Monday, January 26, 2009

Happy Chinese New Year!

The most common Chinese ways of saying Happy New Year are Gong Xi Fa Cai (Mandarin) and Gong Hey Fat Choy (Cantonese). Even though the pronunciations are a little different, both are written the same way.

Gong Xi is congratulations or respectfully wishing one joy.
Fa Cai is to become rich or to make money.

Thus, Gong Xi Fa Cai means wishing you to be prosperous in the coming year.


Sunday, January 25, 2009

The Cassete Inside Your Head

Kata "impossible" (tidak mungkin) adalah kata yang dilontarkan oleh banyak orang terpelajar pada zaman Christopher Columbus ketika ia meminta persetujuan dari ratu Spanyol untuk berlayar ke arah barat, demi menemukan timur dalam hal membuktikan bahwa bumi ini bulat. Kata "impossible" juga adalah kata ejekan yang dilontarkan mereka setelah mendengar ide edan Thomas Edison yang berniat menciptakan bola pijar. Bahkan, kata ini didengungkan lebih dari ribuan kali sejalan dengan
kegagalan demi kegagalan yang dihadapi olch Edison. Kata Imposible (tidak mungkin) adalah tertawaan banyak orang kepada Wright bersaudara ketika Orville Wright mengumumkan mimpi mereka untuk menciptakan “burung besi" yang dapat terbang di angkasa.

Kata Imposible adalah decak tawa mereka yang negatif ketika Nelson Mandela berdoa dalam penjara mengenai impiannya melihat demokrasi yang tidak memandang warna kulit terjadi di Afrika Selatan.

Kata “imposible” mungkin juga telah anda dengar berkali kali ketika Anda menceritakan impian hidup Anda. Namun, janganlah berkecil hati, karena mereka yang juga mendengarkan hal-hal yang sama saat ini akan dikenang sebagai orang-orang yang luar biasa. Ada satu hal yang paling penting melebihi kata impossible yang dilontarkan orang kepada Anda,
yaitu keyakinan yang teguh bahwa hal itu dapat tercapai dan merupakan keinginan yang kuat untuk terus dicoba sampai apa yang Anda impikan tercapai.

Kata impossible hanyalah kata-kata yang sering diucapkan oleh mereka yang memiliki keyakinan lemah. Hal tersebut diakibatkan oleh pikiran-pikiran negatif yang selama ini bersemayam di pikiran seseorang. Pikiran kita terbentuk dari informasi yang diberikan secara berulang kali. Di dalam pikiran kita terdapat ''kaset'' yang terus menerus diputar sesuai dengan keyakinan yang kita percayai. Orang-orang negatif memasukkan informasi negatif ke dalam "kaset" pikirannya sehingga pikiran mereka memengaruhi tindakan mereka dan menghasilkan hasil sesuai dengan keinginan pikiran mereka. Tengoklah beberapa kalimat negatif di bawah ini, apakah Anda juga menggunakan kaset yang sama dengan mereka yang negatif?

- Saya merasa kurang cerdas.
- Saya tidak akan dan tidak mungkin meraih kesuksesan yang sayainginkan.
- Saya tidak pernah mampu menyelesaikan suatu pekerjaaan sampai tuntas.
- Apa pun yang saya lakukan, pasti hasilnya biasa-biasa saja.
- Saya tidak akan marnpu mengubah kebiasaan buruk saya.
- Saya terlalu muda untuk diberi tanggung jawab sebesar ini.
- Saya terlalu tua untuk kembali ke bangku sekolah.

Apa pun yang bersemayam di dalam pikiranAnda, hal itu akan cenderung terjadi dalam hidup Anda. Jika Anda terus menerus memercayai apa yang Anda yakini saat ini, Anda akan terus menerus mengambil tindakan seperti tindakan-tindakan Anda sebelurnnya. Dan jika Anda terus menerus mengambil tindakan yang sama, Anda akan memperoleh hasil yang sama juga Jika Anda menginginkan hasil yang berbeda saat ini, Anda hanya perlu mengganti kaset yang ada di pikiran Anda. Ingatlah, pikiran Anda akan memutar setiap "kaset" yang Anda berikan padanya. Pikiran Anda akan segera membentuk citra diri Anda dan hal itu akan berlanjut pada setiap tindakan Anda dan tentu memengaruhi hasil dalam kehidupan Anda.

By Darmadi Darmawangsa dalam Champion

Monday, January 19, 2009

I cried for my brother six times

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?"

Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya! " Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batubata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, " Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? "
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimanapun penampilanmu. .." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya." Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Diterjemahkan dari : "I cried for my brother six times"

Thursday, January 15, 2009

Lessons from Mr. Tiger

Tiger Woods adalah seorang pegolf legendaris dunia dan menjadi atlet pertama yang mampu meraih penghasilan sebesar US$ 1.000.000.000 dalam usianya yang baru menginjak 31 tahun.
Banyak pelajaran dari Mr. Tiger yang dapat kita petik dan kita jadikan pegangan untuk menjadi seorang juara yang tak terkalahkan. Tiger Woods memiliki tiga prinsip sederhana namun mempunyai kekuatan dahsyat yang ia gunakan dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya, juga ketika ia menghadapi tantangan dalam hidupnya.

Prinsip #1: "1 Smile at obstacles."
Anda mungkin kaget dengan pernyataan dari Woods bahwa ia tersenyum ketika dihadapkan dengan rintangan. Bukankah kebanyakan orang mengeluh, menghindar, bahkan melarikan diri ketika menghadapi rintangan dalam hidupnya? Lagipula, mengapa ia tersenyum seakan-akan senang bertemu dengan rintangan itu? Satu hal yang pasti adalah ketika kita lari dari rintangan hidup ini, kita tidak menyelesaikan masalah yang kita hadapi, bahkan sering kali rintangan itu bertambah besar seiring dengan ketakutan kita. Mr. Tiger tersenyum karena ia melihat ada sebuah kesempatan yang akan membuat dirinya bertambah tangguh jika ia mampu melewati rintangan itu; bahkan, jika gagal sekalipun ia akan belajar dari rintangan itu. Ia juga tersenyum karena keyakinan diri yang kuat bahwa ia lebih besar daripada rintangan itu. Oliver Wendell Holmes menguatkan konsep pemikiran Woods dengan kata-katanya, "Apa ang telah terjadi dalam hidup ini dan apa yang akan terjadi pada mas yang akan datang adalah masalah yang kecil jika dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita." Pepatah ini mengartikan, seorang juara mengetahui bahwa kekuatan yang ada di dalam dirinya jauh lebih besar daripada semua masalah yang akan dihadapinya. Cobalah tengok pemanjat gunung kawakan, mereka tidak akan mudah mundur dari gunung-gunung yang terjal, mereka bahkan terinspirasi untuk menaklukkannya. Hati para juara tidak mudah ciut menghadapi masalah malahan mereka tertantang olehnya. Ibarat gunung-gunung terjal diciptakan untuk dapat .ditaklukkan demikian juga rintangan dalam hidup ini diciptakan untuk dapat dikalahkan. Satu hal yang pasti ketika kita berani menghadapi tantangan hidup ini, kita akan belajar dari rintangan itu dan menjadi lebih tangguh dan bijaksana dalam menyelesaikannya. Seorang juara mampu melihat tantangan dalam hidup ini sebagai "hadiah" dari Sang Pencipta.

Prinsip #2: "My Will can move mountains."
Kemauan yang besar sering kali yang membedakan antara para juara dan orang biasa. Dunia ini bukanlah dipenuhi oleh dua kubu, the have (kaya) dan the have-not (miskin). Dunia ini hanyalah dipenuhi oleh, the will (rnereka yang mau) dan the will-not (mereka yang tidak mau). Mr. Tiger mempunyai keyakinan bahwa jika ia benar benar menginginkan sesuatu Ia pasti akan mendapatkannya. Namun, jangan terlalu cepat menghakiminya dengan mengatakan bahwa tidak selalu Mr. Tiger dapat memenangkan semua turnamen yang diikutinya, Memang benar ia tidak memenangkan seluruh turnamen ternama yang diikutinya walaupun dia menginginkannya, Namun hasil yang telah diraihnya selama ini merupakan hasil yang belum dapat disaingi oleh pegolf mana pun. Keinginan yang besar dari Mr. Tiger menciptakan suatu fokus yang tajam sehingga konsentrasi dan pikirannya tertuju pada satu tujuan

Prinsip #3: "I will do it with all my heart."
Kecintaannya pada olahraga golf telah merasuk ke dalam sukma Mr. Tiger. Apa yang dipikirkan, dibicarakan, dan dilakukan, sebahagian besar berhubungan dengan kecintaannya pada olah raga ini. Sangat sulit untuk mengalahkan seseorang yang mencintai pekerjaannya. Tepat apa yang dikatakan oleh Samuel Goldwyn, produser film ternama Hollywood, "Tidak seorang pun yang antusias dengan pekerjaannya patut mengkhawatirkan hidupnya. Semua kesempatan di dunia ini menunggu orang-orang yang mencintai pekerjaannya untuk mendapatkannya." Woods tidak melihatnya sebagai pekerjaan melainkan sebagai suatu kesempatan yang menyenangkan sehingga ia tidak segan-segan berlatih berjam-jam setiap hari hanya untuk mempertajam pukulannya. Ketika seseorang mencintai pekerjaannya, masalah-masalah berat pun terlihat enteng dan mudah untuk diselesaikan. Tiga prinsip sederhana Tiger Woods merangkum strategi para juara dalam melakukan pekerjaannya. Belajarlah dari sang maestro dan terapkanlah prinsip sukses ini dalam kehidupan Anda

By Darmadi Darmawangsa

Sunday, January 11, 2009

Maya San


The picture was taken in front our headquarter, MARUBENI CORPORATION, TOKYO by Shimoda-san.
As one of the best employees of the year 2007, I got a prize to go to Mecca but since I am a Buddhist I decided to go to Nara, Japan. It says that your future and fate are in your hand, you are the only one who can make your dreams come true.
So go and chase your dreams and make them happen.
My dream has come true..............and I must thank to you, Bapak.

Saturday, January 10, 2009

Change Your Way to Success

Pada suatu hari, Albert Einstein sedang memberikan tes akhir bagi para mahasiswa jurusan fisika di Princeton University, New Jersey. Setelah hasil tes dikumpulkan, Einstein berjalan kembali ke kantornya,

namun teaching assistant (asisten dosen) yang membantunya di kelas mengejarnya dan bertanya kepada Einstein, "Bukankah soal yang Anda berikan sama persis dengan soal tahun lalu?" Einstein diam sejenak dan kemudian berkata, "Benar; ujian yang saya berikan sama dengan soal tahun lalu. "TA-nya dengan tidak puas karena menganggap Einstein adalah orang super bertanya lagi, "Mengapa Anda memberi soal yang sama?" Dengan tenang Einstein menjawab, "Soalnya memang sama tapi jawabannya sekarang sudah berbeda.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menyaksikan kreativitas tingkat tinggi yang dipertontonkan oleh seorang peminta-minta di sebuah kawasan Jakarta Utara. Hampir semua pengemis yang meminta-minta tidak memiliki kaki sehingga mereka menggunakan kedua tangan untuk mengangkat tubuh mereka, meminta dari satu mobil ke mobil lainnya. Saya turut merasakan penderitaan mereka, namun yang mengagetkan, ada seorang pengemis yang di tengah penderitaannya ini masih sempat berpikir kreatif. Ia membuat papan yang beroda sehingga memudahkan dan mempercepat perpindahannya dari satu mobil ke mobil yang lain. Saya tersenyum melihat semangat dan kreativitas pengemis ini. Dua minggu kemudian, saya melewati tempat yang sama dan pada saat itu hujan lebat baru saja selesai mengguyur tempat itu. Di dekat perhentian lampu merah, saya melihat si pengernis beroda berada di atas trotoar dengan muka cemberut. Saya kemudian sadar mengapa ia tampak gundah, rupanya ia tidak dapat menggunakan papan rodanya karena ruas jalan masih tergenang air hujan yang cukup tinggi. Namun, yang membuat saya lebih mengerti lagi perasaannya, ketika melihat ada pengemis lain yang menggunakan kursi roda mendekati mobil demi mobil. Ide kreatif pengemis yang pertama dengan mudah ditiru sekaligus dimodifikasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Contoh lain berasal dari cerita sukses sebuah toko yang bernama Walgreen. Ketika masa depresi menyerangAmerika Serikat sekitar tahun 1930,toko Walgreen yang sukses berubah menjadi bisnis yang hampir bangkrut. Mereka kemudian memanggil seorang konsultan sekaligus seorang sales brilian bernama Mr. Wheeler dan memintanya untuk membantu toko di Walgreen agar dapat bertahan. Mr. Wheeler bertanya dengan kritis kepada kepala toko, "Barang dagangan apa yang paling laku dan paling mudah dijual?" Kepala toko itu menjawab, "Telur." Mr. Wheeler kemudian mempelajari bagaimana para pramusaji Walgreen mengambil order dari pelanggannya. Mereka setiap kali bertanya, "Apakah Anda menginginkan telur di dalam minuman Anda atau tidak?" Kebanyakan jawabannya adalah TIDAK. Mr. Wheeler kemudian menyarankan untuk mengganti strategi bertanya pramusaji Walgreen dengan pertanyaan, "Apakah Anda mau dua telur atau satu telur?" Tiba-tiba banyak pelanggan yang biasanya tidak menginginkan telur di dalam minumanya meminta paling sedikit satu telur. Strategi sederhana ini mampu meningkatkan keuntungan Walgreen secara signifikan.

Sering kali rutinitas pekerjaan kita saat ini membuat kita kurang kreatif. Lihatlah di sekeliling Anda apakah banyak hal yang telah berubah di industri Anda, pelanggan Anda, produk dan servis yang Anda tawarkan? Masalah yang kita hadapi saat ini mungkin masih tetap sama, namun solusinya mungkin telah berbeda. Memang benar masalah tentang kebutuhan manusia akan alat komunikasi tetap ada. Namun, jika dulu telepon saja sudah mampu menyelesaikannya, saat ini pelanggan lebih membutuhkan mobile phone. Bagaimana dengan bisnis Anda?

Tepat apa yang dikatakan oleh Albert Einstein bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidaklah dapat dipecahkan dengan pemikiran-pemikiran sebelumnya. Dari setiap gunung yang berhasil ditaklukkan, selalu akan ada gunung-gunung lain yang lebih menantang dan tentu membutuhkan strategi yang berbeda pula untuk ditaklukkan. Janganlah terlalu cepat puas dengan pencapaian Anda saat ini, karena pada saat Anda puas, pesaing Anda telah mengintip dan siap mengambil alih pimpinan.

Tuesday, January 6, 2009

US$100,000 Success Secret

Seorang pemuda mendekati Andrew Carnegie, miliuner baja terkaya di Amerika Serikat pada zamannya, ia menawarkan sebuah formula sederhana yang pasti dapat meningkatkan kekayaan Mr. Carnegie. Tidak tanggung-tanggung, ia meminta imbalan US$ 100.000.

Mr. Carnegie menyetujui permintaannya asalkan terbukti berhasil. Setelah menggunakannya selama sebulan, ternyata Mr. Carnegie mengakui walaupun sangat sederhana formula itu khasiatnya begitu ampuh. Ia pun tanpa menawar langsung membayar dengan harga penuh. Penasaran, sehebat apakah formula itu?

Ternyata formula itu hanya memintanya untuk menuliskan sebelum tidur tentang lima hal penting yang ingin ia kerjakan keesokan harinya dengan berurut sesuai prioritas pentingnya tugas itu. Setelah itu, ia harus berkomitmen untuk mengambil tindakan-tindakan besar demi mewujudkannya dimulai dari prioritas yang utama. Dan jika ia hanya mampu menyelesaikan tiga tugas, berarti dua tugas yang belum tuntas harus ia lanjutkan pada hari berikutnya ditambah dengan tiga tugas baru, Saya yakin Mr. Carnegie bukanlah seorang bodoh yang rela membayar sebuah ide seharga US$100.000, jika ia tidak sungguh-sungguh mendapatkan keuntungan.

Ingatlah, kesuksesan yang terjadi dalam hidup seseorang bukan suatu kebetulan melainkan hasil dari setiap keputusan yang dibuat setiap harinya. Pilihlah keputusan-keputusan yang mengarah pada tindakan, dan tuntaskanlah apa yang menjadi tugas Anda setiap hari.

My Son

My son in action disamping Kelapa sawit umur 3 th, dibelakang terlihat nanas yang ditanam secara tumpang sari

Sunday, January 4, 2009

As You Sow so Shall You Reap

Petani bijak sangat mengerti arti pentingnya sebuah proses pembibitan. Jika ia tidak menabur benih, ia tentu tidak mengharapkan adanya hasil panen. Petani bijak sangat mengerti nilai dari benih-benih padi unggul yang ditanamnya.
Jika benih padi unggul yang ditanam, tidak heran jika yang tumbuh adalah padi yang ungguljuga. Demikian halnya, jika Anda menanam jagung, Anda dipastikan akan mendapat jagung dan bukan semangka.
Hal ini juga berlaku dalam setiap kehidupan kita. Pepatah tua yang tidak lekang dimakan waktu mengingatkan kita bahwa, "Apa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda tunai." Jika Anda menanam semangat yang tinggi dan usaha yang keras untuk berprestasi, niscaya hasilnya akan terlihat dengan jelas. Namun sayang, banyak orang yang tidak sabar menunggu hasil akhirnya. Kebanyakan orang langsung mengharapkan hasil yang fantastis akan benih yang ia tanam kemarin (instant gratification).

Banyak orang yang lebih menggemari kata work smart dibandingkan work hard. Hal ini tidaklah menjadi masalah jika mereka mengetahui apa arti dari work smart yang tidak lain berarti melakukan hal-hal dasar (fundamental) dengan lebih baik dan lebih sering lagi dibandingkan orang lain. Work smart mempunyai arti melakukan work hard dengan lebih efektif dan efisien. Pepatah lain yang dicetuskan oleh Elbert Hubbard, "People who never do any more than they're paid to do, are never paid any more than they do” (Orang-orang yang tidak pernah bekerja lebih daripada apa yang dibayar adalah orang-orang yang tidak akan pernah dibayar lebih daripada apa yang mereka kerjakan.) Banyak orang yang sering berkomentar, "Jika saya memiliki pekerjaan bagus yang memberikan kompensasi yang bagus juga, baru saya akan bekerja dengan keras. Namun, lihatlah pekerjaan saya saat ini, tidaklah berarti. Jadi, untuk apa saya bekerja keras? " Orang seperti ini tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan yang bagus karena sikapnya yang bodoh.
Dalam laporan Associated Press tertanggal 7 Juni 2007, Eric Schmidt, CEO dari perusahaan pencarian internet Google, adalah salah satu CEO yang menerima gaji terendah dibandingkan CEO papan atas lainnya. Ia malahan yang mengusulkan kepada pemilik perusahaan untuk menggajinya sebesar US$l per tahun selama tiga tahun berturut-turut. Tentu ide ini bukanlah ide bodoh karena Schmidt ingin agar perusahaan menyadari bahwa semangat kerjanya tidaklah bergantung pada gaji yang besar tetapi pada hasil yang ia mampu berikan kepada perusahaan. Kompensasi total yang diterimanya per
tahun selain dari gaji hanyalah tunjangan sebesar US$557.466,jumlah yang tergolong kecil dibandingkan dengan CEO perusahaan pesaingnya Yahoo Inc., Terry Semel yang mendapat tunjangan sebesar US$71, 7 juta per tahun. Kompensasi yang ditawarkan berupa opsi stok jauh lebih diinginkannya, tidaklah heran saat ini Schmidt mendapatkan 10,7 juta lembar saham yang nilainya kini telah mencapai nilai sebesar US$5,5 miliar. Kebanyakan orang merasa dibayar lebih sedikit daripada yang semestinya ia terima. Percaya atau tidak, banyak orang yang hanya bekerja minimal untuk diakui bekerja dalam pekerjannya : tetapi sebagai Seorang juara lakukanlah lebih daripada apa yang Anda terima. Belajarlah dari Eric Schmidt maka Anda akan kaget mendapati hasilnya, ketika Anda dibayar lebih daripada apa yang Anda kerjakan. Itulah cara berpikir seorang Juara

By Darmadi D

What You Focus Will Expand

Hukum tarik-menarik (the law of attraction) adalah suatu subjek yang sedang hangat diperbincangkan dalam dunia pengembangan diri saat ini. Salah satu pilar dasar dari hukurn ini adalah kekuatan dari sebuah fokus (perhatian). Seseorang cenderung (memiliki probabilitas yang lebih besar) untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, jika ia mengarahkan fokus pada keinginannya.

Fokus inilah yang akan menjadi pikiran utamanya (dominant thought) setiap hari. Namun sayang, kebanyakan kegagalan manusia di dunia ini terjadikarena mereka salah menggunakan kekuatan yang dahsyat ini. Bukannya berfokus pada apa yang ingin diraih, mereka berfokus pada hal-hal yang tidak diinginkan. Alhasil, mereka mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan itu.

Apakah selama ini Anda lebih sering memberi fokus pada ketakutan Anda dibandingkan pada keuntungan yang akan Anda dapatkan jika mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-cita Anda? Bagaikan koin yang bermuka dua, demikian juga setiap hal di dunia ini, memberikan ancaman dan peluang. Arahkan focus Anda pada peluang yang ada didepan mata, maka Anda akan merasa lebih bergairah dan berscrnangat untuk mengejar tujuan itu.

Bola lampu yang berkekuatan 100 watt mampu menerangi sebuah ruangan yang cukup besar, namun dengan kekuatan yang sarna apabila difokuskan pada penampang yang berdiameter sangat kecil, sinar lampu ini dapat berubah menjadi sinar laser yang mampu membelah batu sekeras
apa pun. Demikian juga halnya, air terjun Niagara di Amerika Utara yang begitu dahsyat tidak akan mampu memproduksi tenaga listrik jika tidak diarahkan alirannya. Ingatlah, kekuatan terbesar dalam diri kita-baik berupa pikiran, perasaan, maupun tindakan jika diarahkan dengan tepat akan menghasilkan hasil yang berlipat ganda. Orang-orang sukses adalah mereka yang mampu berfokus terhadap apa yang mereka inginkan, sebaliknya mereka yang gagal memberikan fokus terhadap apa yang tidak mereka inginkan terjadi.

Sebuah mobil yang melewati permukaan jalan yang licin mempunyai kemungkinan besar tergelincir. Mobil itu dapat kehilangan kendali dan menyebabkan kepanikan bagi si pengemudi. Akibat panik, ia secara refleks mulai melihat mobil lain yang berada di sekelilingnya, kemudian ia
melihat tembok, kemudian ia melihat pembatas jalan. Jika ia tidak cepat-cepat mengubah fokus pikirannya, Anda tentu dapat menebak akhir cerita dari mobil naas itu. Tahukah Anda dengan mengarahkan fokus Anda pada semua hal yang disebutkan tadi, mobil Anda akan "menarik" hal-hal tersebut sehingga pada akhimya Anda tak terhindar dari tabrakan. Jika ingin selamat dan keluar dari bahaya, sebaiknya Anda fokus pada jalan yang ada di depan. Jika kejadian ini terjadi pada Anda, bersiaplah untuk memberikan satu-satunya fokus Anda pada jalan yang ada di depan, dan janganlah
memberikan fokus terhadap apa yang Anda takutkan akan Anda tabrak, Buatlah keputusan Anda hari ini juga hanya untuk selalu berfokus pada hal-hal yang ingin Anda capai, niscaya Anda akan mendapatkannya dalam waktu yang bahkan tidak Anda duga.

By Darmadi D

A Litle Extra

Apakah saat ini Anda merasa bahwa hidup terlihat monoton dan kurang bergairah? Claude T. Bissell memberikan solusi praktis untuk menemukan kembali gairah dalam hidup ini. Pertama, ambillah risiko melebihi batas aman menurut keyakinan banyak orang. Hidup ini terasa kurang menantang karena sering kali kita sendiri tidak melibatkan diri kita ke dalam hal-hal yang menantang.

Tentunya, ada risiko di balik setiap tantangan yang berani kita ambil, namun risiko itulah yang dapat membuat diri kita maju. Bill Gates, billiuner terkaya di dunia yang memiliki kekayaan setara 500 triliun rupiah (Majalah Forbes, 2007) adalah seorang yang cerdik dan berani mengambil risiko. Ketika IBM membutuhkan operating system (OS) untuk personal computer IBM PC, perwakilannya Jack Sams menghubungi Gates. Bill temyata tidak mampu memenuhi pesanan IBM itu dan merekomendasikan Gary Kildall, pemilik Digital Research (DRI), seorang ahli yang mampu memenuhi pesanan IBM. Kildall tidak meihat peluang raksasa di depan mata, ia malah menyuruh istrinya untuk melakukan negosiasi. Pihak IBM merasa kecewa karena pihak DRI lamban dalam mengambil keputusan dan meminta Gates untuk mencari rekanan yang lain. Saat itu, Gates menyadari bahwa ada kesempatan bisnis besar yang terbentang di depan mata. Gates kemudian meminta Tim Patterson, pemilik Seatle Computer Product untuk membuat 86-DOS dan meminta lisensi penuh atas produk itu. Ketika ia melihat kesempatan, ia tidak menyia-nyiakannya, walau ia tidak memiliki apa yang diinginkan IBM, ia memutar otak dan mencari solusi. Keberanian Gates disertai naluri bisnisnya yang tajam membuatnya menjadi orang terkaya di dunia. Kedua, berikanlah perhatian melebihi perhatian yang diberikan orang pada umumnya. Mengapa? Apa pun profesi dan pekerjaan Anda, pastilah melibatkan hubungan dengan sesama manusia. Dengan miningkatkan perhatian kepada pelanggan dan orang-orang di sekitar Anda, kesuksesan dan kebahagiaan telah menanti Anda. Joe Girard, adalah seorang salesman yang mengerti konsep mengutamakan pelanggan. Ia adalah pemegang rekor dunia penjualan mobil yang tercatat di dalam Guiness Book of Record setelah mampu berhasil menjual 13.001 mobil dalam kurun waktu lima belas tahun. Kemampuannya mengenali . pelanggannya telah membuat para pelanggan mengajak teman-temannya untuk membeli mobil dari Girard. Inilah kunci sukses Joe Girard yang menjadikannya seorang juara di bidangnya.

Ketiga, bermimpilah lebih-besar dibandingkan mimpi kebanyakan orang. Mengapa? Mimpi yang besar akan memberikan dorongan yang besar untuk mengeluarkan kekuatan yang terpendam di dalam diri Anda. Steven Spielberg adalah seorang pemimpi sejati. Mimpinya mampu menelurkan film-film box office yang berhasil memberikannya pemasukan senilai 80 triliun rupiah. Film-film seperti Jaws, E.T., Jurrasic Park adalah contoh hasil dari mimpi-mimpi hebat seorang Spielberg. Keempat, selalu berharap mendapatkan lebih daripada apa yang diharapkan oleh orang lain. Mengapa?
Dengan memiliki ekspektasi positif terhadap hidup ini, Anda akan bergairah dan tetap bersikap positif walau tantangan menghadang dan terus berusaha mengambil tindakan demi tindakan agar mimpi Anda tercapai,. Kolonel Sanders adalah contoh juara yang mempunyai ekspektasi yang luar biasa. Bagaimana tidak, ia bahkan tetap bersemangat untuk meyakinkan pemilik restoran ayam untuk membeli resep ayam ibunya, sebuah ekspektasi besar yang mampu membuatnya rela mengetuk sampai pintu yang ke-1009 sebelum idenya diterima oleh investor. Sanders layak menjadi seorang juara karena harapannya bukanlah sekadar menjadi pemilik restoran ayam tetapi ia mampu mengubah cara hidup bukan hanya masyarakat Amerika Serikat pada umumnya tetapi juga memperkenalkan resep ibunya sampai menyebar ke seluruh dunia. Bukankah keempat solusi ini telah dibuktikan oleh mereka-mereka yang berhasil meraih kesuksesan baik pada masa lalu, saat ini, dan pada masa mendatang?

By Darmadi D