Sunday, December 14, 2008

God is not fair?

Suatu perlombaan lari 400 meter diadakan untuk menguji siapa manusia yang paling eepat di dunia. Lomba tersebut merupakan perlombaan yang paling diminati oleh seluruh penon ton sehingga semua orang menunggu dengan antusias. Lomba ini diikuti oleh tiga orang atlet paling hebat di nomor lari 400 meter. Semua peserta lomba me-mulai dari garis start yang sama, menempuh jarak yang sama, dan memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi orang yang paling eepat meneapai garis finish. Setelah bersiap, tanda perlombaan pun dimulai. Sang wasit menembakkan pistol ke udara, 3 ... 2 ... 1, tan!!! Semua peserta seeepat kilat berlari menuju garis akhir, dan berusaha saling menda¬hului satu sama lain. Sorak-sorai penonton yang begitu bergemuruh menambah seru jalannya perlombaan. Tiba tiba, terjadilah hal di luar dugaan. Pada tikungan kedua di lintasan, dua orang atlet saling bersinggungan satu sama lain, dan karena gesekan tersebut keduanya menjadi sedikit terganggu keeepatannya dan terhambat sebentar.
Penonton begitu bersemangat menyaksikan jalannya perlombaan sehingga tidak memperhatikan insiden keeil tersebut. Salah satu dari atlet yang bersinggungan merasa terganggu dengan kejadian ini dan seketika ia berhenti berlari dan menyatakan protesnya, "Kenapa kamu me-nyenggol saya? Kamu curang ... !" Oleh karena tidak mendapat respons akhirnya ia berteriak dengan nada marah kepada panitia dan penonton, "Ini curang! Saya tidak mau diperlakukan curang seperti ini ... saya minta perlombaan diulang!" Sambil tetap bersungut-sungut marah, ia tidak mau melanjutkan perlombaan, dan meminta start diulang. Akibat keributan kecil itu, atlet yang tidak bersinggungan pun melirik ke belakang karena ingin mengetahui apa yang terjadi, sehingga sempat terkejar oleh pelari lainnya yang bersinggungan. Sementara itu, penonton sama sekali tidak mempedulikan kejadian keeil tersebut. Penonton tidak peduli dengan atlet yang marah tadi, Penonton juga tidak peduli dengan dua atlet lainnya.

Mereka hanya peduli pada siapa atlet yang paling dulu menyentuh garis finish. Sorak-sorai penonton tambah bergemuruh ketika garis finish sedikit lagi tereapai. Akhir-nya tibalah saatnya ketika sang juara menyentuh garis fi¬nish, dua atlet menyentuh garis finish seeara bersamaan dan seluruh penonton berdiri memberikan applause meriah. Suasana menjadi semakin mendebarkan, seluruh penonton menantikan siapakah gerangan yang dipastikan menjadi juara.
Siapakah juaranya? Tidak penting mengetahui siapa yang menjadi juara. Hal yang pasti, atlet yang kalah sudah jelas, yaitu atlet yang tidak mau meneruskan perlombaan dan terus marah-marah tadi.

Dalam kehidupan ini, kita sering mendengar lontaran kata kata bernada kecewa yang keluar dari mulut seseorang dengan ber kata, "God is not fair!" Jika kita berandai-andai apa yang akan dilakukan Tuhan, tentunya kita pasti akan menemukan bahwa sering kali keputusan Tuhan terlihat tidak cocok dengan standar keadilan manusia, Jika Anda diberi kepercayaan untuk memutuskan sesuatu seperti contoh berikut ini, apa yang akan Anda putuskan?

Bagaimana kalau Anda dihadapkan pada permintaan dua orang yang kontradiksi satu sama lain. Sebagai contoh, seorang petani berdoa agar segera diturunkan hujan, agar padi di sawahnya dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang sukses. Sementara itu, di sebelah rumah sang petani tadi ada seorang anak kecil yang atap kamarnya bocor mengharapkan jangan turun hujan agar dia bisa tidur dan tidak basah kuyup. Apa kemudian keputusan yang diambil? Mungkin masalah ini masih terlalu mudah bagi Tuhan, Ia dapat segera memutuskan diturunkannya hujan sementara di lain pihak, Tuhan akan mengutus seseorang yang murah hati agar dapat memperbaiki rumah yang bocor tersebut. Lebih rumit lagi seorang mendoakan dijatuhkannya hukuman mati kepada seorang narapidana yang merenggut nyawa anaknya, disisi lain keluarga narapidana berdoa dengan sungguh-sungguh meminta pengampunan dari Tuhan. Kita tahu, pasti banyak sekali doa-doa kompleks yang dipanjatkan kepada Tuhan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan pada kesempatan dimana Tuhan tidak berpihak kepada keinginan kita, muncul kesal dan kita bergumam, "God is not Fair!"

Cerita tentang tiga atlet tadi menunjukkan kepada kita bahwa terkadang kita merasa bahwa dunia ini tidak adil. Biarlah saya yang menyampaikan berita duka mengenai dunia ini. Benar, dunia ini memang tidak adil karena hidup tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita melainkan sesuai dengan kehidupan itu sendiri. Namun berita yang menggembirakan dan yang terpenting adalah respons apa yang Anda berikan terhadap kenyataan hidup ini, itulah arti kehidupan sebenarnya. Dunia ini begitu kejam dan tidak memerhatikan keinginan kita. Dunia ini benar-benar seperti perlombaan yang ingin segera me-nentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Jika kita selalu memiliki attitude sebagai orang yang tidak siap bersaing dan sulit bangkit dari kegagalan, maka hasH akhirnya pasti kita akan menjadi orang-orang yang terkalahkan. Sebaliknya, jika kita memiliki attitude sebagai orang yang selalu siap bersaing dan mau bangkit dari setiap kegagalan yang kita alami, tidak mudah putus asa, tidak mudah menyerah kalah, tidak selalu menyalahkan kegagalan pada lingkungan atau orang lain, kita akan keluar sebagai pemenang. Setidaknya, menang dari sifat negatif diri sendiri. Persaingan dalam hidup adalah hal biasa dan tidak dapat dihindari. Justru dengan adanya persaingan kita seharusnya lebih terpacu lagi untuk berbuat yang lebih baik dan mengeluarkan seluruh kemampuan kita.

Jadi, jangan sekali-kali Anda mempermasalahkan hal hal kecil dan menganggapnya sebagai ketidakadilan terhadap Anda. Jangan menyalahkan lingkungan dan orang lain. Menurut Anda, apakah orang-orang sukses tidak mengalami persinggungan dan kesulitan dalam hidupnya? Apakah mereka tidak pernah mendapatkan masalah dalam hidupnya? Mereka juga sering kali mengalami hal hal sulit dan persinggungan dalam hidupnya, tetapi mereka berfokus dalam mencari solusi, bukan pada masalahnya. Mereka tidak terus-menerus terpaku pada masalah dan berlarut-larut dalam kesedihan. Apakah mereka-orang-orang sukses - menyalahkan Tuhan dengan mengatakan God is not fair? Jangan pernah katakan God is not fair, mungkin kita yang tidak fair terhadap diri kita sendiri karena kenyataannya God is always fair (Tuhan selalu adil) sesuai kehendak-Nya. Itulah kunci pertama dan utama attitude, jangan menyalahkan sesuatu pada lingkungan atau orang lain, dan jangan pernah berkata God is not fair!