Saturday, December 27, 2008

So Close ... yet so Far Away



Seorang ilmuwan kenamaan Prancis, John Henry Fabre pernah mengadakan suatu percobaan unik terhadap sekelompok spesies ulat. Fabre mengambil beberapa ulat dan membuatnya sedemikian rupa sehingga ulat yang paling depan menyentuh ulat yang paling belakang. Mereka membuat suatu lingkaran penuh mengelilingi sebuah pot bunga. Di tengah pot bunga diletakkan ranting dan pucuk daun muda pohon cemara yang merupakan makanan pokok ulat-ulat tersebut. Kemudian, mulailah ulat-ulat bergerak berjalan beriringan mengitari pot bunga. Ber¬putar dan terus berputar, jam demi jam, hari demi hari, malam demi malam, hingga akhirnya genaplah tujuh hari dan tujuh malam mereka berputar-putar mengelilingi pot bunga. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, ulat-ulat tersebut mati karena kelaparan dan kehausan. Padahal, di dekat mereka yang jaraknya tidak lebih dari radius 10 sentimeter, terdapat banyak sekali makanan ke¬sukaan mereka. Mereka telah bekerja keras untuk mencari makanan, tetapi berhubung masing-masing ulat tersebut memilih untuk "membutakan" matanya dengan pasrah mengikuti ulat di depannya, maka matilah mereka ber-sama-sama di dekat makanan yang mereka cari-cari.


Sungguh suatu percobaan yang dapat memberikan pelajaran berharga bagi kita. Banyak manusia hidup di dunia ini dengan menjalani kesalahan yang sama dengan ulat-ulat tersebut. Mereka lebih banyak melihat pada keterbatasan yang dibuat oleh lingkungannya ketimbang mendayagunakan kekuatan dahsyat yang bersemayam di dalam dirinya. Mereka se­lalu mengekor pada orang lain dan tidak memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Mereka tidak menyadari bahwa di dekat mereka sebenarnya ada keberhasilan besar yang menunggu, andaikata mereka mau menyadarinya dengan memanfaatkan kekuatan dahsyat di dalam diri mereka