Saturday, February 28, 2009

Wait ‘till it Really Hurts

Mengapa begitu banyak orang yang mampu terinspirasi baik oleh buku-buku ataupun pembicara motivasi, namun belum juga mengambil tindakan untuk berubah? Jawabannya sederhana, karena tuntutan akan perubahan itu belum sampai pada taraf yang sangat menyakitkan. Suatu perubahan terjadi dalam hidup seseorang bukan karena sikapnya tiba-tiba berubah menjadi lebih positif, namun perubahan itu terjadi ketika seseorang tidak bisa lagi menerima kondisinya saat ini. Bahkan sebuah perubahan positif dalam hidup kita terjadi ketika kita merasa sangat negatif dengan keadaan kita.

Ada seorang bapak tua yang saban hari duduk di depan gubuknya ditemani oleh seekor anjingnya yang setia. Pada suatu hari, seorang pengembara mampir ke gubuknya dan ingin bertanya karena ia tersesat. Melihat bahwa sang pengembara kelelahan, si orang tua mengajaknya untuk beristirahat sejenak sambil menikmati lemon dingin yang akan disediakan. Sambil menunggu orang tua itu menyediakan minuman, Sang pengembara tiba tiba dikagetkan dengan lolongan anjing yang begitu memilukan hati.

Ia tidak mengerti mengapa anjing itu melolong kesakitan. Ketika bapak tua keluar membawakan minuman lemonnya, anjing itu melolong sekali lagi. Dengan penasaran sang pengembara bertanya kepada bapak tua itu, "Pak, mengapa anjing Bapak menangis begitu rupa, apakah ia sakit?"
Bapak tua itu dengan tersenyum menjawab, "Oh, Bonny tidak sakit, ia melolong karena ia berbaring di atas sebuah paku. Si pengembara semakin heran, "Sebuah paku? Mengapa ia tidak berdiri saja?" Orang tua itu tertawa dan berkata, "Pengembara, walaupun paku itu terasa sakit bagi si anjing, kesakitannya belum mencapai kesakitan yang benar-benar menyakitkan sehingga membuatnya ingin langsung berdiri. Tahukah Anda kapan seseorang mengambil keputusan. untuk berubah? Kejadian itu terjadi ketika ia merasa sudah tidak mampu menahannya lagi. Jarang orang dapat berubah karena mereka menyukainya, mereka pada akhimya berubah karena mereka memang harus berubah. Pernahkah Anda mempunyai pengalaman berlari tanpa alas kaki di atas aspal yang panas pada siang hari? Begitu Anda merasakan panas yang membakar kaki Anda seketika juga Anda membuat keputusan. Anda mungkin akan berlari kembali ke arah dari mana Anda berasal atau Anda mungkin akan berlari secepat mungkin ke arah yang ingin Anda tuju. Satu-satunya hal yang tidak terpikirkan akan Anda lakukan adalah berdiri diam sambil menunggu kulit telapak kaki Anda melepuh. Kesakitan adalah motivator yang sangat kuat, yang akan mendorong kita untuk berubah.
Perumpamaan di atas terlihat sangat masuk akal, namun betapa sering kita tidak bergerak ke kiri atau ke kanan ketika perubahan dituntut dalam diri kita. Contoh, Anda membenci pekerjaan Anda dan sangat mengetahui bahwa perusahaan juga tidak melihat adanya kemungkinan untuk mempromosikan Anda dalam waktu lima tahun ke depan. Namun Anda belum juga berubah. Jika hal ini terjadi dengan Anda berarti Anda sama tidak masuk akalnya dengan mereka yang berdiri di atas aspal panas tanpa memikirkan untuk bergerak kekiri atau ke kanan. Atau mungkin Anda menunggu kemungkinan terburuk terjadi baru Anda terpaksa mengambil tindakan.

Ingatlah, sesuatu tidak akan berubah, jika Anda tidak mengambil tindakan untuk berubah. Janganlah menunggu sampai semuanya hancur baru Anda ingin berubah, karena pada saat itu mungkin sudah terlambat. Mirip seperti kisah anjing tadi, banyak orang yang melewatkan hari-harinya dengan mengeluh dan mengeluh mengenai keadaan hidupnya, kurangnya uang yang dimiliki, bahkan tentang mimpi-mimpinya yang lama kelamaan pudar dimakan waktu. Seperti sang anjing, orang-orang itu meraung-raung kesakitan akan paku kehidupan tanpa mengambil tindakan untuk mengubahnya. Mereka merasa tidak bahagia namun belum sampai terdesak untuk mengubah kehidupannya. Sayangnya, sering kali akhirnya mereka gagal seperti seekor kodok amfibi yang dipanaskan dengan suhu perlahan-lahan tanpa sadar mereka tidak mempunyai kekuatan lagi untuk melompat keluar dari impitan kehidupan ini. Ada dua pilihan pada akhirnya bagi mereka, yaitu tetap merasakan kesakitan paku itu dan terus mengeluh atau bangkit dan mengubah kenyataan hidup ini. The choice is yours!

By : Darmadi Darmawangsa dalam Champion