Thursday, November 8, 2007

Aku Dan Hatinya

Mata indahku yang bercahaya
Bukanlah mata yang terindah
Karena di mata ini tak dapat menjanjikan keteduhan seperti yang ada dimatanya

Senyumku yang menggoda
Bukanlah senyum yang dapat menggoda badai asmara
Karena senyum yang dapat mengundang badai asmara itu ada di bibirnya

Sentuhanku yang begitu lembut bagai sehelai sutra
Yang membelai pipi seorang bayi ternyata belum selembut
Sentuhannya ketika menghapus air mata

Sinar mataku yang dapat membutakan hati pada siapa
saja yang berani memandangku ternyata aku menjadi layu ketika di kerling
olehnya...

ohh, Sang Pencipta...
Aku ingin membencinya karena dia telah membuat diriku bukan yang terbaik..
Hingga saat dia berkata bahwa dirinya tak bisa hidup tanpa diriku
Dari semua terbaik yang dimilikinya, aku memiliki hatinya yang tulus mencintaiku