Wednesday, February 25, 2009

Your Precious Wealth

Tidak ada seorang pun yang akan mengatakan kalimat seperti ini sebelum ajal menjemput, "Saya berharap dapat meluangkan waktu saya lebih banyak lagi bagi bisnis saya. " Jika kita diposisikan pada menit-menit terakhir di dalam kehidupan kita, saya yakin kita berharap untuk mempunyai waktu yang lebih banyak lagi bagi orang-orang terdekat kita. Sering kali, kita terlalu disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan yang berhubungan dengan karier kita. Namun, seberapa sering kita meluangkan waktu yang berharga bagi orang-orang terdekat kita?

Mungkin Anda sudah lama tidak menelepon orang tua Anda atau Anda kurang meluangkan waktu bersama keluarga, dengan anak dan pasangan Anda. Ingatlah, jika Anda kehilangan pekerjaan, hal terburuk yang Anda alami adalah menggangur sebentar namun saya yakin akan ada pekerjaan lain yang akan Anda dapatkan. Sebaliknya, waktu dengan orang-orang terdekat akan berlalu dengan cepat dan waktu adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli dan diputar balik. Seorang juara tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. juara sejati hidup bagi orang di sekelilingnya yang dicintainya.

Seorang ayah muda begitu dongkol perasaannya menemukan sepeda beserta mainan lainnya berserakan di halaman rumahnya. Mungkin sudah kesekian kalinya ia telah menegur dan memarahi anaknya untuk tidak mengulanginya. Hari itu adalah puncak dari segala kekesalan yang ingin ia lampiaskan kepada anaknya. Ketika dengan gusar ia mengangkat sepeda anaknya, ia tidak menyadari bahwa sedari tadi tetangganya memerhatikannya. Sang tetangga yang berumur jauh lebih tua menegurnya dengan Iembut, "Pak, dapatkah Anda mengizinkan saya untuk mengangkat sepeda anak Bapak?" Dengan bingung si ayah muda itu berkata, "Mengapa Anda ingin melakukannya? " Bapak tua itu pun berkata, "Waktu saya muda dulu, saya juga pernah mendapatkan pengalaman seperti Anda, kesibukan saya di kantor sering kali berimbas dengan kekesalan yang saya limpahkan kepada anak saya ketika mendapatinya berbuat kesalahan. Kini saya merindukan waktu bersama anak saya namun anak saya semuanya sudah beranjak dewasa dan jarang kembali menengok saya di rumah. Jika saya dapat mengulanginya lagi, saya akan dengan senang hati bukan hanya mengangkat sepedanya tetapi juga mengajaknya berputar-putar menikmati waktu yang harganya tak temilai. "

By Darmadi Darmawangsa in Champion