Sunday, November 4, 2007

Mencintai Keluarga Nabi

Anas bin Malik, khadam Rasulullah saw bercerita :

Nabi mendapat hadiah daging burung, kemudian beliau berdoa, “Ya Allah, datangkanlah orang yang paling Engkau cintai supaya ia makan daging burung ini bersamaku”.

Kemudian datanglah Ali bin Abi Thalib, aku tolak dia, dia datang lagi, dan kutolak lagi, Ali masuk pada kali ketiga atau ke empat. Nabi saw berkata padanya, “Apa yang menahanmu untuk datang padaku”

Ali menjawab “Demi yang Mengutusmu dengan hak sebagai Nabi, aku mengetuk pintu tiga kali, tapi Anas selalu menolaknya.”

Perjalanan menuju kecintaan kepada Allah harus dimulai dengan mencintai Rasulullah saw, orang yang paling dicintai Allah. Tapi Sebelum memasuki kecintaan kepada Rasulullah saw, kita harus mencintai orang yang paling dicintai Rasulullah.

Bukankan Nabi pernah berdoa,

“Cintailah Allah atas nikmat-Nya kepadamu,
Cintailah Aku karena kecintaan kepada Allah,
Dan Cintailah Ahli Baitku karena Kecintaanku”

Allah berfirman, “

Katakanlah (olehmu Muhammad) aku tidak meminta upah dari kalian
Kecuali kecintaan kepada Keluargaku”

Al-Zamakhsyari mengubah puisi,
Sudah banyak kebimbangan dan Ikhtilaf
Semua menyatakan mazhabnya yang paling benar
Kupegang teguh kalimah “La ilaha Illallah”
Dan kecintaan kepada Ahmad dan Ali

Beruntung Anjing karena mencintai Ashabul Kahfi
Mana mungkin aku celaka
Karena mencintai keluarga Nabi

Imam Syafi’I melukiskan kecintaanya kepada keluarga Nabi saw dengan pusi :

Wahai Ahli Bait Rasulullah,
Kecintaan kepadamu
Allah wajibkan atas kami
Dalam Alqur’an yang diturunkan
Cukuplah tanda kebesaranmu
Tidak sah salat tanpa salawat kepadamu