai menembak.

"Hus, diam dulu kau. Ini penting punya semboyan seperti itu. Gandhi yang mulai dengan semboyan itu. Kan sekarang sedang prihatin."
Rupanya sore itu bukan sore yang tepat buat pidato kesederhanaan, Si Gendut kencana wingka saya yang wuragil menuntut makan-luar di hotel karena sudah berbulan-bulan tapa brata hidup dari ujian tes ke ujian tes.
Dan tuntutan itu rupanya seeara aklamasi sudah disiapkan dan disetujui, oleh seluruh rumah. Hak veto saya pun tidak mungkin mempan dalam keadaan seperti begitu. Maka tidak ada jalan lain daripada ikut mereka. Untung di kantong ada tambahan dua kali honor kolom ini. Kalau tidak .....

Di Hotel Aryaduta,coffee shop Itu baru selesai dipugar. Interiornya jauh lebih indah dan mewah dari sebelumnya. Musik klasik ringan pelan mengalun. Bau uap kopi nescafe, keju
lasagna lewat membelai hidung dan wajah keluargaku yang selalu .... hidup sederhana kelihatan gembira tetapi serius sekali melahap pesanan mereka. French soup, Lembang salad dengan. dressing thousand island, . lasagna, pizza,. roast beef open sandwich, beef steak medium rare .....

Saya tersenyum ingat betul angka-angka yang tertera di menu. Tidak mengherankan kalau suara yang terdengar waktu saya mengunyah roast beefku berbunyi: status, status, status status .....

Oleh : Umar Kayam dikutip dari Kedaulatan Rakyat

Thursday, March 12, 2009

Dance 'till It Rains

Kebanyakan orang melalui hidup ini tanpa menemukan apa yang paling diinginkannya. Mereka melalui hidup ini tanpa semangat, bahkan bersyukur ketika berhasil melaluinya walaupun tanpa menoreh prestasi yang sebenarnya mampu mereka gapai. Saya yakin banyak orang yang menyadari bahwa mereka belum memberikan 100% kemampuan
terbaik mereka di dalam hidup ini.Bahkan, banyak yang menjawab bahwa mereka hanya memberikan 30% - 50% kemampuan terbaik mereka.

Thomas Edison bahkan pernah berkata bahwa jika manusia dapat menggunakan seluruh kemampuannya, mereka akan terkaget-kaget melihat hasil yang diraihnya. Robert Strauss menjelaskan dengan sederhana bagaimana seseorang berjuang dalam mempertahankan hidupnya ketika ia diserang oleh seekor gorila yang dapat merenggut nyawanya. Strauss berkata bahwa siapa pun yang berada dalam kondisi ini, tidak akan berhenti ketika ia lelah, ia hanya akan berhenti jika gorila itu lelah. Jika tidak, nama kita hanya tinggal kenangan. Hal yang sama harus kita terapkan dalam menghadapi hidup ini. Bersikaplah pantang menyerah sebelum mengalahkan tantangan yang diberikan hidup ini, Jika Anda terus berfokus untuk menyelesaikan pertandingan dalam hidup ini, Anda akhirnya akan keluar sebagai pemenang.

Suku Massai adalah suku primitive yang tinggal di wilayah Kenya, Afrika Tengah. Perubahan musim yang radikal sering kali mengakibatkan masa kekeringan yang berkepanjangan dan tidak sedikit binatang dan manusia mati kehausan. Suku Massai memiliki kebiasaan ritual dengan melakukan tarian dan bernyanyi agar para Dewa segera menurunkan hujan. Namun, satu mukjizat terjadi di sebuah suku kecil Massai. Setiap kali mereka menari dan menyanyi, 100% hujan pasti turun. Dibandingkan dengan suku Massai lainnya, suku yang lain ketika menyanyi dan menari ada kalanya hujan turun namun ada kalanya juga hujan tidak turun. Berita mengenai kemampuan ajaib suku kecil ini tersiar sampai-sampai ahli arkeologi, ahli cuaca, dan para ahli dari dunia barat datang ke suku tersebut untuk meneliti mukjizat yang terjadi.
Setelah mclakukan penelitian se1ama berbulan-bulan, mengamati suku ini menari dan menyanyi, akhirnya para ahli sepakat bahwa suku yang satu ini memang mampu mendatangkan 100% hujan di tanah mereka. Apakah Anda ingin mengetahui rahasianya? Ketika para ahli membandingkan suku Massai lainnya yang menari, mereka ada yang menari selama tiga hari kemudian berhenti, ada juga yang menari sampai lima hari dan kemudian berhenti ketika hujan tidak kunjung datang. Suku Massai yang selalu berhasi1 mendatangkan hujan, selidik punya selidik, ternyata tidak melakukan hal yang terlalu berbeda, bahkan lagu dan cara menarinya sama persis dengan suku Massai lainnya. Satu-satunya perbedaan adalah, setiap kali mereka menari dan menyanyi, mereka tidak akan berhenti sampai hujan turun. Jika dibutuhkan waktu tiga hari sampai hujan turun, mereka akan menari selama tiga hari. Jika dibutuhkan waktu tujuh hari untuk mendatangkan hujan, mereka akan menari selama tujuh hari sampai turunnya hujan. Prinsip sederhana yang mereka pegang adalah MEREKA AKAN TERUS MENARI SAMPAI HUJAN TURUN! Kalau belum juga turun, MEREKA AKAN TERUS MENARI! Rahasia sederhana inilah yang sering kali menjadi rahasia bagi para juara sejati di bidangnya. Begitu banyak orang ingin menjadi juara dalam hidup ini namun hanya sedikit yang memiliki keyakinan yang sedemikian kuat, mampu bertahan menghadapi kegaga1an demi kegagalan. Mereka mampu bertahan karena mereka memegang prinsip "Saya Yakin oleh sebab itu Saya Melihat", bukannya seperti umumnya rata-rata orang yang berprinsip "Saya Melihat baru Saya Percaya". Buatlah keyakinan Anda menjadi sesuatu yang tidak tergoyahkan bahkan oleh kegagalan demi kegagalan, niscaya Anda akan bertemu dengan mimpi Anda dalam waktu yang dekat. Dr. Denis Waitley memberikan kekuatan dalam kalimat bijaksananya, "Janganlah berlama-lama di dalam masalah Anda, berfokuslah pada apa yang ingin Anda kerjakan berikutnya. Luangkanlah seluruh energi Anda untuk mencari jawaban atas tantangan hidup ini. "

By Darmadi Darmawangsa "Champion"

Create Your Own Opportunity

Penabuh drum terkenal Phil Collins tidak pernah bermimpi untuk menjadi penyanyi utama grup Genesis. Pada saat penyanyi utama Genesis keluar dan belum ditemukan pengganti yang cocok, Phil mengajukan diri untuk mengisi posisi itu, dan ternyata keberhasilan yang kini diraih Phil mampu melebihi keberhasilan seluruh.anggota grup Genesis lainnya. Jika Phil tetap ngotot untuk menjadi penabuh drum, mungkin nasibnya tidak akan jauh berbeda dengan anggota lainnya.

Demikian halnya dengan penyanyi terkenal Nat King Cole yang memulai kariernya sebagai pemain piano di bar. Kebetulan sang penyanyi tidak datang, Nat King Cole meminta kepada produser agar diberi kesempatan untuk mengisi posisi tersebut. Alhasil, Nat King Cole lebih dikenang sebagai penyanyi ketimbang pemain piano. Kedua penyanyi yang berbeda
Era ini menemukan kesuksesan mereka pada bidang lain di luar comfort zona mereka. Ingatlah, tanpa keluar dari zona nyaman Anda dan menerima perubahan sebagai suatu hal yang positif, Anda tidak akan pemah bertumbuh.
Ruud van Nistelroy, pemain sepakbola asal Belanda yang pernah bermain untuk klub Manchester United merupakan salah seorang pemain yang mongoleksi gol terbanyak, baik ketika bermain di liga Inggris maupun ketika in ditransfer ke liga Spanyol. Mau tahu apa rahasia di balik banyaknya gol yang mampu ia jaringkan ke gawang lawan? Jawabannya sederhana, Ruud setiap kali mampu berada di lokasi di mana bola berada. Bagaimana bisa? Karena Ruud selalu bergerak, baik ketika ada bola maupun tidak
uda. Ia terus bergerak di daerah gawang lawan, dan pemain satu timnya selalu menemukan Ruud dalam posisi tidak terjaga. Terlihat mudah? Tidak juga, karena lebih banyak pemain yang menanti dengan pasif agar bola disodorkan kepada mereka. Orang-orang seperti inilah yang menanti satu
kesempatan dalam hidupnya untuk menggapai sukses. Sama seperti Ruud, kita harus memiliki naluri untuk terus bergerak, baik kesempatan itu sudah berada di depan mata kita atau bahkan ketika belum terlihat sebagai peluang. Sikap mengambil tindakan dan bergerak inilah yang akan mendekatkan kita pada kesempatan dalam hidup ini. Tepat sekali, kesempatan akan muncul berkali-kali bagi mereka yang tidak diam menunggu, tetapi bergerak dan bersiap menyambut kesempatan itu.

By Darmadi Darmawangsa "Champion"

Wednesday, March 11, 2009

The Crocodile Hunter

Siapa yang tidak kenal Steve Irwin, penjinak buaya yang jenaka yang sering tampil di acara televisi, Animal Planet? Namun banyak pemirsa yang tersentak dan merasa sedih ketika mendengar berita bahwa Steve meninggal pada saat melakukan pekerjaan yang paling disenanginya, yaitu berada dekat dengan binatang. Memang berita kematian Steve sangatlah menyedihkan, bagaimana tidak, Steve disengat tepat pada jantungnya karena berada terlalu dekat dengan ikan pari beracun.

Steve sekurang-kurangnya tak akan terlalu menyesali peristiwa ini karena ia mungkin segelintir dari manusia di dunia ini yang benar-benar mencintai pekerjaannya, Kepergian seorang yang mendapat julukan Crocodile Hunter ini membuat jutaan pemirsa televisi di seluruh dunia menangisi kepergiannya, termasuk mantan Perdana Menteri Australia, John Howard. Orang-orang yang mencintai pekerjaannya ketika meninggalkan dunia ini akan dikenang dan dirindukan oleh dunia ini karena mereka melakukannya dengan bahagia dan juga membuat orang-orang di sekelilingnya bahagia.

Mungkin benar apa yang dikatakan oleh tokoh komedi George Burns yang dengan yakinnya mengatakan bahwa lebih baik gagal melakukan apa yang kita cintai daripada sukses melakukan hal yang kita benci.

Jika Anda ingin mengetahui bahwa apa yang Anda kerjakan sekarang benar-benar merupakan panggilan hati Anda, cobalah renungkan kalimat-kalimat berikut ini.
1. Anda tetap dengan senang melakukan pekerjaan Anda, bahkan dalam kasus terburuk, jika Anda tidak dibayar satu sen pun.
2. Anda tidak semata-mata fokus pada hasil tetapi lebih memerhatikan proses kemajuan diri Anda.
3. Anda tidak selalu mencari jalan pintas dalam menjalankan tugas Anda, namun Anda mencari jalan, bahkan jika perlu yang tersulit sekalipun untuk meningkatkan hasil yang Anda inginkan.
4. Anda melakukan pekerjaan ini tanpa beban, dan merasa bahwa Anda tidak dapat melakukan pekerjaan lainnya sebaik pekerjaan ini.
5. Sambil Anda bekerja, waktu berlalu dengan cepat.
6. Anda terus dipacu untuk menjadi yang lebih baik setiap harinya.
7. Motivasi atau prioritas utama Anda bukan uang semata tetapi menjadi yang terbaik dalam mengerjakan hal yang paling Anda senangi.

Saya yakin jika Anda setuju dengan pemyataan tersebut dan membandingkan perasaan Anda dengan pekerjaan yang saat ini Anda kerjakan, Anda akan segera memahami apa yang Anda cintai dalam hidup ini. John Maxwell membagikan kalimat bijaknya yang berbunyi, "Orang akan bekerja selama delapanjam karena sebuah gaji, namun akan bekerja selama sepuluh jam untuk atasan yang baik dan akan bekerja dua puluh empat jam untuk pekerjaan yang dicintainya "

By Darmadi Darmawangsa "Champion"

Tuesday, March 10, 2009

The Winning Edge

Anthony Robbins di dalam bukunya Awaken the Giant Within memperkenalkan sebuah konsep pengembangan diri yang sederhana namun sangat praktis. Konsep ini disebut CANI (Constant and Never Ending Improvement), yaitu suatu strategi sederhana yang menuntut adanya kemajuan secara berkesinambungan dalam diri kita. Dalam persaingan global yang serba kompetitif, dibutuhkan suatu pemikiran untuk selalu tampil lebih baik jika tidak mau ketinggalan dati pesaing kita.

Cermatilah hasil perlombaan lari 100 meter putri pada Olimpiade Barcelona 1992. Pelari Jamaika tertinggal 0,06 detik dari peraih medali emas dan ia hanya menduduki peringkat kelima. Pelari Amerika Serikat hanya tertinggal 0,04 detik dari sang juara dan harus puas memperoleh medali perunggu. Medali emas diraih oleh pelari Amerika Serikat lainnya setelah melewati lawan terdekatnya dengan j arak hanya terpaut 6 cm dengan perbedaan waktu hanya 0,01 detik. Contoh lain adalah cerita dari seekor kuda yang bernama Ahmed. Kuda yang satu ini mungkin adalah kuda terkaya di dunia karena dalam waktu satu tahun, ia telah berhasil mengumpulkan hadiah uang lebih dari satu juta dolar. Seorang wartawan olahraga meneliti catatan rekor Ahmed dan membandingkannya dengan kuda yang menempati posisi kedua. Alangkah kagetnya sang wartawan ketika menemukan bahwa selama 12 pertandingan sebelumnya, kuda yang menempati posisi kedua secara berturut-turut terus menempati posisi kedua. Dan yang lebih mencegangkan lagi, jika dijumlahkan seluruh catatan waktu kedua kuda, Ahmed hanya unggul 3% dari kuda yang kedua. Namun yang paling membedakan antara kedua kuda ini adalah perolehan hadiah; uang yang diterima Ahmed hampir 15 kali lebih besar dari kuda kedua.

Inti dari kedua contoh tersebut adalah perbedaan yang kecil dapat memberikan hasil perolehan yang berbeda secara signifikan. Pat Riley, mantan pelatih basket klub elit Los Angeles Lakers sangat mengerti akan hal yang satu ini. Setelah kekalahan timnya di final 1986 dari Boston Celtics, banyak anggota tim yang ragu bisa tampillebih baik lagi pada musim berikutnya. Pat Riley meyakinkan timnya bahwa dengan hanya berfokus meningkatkan kemampuan mereka sebesar 1 % di lima bidang yang berbeda dapat membuat mereka merebut kembali juara liga. Anda mungkin berpikir, "Hanya 1% cukup?" Jawabannya YA, jika difokuskan pada lima bidang yang berbeda. Seluruh anggota tim termasuk pemain cadangan berjumlah 12 orang. Jika semua orang dalam tim meningkatkan 1% di lima bidang yang berbeda, berarti ada peningkatan efektivitas sebesar 60% dari kemampuan tim. Dilihat dari kemampuan tahun lalu, tim Los Angeles Lakers hanya membutuhkan peningkatan 10% untuk dapat merebut gelar. Para pemain melihat angka 1 % sebagai angka yang sangat mudah dan realistis untuk dicapai. Banyak dari mereka yang bahkan melampaui angka 5% dan ada yang mencapai peningkatan sampai 50%. Kebulatan tekad pelatih dan para pemain membuahkan hasil yang spektakuler dengan merebut kembali mahkota juara. Menurut Pat Riley, kompetisi tahun 1987 adalah kompetisi yang paling mudah yang pernah dilalui timnya.

By Darmadi Darmawangsa "Champion"

Leading by Example

Pada suatu hari, Konfusius, seorang filsuf yang terkenal, menempuh perjalanan jauh menyeberangi padang gurun bersama beberapa muridnya. Setelah menempuh perjalanan berhari-hari akhimya persediaan air minum habis, mereka semua berjalan dengan lemah dan gontai. Suatu ketika salah seorang dari muridnya menemukan ceruk kecil dibawah batu-batuan yang berisi genangan air yang dangkal. Dengan segera ia mengambil mangkuk nasinya dan dengan susah payah hanya mampu menyedok sebanyak setengah dari isi mangkuk itu. Ia kemudian mengantarkan semangkuk air itu kepada gurunya.

Ketika Konfusius baru menempelkan mangkuk itu ke bibimya, ia merasa semua mata muridnya memandangnya. Ia tidak jadi meminum isi mangkuk itu, malahan menuangnya ke pasir gurun yang panas sambil berkata, "Air ini terlalu sedikit untuk kita semua dan terlalu banyak untuk satu orang saja. Mari kita lanjutkan perjalanan ini. "

Sebagai seorang pemimpin, Konfusius tidak mampu meminum air itu sendirian dan membiarkan muridnya sengsara. Ia tidak merasa dirinya lebih tinggi dari para muridnya dan inilah contoh dari seorang pemimpin sejati. Hari itu Konfusius belum mampu menghilangkan dahaga pasukannya namun ia memberikan sesuatu yang jauh lebih berarti kepada pasukannya, yaitu arti dari sebuah kepemimpinan sejati.

By Darmadi Darmawangsa "Champion"

Wednesday, March 4, 2009

Gadis Cantik Atau Kupu Kupu & Bunga



Coba tebak gambar di atas itu pic gadis cantik atau pic kupu kupu dengan bunga ? tebakan anda akan mencerminkan apakah anda orang yang bekerja dengan fakta atau sekedar berlandaskan opini ?

Tuesday, March 3, 2009

Together Everyone Achieves More

Pada suatu hari sebuah mobil terperosok di sebuah jalan pedesaan. Makin digas oleh si pengemudi, mobil tersebut makin terbenam di lumpur. Sambil menunggu pasrah, si pengemudi melihat seorang tua dan seekor keledai tua berjalan ke arahnya. Ia bertanya, "Pak, apakah ada orang yang mampu mengeluarkan mobil saya dari lumpur?" Sang petani berkata, "Si Hitam ini pasti dapat menarik mobil Anda keluar dari lumpur." Dengan tampang tak percaya anak muda itu berkata, "Apakah Bapak yakin si Hitam ini mampu?" (dengan tatapan pasrah dan tidak percaya). "Saya yakin, " sahut petani tua itu.

Setelah mengikat tali ke tubuh si keledai sang petani berteriak, "Ayo tarik Abu! Ayo tarik Putih! Ayo tarik Cokelat! Ayo tarik Hitam" Si Hitam pun mengeluarkan seluruh kekuatannya dan berhasil menarik keluar mobil itu. Anak muda itu tercengang dan berterima kasih kepada si bapak petani dan keledainya, namun kemudian ia bertanya, "Mengapa Anda memanggil beberapa nama sebelum memanggil si Hitam ? Sang petani tersenyum dan berkata, "Si Hitam ini sudah tua dan mulai rabun, selama ia merasa ada keledai-keledai lain yang juga ikut menarik dalam satu team, ia yakin dan bersemangat untuk menarik apa saja. " Tepat sekali, ada dua hal penting yang dapat kita renungkan dari cerita ini; pertama, kekuatan satu team pasti akan melebihi kekuatan dari satu individu dan hal yang terpenting bahwa keyakinan bekerja dalam satu team yang solid dapat mencapai hasil yang terbaik bagi semua anggota team.

Zi Yan dan Jie Cheng, pasangan ganda putri China pertama yang berhasil meraih gelar utama dalam kejuaraan Australia Terbuka dan Wimbledon. Anehnya, jika mereka dipisahkan tidak akan ada kekuatan dalam individualitas mereka, lagipula ranking WTA (World Tennis Association) jauh dibawah lawan-lawan mereka. Pasangan China lainnya, peraih medali emas tenis Olimpiade Yunani 2004, Li Ting dan Sun Tian Tian juga bukan pemain Top-25 dunia. Kekuatan team mereka bahkan mampu mengalahkan dua tunggal putri terbaik yang digabung sekalipun. Mau tahu apa rahasia di balik kemenangan yang gemilang itu? Kekompakan dan saling mendukung; masing-masing pemain memiliki kekuatan dan kelemahan, mereka mampu saling mengisi. Jika dibandingkan dua single yang kuat, kekuatan mereka besar tetapi mereka tidak saling mendukung, tidak saling mengisi, dan mengutamakan ego masing-masing, sehingga mereka tidak menjelma menjadi team yang kuat.
Pernahkah Anda melihat sekelompok kawanan angsa yang terbang di udara? Cobalah perhatikan formasi terbang mereka bentuknya seperti huruf "V". Dengan terbang dalam formasi ini, kawanan angsa mampu terbang 71% lebih jauh ketimbang jika mereka terbang sendirian. Dalam satu kawanan ini, setiap angsa memberikan dorongan dan semangat bagi pemimpinnya untuk terus berusaha terbang lebih jauh. Ketika sang pemimpin terlihat lelah, angsa lain akan mengambil alih posisi pimpinan rombongan. Kesimpulannya, usaha team akan mampu mengalahkan usaha individual. Tepat apa yang dikatakan oleh pepatah berikut ini, "Tidak ada kata I (saya) di dalam kata TEAMWORK"

By Darmadi Darmawangsa "Cahmpion"

Time Will (NOT) Heal

Ada pepatah yang mengatakan, "Waktu akan mengobati yang terluka." Semua orang merasakan pedihnya sebuah pengalaman pahit, apakah ditinggal kekasih, dihina orang, bahkan sering kali karena kematian seseorang yang dekat. Memang kalau dipikir-pikir, suatu hal yang membuat kita sedih sedikit demi sedikit akan berlalu. Namun, tidak sedikit orang yang masih sulit melupakan dendam ataupun kenangan buruk. Ada yang berharap bahwa hal itu akan berlalu seiring dengan waktu, namun buktinya banyak yang tidak mampu melupakan insiden masa lalu bahkan menjadi trauma karenanya.

Memang benar, dengan berjalannya waktu, kesakitan dan kepedihan akan berlalu. Namun, hal itu tidak berlalu begitu saja, hal itu berlalu karena Andalah yang membuat keputusan itu. Di dalam hidup ini, kita tidak luput dari orang-orang yang menyakiti perasaan kita dan juga tidak luput berbuat salah pada orang lain, baik sepengetahuan kita maupun tanpa sepengetahuan kita. Merupakan hal yang tidak mudah untuk memaafkan seseorang yang pernah bersalah kepada kita namun yang lebih sulit lagi adalah meminta maaf kepada mereka yang pernah kita sakiti. Ada pepatah tua yang mengingatkan kita bahwa lebih baik mencari kawan dibandingkan lawan. Pepatah ini benar-benar dipegang teguh oleh seorang tokoh pengampun yang pantas dijadikan contoh, yaitu Nelson Mandela, pemenang Nobel Perdamaian tahun 1993. Mandela adalah sosok pahlawan Afrika yang menentang diberlakukannya pembedaan warna kulit di negaranya. Akibat keberaniannya menentang rezim yang berkuasa pada saat itu, Mandela terpaksa harus mendekam selama 27 tahun di penjara. Namun setelah rezim Apartheid tumbang, Mandela tidak membalas hukuman yang diterimanya kepada rezim tersebut. Ketika Nelson Mandela diangkat menjadi Presiden Afrika Selatan yang ke-11, ia membentuk suatu komite untuk mengusut tuntas kebrutalan yang dilakukan oleh rezim apartheid. Setiap polisi warga kulit putih yang mengaku bersalah di hadapan keluarga korban tidak dihukum. Suatu hari seorang ibu tua diperhadapkan dengan polisi yang membunuh anak satu-satunya dan suaminya yang tercinta. Ketika ditanya apa yang ingin ia lakukan, wanita renta itu berkata, "Walaupun saya tidak lagi memiliki keluarga, saya masih memiliki banyak kasih untuk diberikan. "Wanita itu meminta agar si polisi muda mengunjunginya secara berkala sehingga ia merasakannya sebagai kunjungan seorang anak kepada ibunya. Kemudian ia berkata, "Saya ingin menunjukkan kepadanya bahwa pengampunan yang saya berikan adalah sebuah kesungguhan." Polisi muda itu setelah mendengar perkataan si ibu begitu malu hingga ia jatuh pingsan.

Cerita ini mengingatkan kita bahwa kemampuan untuk memaafkan hanya dimiliki oleh para juara sejati. Sikap memaafkan orang-orang yang pernah bersalah pada kita adalah sikap yang dimiliki oleh orang-orang yang berkarakter kuat. Tindakan memaafkan adalah tindakan dari seseorang untuk melupakan kesalahan orang lain, baik diketahui oleh orang yang kita anggap bersalah ataupun tidak diketahuinya. Dengan memaafkan, kita telah meringankan beban pikiran, tenaga, dan waktu kita. Dendam ataupun kebencian adalah hal yang dapat menghambat kemajuan kita. Tindakan memaafkan sering kali jauh lebih bermanfaat bagi si pemaaf dibandingkan bagi yang dimaafkan. Janganlah pasif menunggu dan berharap waktu akan menyembuhkan hati
yang terluka, karena Andalah satu-satunya yang berhak melupakan dan mengampuni siapa pun yang bersalah kepada Anda. Maafkanlah mereka yang menyakiti hati Anda, dengan melakukan hal ini Anda telah maju selangkah menyongsong hidup yang lebih berharga.

Hal kedua adalah keberanian untuk meminta maaf karena kita melakukan kesalahan. Tindakan ini lebih sulit daripada tindakan yang pertama dan tidak heran hanya orang-orang yang berkarakter lebih kuatlah yang mampu meminta maaf. Banggalah akan diri Anda jika Anda mampu memaafkan orang lain yang bersalah pada Anda dan juga bersiaplah untuk meminta maaf jika Anda yang bersalah.

By : Darmadi Darmawangsa "Champion"