Tuesday, November 27, 2007

11 Januari

Sebelas Januari Bertemu
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah Milikku
Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

Belajar dari : Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia

03. Kebangkitan Jepang
Jepang diakui sebagai negara termaju,
. . . . dan pengendali utama Negara-negara industri.

KEBERHASILAN BANGSA JEPANG
dalam bidang ekonomi sangat mengagumkan. Siapa sangka setelah mengalami kehancuran dahsyat dalam Perang Dunia II, Jepang mampu bangkit kembali dengan kekuatan yang luar biasa. Jepang muncul sebagai negara paling maju di wilayah Asia Timur. Hanya dalam dua dekade setelah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang berhasil menempatkan dirinya di kalangan negara yang berpengaruh dalam perekonomian dunia. Negeri Matahari Terbit itu membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu membangun kembali perekonomian mereka yang hancur. Dahulu Jepang tidak dikenal dan tidak dipandang sebagai negara maju, tetapi sekarang, negara itu menjadi contoh dan teladan Negara-negara yang berpengaruh di dunia.

Awalnya, mutu produk Jepang dianggap paling rendah. Namun, sekarang, produk Jepang dianggap sebagai produk terbaik dan berkualitas. Jepang telah diakui sebagai negara termaju dan salah satu pengendali utama negara-negara industri.

Ukuran kemajuan Jepang dapat diukur dari pendapatan per kapita dan taraf hidup rakyatnya yang menempati posisi kedua tertinggi di dunia, Pada pertengahan era 1990-an, Produk Nasional Bruto (PNB) Jepang mencapai US$ 37,5 miliar atau 337,5 triliun rupiah. Angka tersebut sekaligus menempatkan posisi Jepang di belakang Swiss yang memiliki PNB tertinggi di dunia. Simpanan khusus Swiss yang berjumlah US$ 113,7 miliar merupakan yang tertinggi di dunia.

Selain memiliki simpanan khusus yang tinggi, Jepang juga tidak memiliki utang luar negeri. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), kedudukan ekonomi Jepang lebih kuat dan kokoh. Meskipun AS dikenal sebagai negara penguasa ekonomi nomor satu di dunia, sebenarnya AS menanggung utang luar negeri yang besar. Pengeluaran AS bukan hanya mengalami defisit yang besar, tetapi juga menghadapi masalah inflasi yang tinggi.

Berbeda dengan keadaan Jepang. Negara Jepang bukan hanya memiliki tingkat inflasi rendah, melainkan juga tingkat pengangguran yang rendah. Rakyat Jepang hidup mewah dan bersenang-senang dengan pendapatan rata-rata tahunan lebih dari empat puluh ribu dolar AS per tahun. Pelayanan pendidikan dan kesehatan di Jepang merupakan yang terbaik di dunia. Oleh karena itulah, semua penduduknya dapat membaca dan menulis.

Kemampuan Jepang bangkit dari kerusakan akibat perang dan kehancuran perekonomian dianggap sebagai sebuah keajaiban. Meski demikian, keberhasilan yang dirasakan Jepang tidak dicapai dalam waktu singkat. Sebenarya, tidak ada satu keajaibanpun yang membantu perkembangan dan kemajuan perekonomian Jepang. Semua diperoleh dari hasil kerja dan usaha keras rakyat Jepang untuk memulihkan kembali harga diri bangsa dan negara yang telah tercemar. Segala kesenangan, kemewahan, dan kekayaan negara itu diperoleh dengan usaha yang tidak kenal lelah, disiplin ketat, dan semangat kerja keras yang diwarisi secara turun-menurun.

Bangsa Jepang memiliki semangat pantang menyerah. Mereka tidak takut dengan cobaan dan kesusahan. Mereka sanggup berhadapan dengan segala cobaan demi mencapai tujuannya. Mereka juga teguh menjaga harga diri dan kehormatan bangsa. Jika melakukan suatu pekerjaan maka mereka melakukannya dengan sungguh agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Bangsa Jepang sulit menerima kekalahan. Bagi mereka, kalah tidak berarti mati. Kekalahan dapat ditebus kembali dengan kemenangan dan keberhasilan dalam bidang lain. Jika kalah, maka mereka mau kalah dengan penuh harga diri.

Mereka tidak mau dihina. Bagi mereka, lebih baik mati daripada menjadi bangsa yang dihina dan terhina.

Bangsa Jepang lebih memilih mati dan bunuh diri daripada menanggung malu akibat kekalahan dan kegagalan. Zaman dahulu pahlawan Jepang yang dikenal dengan sebutan samurai akan melakukan harakiri atau bunuh diri dengan menusukkan pedang ke bagian perut jika kalah dalam pertarungan. Hal itu justru memperlihatkan usaha mereka menebus kembali harga diri yang hilang akibat kalah dalam pertarungan. Semangat samurai masih kuat tertanam dalam sanubari bangsa Jepang. Namun, saat ini harakiri tidak lagi dilakukan. Semangat dan disiplin samurai tersebut sekarang digunakan bangsa Jepang untuk membangun kembali ekonomi yang runtuh pada pertengahan tahun 1940-an.

Untuk menjadi bangsa yang hebat dan dihormati, bangsa Jepang melalui berbagai pengalaman pahit dan berliku. Bangsa Jepang tidak pernah menyerah dengan segala kekurangan dan kelemahan pada diri mereka.

Meskipun sumber alamnya minimal, terancam gempa bumi, dan sering dilanda angin topan, mereka menggunakan segala potensi yang ada untuk membangun negara mereka agar sebanding dengan negara yang kaya dengan sumber alam. Mereka pintar memanfaatkan dan memberdayakan segala sumber yang ada.

Namun, mereka tidak boros. Semua sumber alam tersebut dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Mereka juga tidak suka membuang-buang waktu dan selalu tepat waktu.

Sikap itulah yang membantu Jepang bangkit dan mampu bersaing di pasar ekonomi bebas dan dunia perniagaan. Bangsa Jepang memaksimalkan apa yang mereka miliki karena permukaan wilayah yang bergunung-gunung dan tidak bisa lebih banyak lagi mengeksploitasi hasil alam mereka.

Di Jepang, persaingan dalam penggunaan tanah untuk tempat tinggal dan pertanian sangat ketat. Akan tetapi, hal itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menjelajahi sumber-sumber baru di negara lain. Jepang juga memiliki sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas untuk membangun sektor industri dan mendirikan perusahaan-perusaha an industri. Faktor tersebut juga menjadikan Jepang sebagai perusahaan raksasa bertaraf multinasional, dan menjadi penuntun serta pemacu pada keberhasilan ekonominya.

[Fakta Menarik]
• Tidak mudah menyerah
• Tidak takut pada cobaan dan kesusahan
• Menjaga harga diri dan kehormatan bangsa
• Melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh
Kekalahan dapat ditebus dengan kemenangan dan keberhasilan dalam bidang lain
Orang Jepang pintar memanfaatkan sumber alam yang ada

Oleh : Ann Wan Seng
Dikirim oleh : Retno Kintoko
[bersambung . . ]

Monday, November 26, 2007

Ku Tahu

Ku tahu
Cintamu
Dalam senyummu

Ku Tahu
Cintamu
Dalam Diammu

Ku Tahu
Cintamu
Dalam Tawamu

Ku Tahu
Cintamu
Dalam tatap matamu

Ku tahu
Cintamu
Dalam Amarahmu

Ku tahu
Cintamu Padaku
Dalam tiap hela nafasmu


Subanjeriji, 25 November 07

Maafkan Aku

Maafkan aku
Karena mengingat nya
Saat menyebut nama-Mu

Maafkan aku
Karena mengingat nya
Saat bersama-Mu

Maafkan Aku
Karena memberi tempat untuk nya
Disisi nama-Mu

Maafkan aku
Karena Merindukan nya
Di samping–Mu

Maafkan aku
Karena Mencintai nya
Di samping–Mu

Subanjeriji, 25 November 07

Thursday, November 22, 2007

Rasanya Baru Kemarin

( Versi VI )

rasanya
baru kemarin bung karno dan bung hatta
atas nama kita menyiarkan dengan seksama
kemerdekaan kita di hadapan dunia
rasanya
gaung pekik merdeka kita
masih memantul-mantul
tidak hanya dari mulut-mulut jurkam pdi saja
rasanya
baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun lamanya

pelaku-pelaku sejarah yang nista dan yang mulia
sudah banyak yang tiada
penerus-penerusnya sudah banyak yang berkuasa
atau berusaha
tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
taruna-taruna sudah banyak yang jadi
petinggi negeri
mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
sudah banyak yang jadi menteri

rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad lamanya
negara sudah semakin kuat
rakyat sudah semakin terdaulat

pembangunan ekonomi kita sudah sedemikian laju
semakin jauh meninggalkan pembangunan akhlak
yang tak kunjung maju
anak-anak kita sudah semakin mekar tubuhnya
bapak-bapak kita sudah semakin besar perutnya

rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka
kemajuan sudah menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
kemakmuran duniawi sudah menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya

daging sudah lebih tinggi harganya
dibanding ruh dan jiwa
tanda gambar sudah lebih besar pengaruhnya
dari bendera merah putih dan lambang garuda
pejuang marsinah sudah berkali-kali
kuburnya digali tanpa perkaranya terbongkar
preman-preman sejati sudah berkali-kali
diselidiki dan berkas-berkasnya selalu terbakar

rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
pahlawan-pahlawan idola bangsa
seperti diponegoro
imam bonjol dan sisingamangaraja
sudah dikalahkan oleh ksatria baja hitam
dan kura-kura ninja

banyak orang pandai sudah semakin linglung
banyak orang bodoh sudah semakin bingung
banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
banyak orang miskin sudah semakin kecurangan

rasanya
baru kemarin

banyak ulama sudah semakin dekat kepada pejabat
banyak pejabat sudah semakin erat dengan konglomerat
banyak wakil rakyat sudah semakin jauh dari umat
banyak nurani dan akal budi sudah semakin sekarat

( hari ini ingin rasanya
aku bertanya kepada mereka semua
sudahkah kalian
benar-benar merdeka ? )

rasanya
baru kemarin

tokoh-tokoh angkatan 45 sudah banyak yang koma
tokoh-tokoh angkatan 66 sudah banyak yang terbenam

rasanya
baru kemarin

negeri zamrud katulistiwaku yang manis
sudah terbakar habis
dilalap krisis demi krisis
mereka yang kemarin menikmati pembangunan
sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri

rasanya baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka

mahasiswa-mahasiswa penjaga nurani
sudah kembali mendobrak tirani
para oportunis pun mulai bertampilan
berebut menjadi pahlawan
politisi-politisi pensiunan
sudah bangkit kembali
partai-partai politik sudah bermunculan
dalam reinkarnasi

rasanya
baru kemarin

tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru

rasanya
baru kemarin

pak harto sudah tidak menjadi tuhan lagi
bayang-bayangnya sudah berani persi sendiri
mester habibie sudah memberanikan diri
menjadi presiden transisi
bung harmoko sudah tak lagi
mengikuti petunjuk dan mendominasi televisi
gus dur muali siap madeg pandita
ustadz amin rais sudah siap jadi sang nata
mbak mega sudah mulai agak lega
mas surjadi sudah mulai jaga-jaga

( hari ini rasanya
aku bertanya kepada mereka semua
bagaimana rasanya merdeka )

rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka

para jendral dan pejabat sudah saling mengadili
para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali

mereka kemarin yang dijarah
sudah mulai pandai meniru menjarah
mereka yang perlu direformasi
sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
mereka yang kemarin dipaksa-paksa
sudah mulai berani mencoba memaksa
mereka yang kemarin dipojokkan
sudah mulai belajar memojokkan

rasanya baru kemarin
orangtuaku sudah lama pergi bertapa
anak-anakku sudah pergi berkelana
kakakku sudah menjadi politikus
aku sendiri sudah menjadi tikus

( hari ini
setelah lima puluh tiga tahun kita merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama )

rasanya baru kemarin
ternyata sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka

( ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa :
merdeka ! )

Oleh : Mustofa Bisri :
8 Agustus 1998

Puisi di atas diambil dari kumpulan puisi "Gelap Berlapis - Lapis"
Penerbit : Yayasan 'Al-Ibriz' Rembang bekerja sama dengan Fatma Press Jakarta
Cetakan I - September 1998. Hak cipta pada pengarang.

Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
Kapan kau sempat menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
Kapan kau hidup?
Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

Kalau kau pamer kepintaran saja
Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri

Kalau kau sibuk bertikai saja
Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan Kau akan menyadari sia-sianya

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta

Kalau kau sibuk berkhutbah saja
Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?

Kalau kau sibuk berbicara saja
Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

(Kalau kau sibuk dengan kulit saja
Kapan kau sempat menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan intinya saja
Kapan kau memakrifati nya-nya?
Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
Kapan kau bersatu dengan Nya?

"Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban"

Oleh : Mustofa Bisri

Derai-derai cemara

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

by: Chairil Anwar - 1949

Wednesday, November 21, 2007

Rahasia Bisnis Orang Jepang

Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia
02. Jiwa besar dan Impian
Bangsa Jepang tidak pernah memiliki peradaban yang hebat dan sejarah yang bisa dibanggakan seperti Negara-negara lain. Negaranya cantik dan indah, tetapi tidak memiliki hasil alam yang bisa dimanfaatkan. Orangnya kecil dan pendek. Namun, di balik segala kekurangannya itu, mereka berjiwa besar dan memiliki impian yang melebihi kemampuan geografisnya. Budayanya unik dan nilai tradisinya memesona. Wanitanya seperti gadis pingitan yang sangat pemalu dan segan. Prianya tegas dan garang seperti samurai yang siap perang. Gunung Fuji selalu menjadi sebutan karena diselimuti salju putih dan mendamaikan siapa pun yang memandangnya.

Kita kenal bangsa Jepang karena mereka pernah menjajah tanah Melayu. Banyak yang membenci bangsa Jepang karena kekejaman dan keganasan yang diIakukannya. Bagaimanapun, bangsa Jepang kini sudah berubah. Kedatangan mereka tidak lagi ingin menjajah dan menguasai hasil kekayaan negara yang mereka datangi. Kedatangan bangsa Jepang untuk berdagang dan mencari peluang ekonomi baru. Mereka membuat perindustrian dan mendirikan Perusahaan-perusaha an di semua tempat. Tujuannya hanya mencari keuntungan demi membangun kembali ekonominya seperti sediakala. Tujuannya menjadi negara maju dan penguasa ekonomi dunia sudah tercapai. Meskipun sudah menjadi sebuah negara kaya dan tersohor, tetapi mereka tidak pernah berhenti bekerja. Mereka terus berusaha memperbaiki prestasi mereka di bidang ekonomi.

Faktor utama kesuksesan bangsa Jepang terletak pada budaya kerja, sistem etika, pengelolaan yang bagus, kreativitas, dan semangat juang tinggi tanpa mengenal arti kekalahan. Mereka menjadi kebanggaan Asia karena dapat mengatasi pihak Barat dari segi prestasi dan Produktivitasnya. Bangsa Jepang terkenal rajin dan optimis. Cara mengendalikan suatu masalah dan pekerjaan berbeda dari gaya Barat. Keberhasilan bangsa Jepang sangat mengagumkan sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan seputar formula yang mereka gunakan. Kesuksesan Jepang tersebut luar biasa, meskipun mereka pernah musnah saat Perang Dunia berakhir. Banyak penelitian yang menyoroti budaya kerja dan rahasia kesuksesan bangsa Jepang. Hal ini terbukti dengan banyak diterbitkannya buku-buku yang berkaitan dengan Jepang. Banyak aspek mengenai bangsa Jepang yang disentuh, termasuk aspek pemikiran dan pengelolaan. Terdapat pula tulisan yang terlalu bersifat teknik dan sukar dipahami karena diterjemahkan dari buku-buku yang diterbitkan di Jepang. Karena itu, sejak tahun 1988, saya terus berinisiatif menuliskan secara umum dan menyeluruh berbagai aspek budaya kerja dan formula kesuksesan bangsa Jepang. Sebagian dalam tulisan ini pernah dimuat dalam majalah lokal.

Tulisan ini memberi tumpuan pada berbagai aspek dan perkara yang mendorong kesuksesan bangsa Jepang. Formula kesuksesan bangsa Jepang yang diutarakan dalam tulisan ini bukan saja sesuai untuk dilaksanakan, melainkan juga dasar untuk menjadi seorang pekerja yang cemerlang dan pengusaha yang sukses. Untuk mencapai kesuksesan, kita perlu belajar dari bangsa yang lebih maju dan hebat. Kita tahu bangsa Jepang pintar, hebat, dan berbakat. Kita juga tahu bahwa segala kepandaian dan kehebatan bangsa Jepang ada pada diri kita, tetapi kita tidak menyadarinya. Bangsa Jepang sadar dengan hal itu dan menggunakannya secara optimal. Hasilnya, mereka sukses sampai hari ini. Toh banyak bangsa lain yang masih ketinggalan karena menyia-nyiakan segala karunia Tuhan.

Tulisan ini dapat menjadi rujukan, panduan, dan motivasi agar kita dapat lebih dekat mengenal bangsa Jepang. Hal positifnya, banyak rahasia dan formula yang dapat digali dari mereka. Formula ini sebenarnya bukan rahasia lagi. Kita sudah mengetahuinya, tetapi kita tidak pernah menggunakannya. Formula kesuksesan bangsa Jepang mudah dan lebih gampang daripada formula matematika. Untuk mencapai sukses, formula ini harus digunakan dan dipraktikkan. Jika tidak, maka akan tetap menjadi formula dan rahasia yang nantinya akan hilang oleh perubahan waktu dan zaman. Jika bangsa Jepang bisa melakukannya, maka tidak ada alasan untuk kita gagal melaksanakannya. Kekuasaan ada di tangan kita dan bukan terletak pada negara.

Oleh : Ann Wan Seng
Dikirim oleh : Retno Kintoko

[bersambung]

Monday, November 19, 2007

Rahasia Bisnis Orang Jepang


Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia
01. Nilai Hidup Orang Jepang

“Rahasia kesuksesan orang Jepang terletak pada kemampuan mereka beradaptasi secara cepat”

Setelah bom atom Amerika menghunjam jantung Kota Jepang tahun 1945, semua pakar ekonomi saat itu memastikan Jepang akan segera mengalami kebangkrutan. Namun, dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, Jepang ternyata mampu bangkit dan bahkan menyaingi perekonomian negara yang menyerangnya. Terbukti, pendapatan tahunan negara Jepang bersaing ketat di belakang Amerika Serikat. Apalagi di bidang perteknologian, Jepang menjelma menjadi raksasa di atas negara-negara besar dan berkuasa Iainnya. Dengan segala kekurangan secara fisik, tidak fasih berbahasa Inggris, kekurangan sumber tenaga kerja, dan selalu terancam bencana alam rupanya tidak menghalangi mereka menjadi bangsa yang dihormati dunia.

Ann Wan Seng menyingkap
gaya hidup, gaya bekerja, semangat kerja pasukan, dan prinsip orang Jepang yang membuahkan hasil mengagumkan di perekonomian negaranya. Tulisan ini tak hanya memberi Anda teknik dan rahasia bisnis orang Jepang tetapi juga memberi inspirasi agar Anda mau berubah.

“Mereka yang pernah mendaki Gunung Fuji, Iayak disebut orang bijak. Namun, mereka yang mendaki untuk kedua kalinya, Iayak disebut orang bodoh.”
- Rahasia Pepatah Jepang -

Gunung Fuji dengan ketinggian 3.776 meter merupakan gunung tertinggi sekaligus simbol bagi rakyat Jepang. Bentuknya yang megah semakin memantapkan julukannya sebagai gunung keramat. Konon, wanita sempat dilarang keras mendaki gunung tersebut karena dewi Gunung Fuji akan cemburu.

Gunung Fuji yang berarti “keabadian” menjadi pembangkit semangat bagi masyarakat Jepang untuk terus berpikir kreatif tatkala keadaan mulai kian mustahil. Inilah salah satu faktor mengapa Jepang bisa sukses menguasai dunia walau memiliki segunung kekurangan.

[bersambung]
Oleh : Ann Wan Seng
Dikirim oleh : Retno Kintoko

Perempuanku

Peluk hangatmu selalu dirindu dingin pagi
Embunnya lembut menyentuh daun raga
Rasa berhasrat kian meninggi tanpa batas
Enggan beranjak menjauh darimu juwita
Menemanimu bersama habiskan waktu
Penuh aroma harum berjuta wangi bunga
Ulurkan kasih berbungkus senyum sayang
Alirkan cinta ikhlas berjuta citra warna
Nyanyikan nada hidup senandung kedamaian

Dalam dekapanmu ada hangat jiwaku
Asa selaksa bertahta tak ingin berlalu
Membelaimu tak ada waktu tuk berakhir
Biarpun rintik hujan reda memberi jeda
Angin malam berhenti memberi jalan
Aku kan tetap bahagia didekapmu
Nikmati malam berhujan dibius angin

By : Jenner Manulang ; 19 - 11 - 07


Sunday, November 18, 2007

Murid Si Pematung


Alkisah, di pinggir sebuah kota, tinggal seorang seniman pematung
yang sangat terkenal di seantero negeri. Hasil karyanya yang halus,
indah, dan penuh penghayatan banyak menghiasi rumah-rumah bangsawan
dan orang-orang kaya di negeri itu. Bahkan, di dalam istana kerajaan
hingga taman umum milik pemerintah pun, dihiasi dengan patung karya
si seniman itu.

Suatu hari, datang seorang pemuda yang merasa berbakat memohon untuk
menjadi muridnya. Karena niat dan semangat si pemuda,
dia
diperbolehkan belajar padanya.
Bahkan, ia juga diijinkan untuk
tinggal di rumah paman si pematung.

Sejak hari itu, mulailah dia belajar dengan tekun,
mengukur ketepatan
bahan adonan semen, membuat rangka,
cara menggerakkan jari-jari
tangan,
dan mengenali setiap tekstur sesuai bentuk dan jenis benda

yang akan dibuat patung, dan berbagai kemampuan mematung lainnya.

Setelah belajar sekian lama, si murid merasa tidak puas.
Sebab,
menurutnya, hasil patungnya belum bisa menyamai keindahan patung
gurunya. Dia pun kemudian menganalisa dengan seksama,
lantas
memutuskan meminjam alat-alat yang biasa dipakai gurunya.
Dia
berpikir, rahasia kehebatan sang guru pasti di alat-alat yang dipergunakan.

"Guru, bolehkan saya meminjam alat-alat yang biasa Guru pakai untuk mematung?
Saya ingin mencoba membuat patung dengan memakai alat-alat

yang selalu dipakai guru agar hasilnya bisa menyamai patung buatan
Guru." "Silakan pakai, kamu tahu di mana alat-alat itu berada kan?
Ambil saja dan pakailah," jawab sang guru sambil tersenyum.

Selang beberapa hari, dengan wajah lesu si murid mendatangi gurunya
dan berkata,
"Guru, saya sudah berusaha dan berlatih dengan tekun

sesuai petunjuk Guru, memakai alat-alat yang biasa dipakai Guru.
Kenapa hasilnya tetap tidak sebagus patung yang Guru buat?"

"Anakku, gurumu ini belajar dan berlatih membuat patung selama
puluhan tahun. Mengamati obyek benda, mencermati setiap gerak dan
tekstur, kemudian berusaha menuangkannya ke dalam karya seni dengan
segenap hati dan seluruh pikiran. Tidak terhitung berapa kali
kegagalan yang telah dibuat, tapi tidak pernah pula berhenti mematung
hingga hari ini. Bukan alat-alat bantu yang engkau pinjam itu yang
kamu butuhkan untuk menjadi seorang pematung handal, tetapi jiwa seni
dan semangat untuk menekuninya yang harus engkau punyai. Dengan
begitu, lambat laun engkau akan terlatih dan menjadi pematung yang
baik."

"Terima kasih Guru, saya berjanji akan terus berlatih, mohon Guru
bersabar mengajari saya."

Pembaca yang berbahagia,
Untuk menciptakan sebuah maha karya, tidak cukup hanya mengandalkan
talenta semata. Kita butuh proses belajar dan ketekunan berlatih
bertahun-tahun. Bahkan, meski dibantu alat-alat secanggih apa pun,
hasil yang didapat sebenarnya sangat tergantung pada tangan-tangan
terampil dan terlatih yang menggerakkannya.

"fu chu dai jia

Demikian pula dalam kehidupan ini, jika ingin meraih prestasi yang

gemilang, ada harga yang harus kita bayar! Apa pun bidang yang kita
geluti, apapun talenta yang kita miliki, kita membutuhkan waktu,
fokus dan kesungguhan hati dalam mewujudkannya hingga tercapai
kesuksesan yang membanggakan! !!

Salam sukses luar biasa!!!

Sumber: Murid Si Pematung oleh Andrie Wongso


Wednesday, November 14, 2007

What If I Have Failed

What If I Have Failed
When it looks like I haveFailure doesn't mean I'm a failure.It does mean I haven't yet succeeded.
Failure doesn't mean I have accomplished nothing.It does mean I have learned something. Failure doesn't mean I have been a fool.It does mean I had enough faith to experiment.
Failure doesn't mean I have been disgraced.It does mean I dared to try.
Failure doesn't mean I don't have it. It does mean I have to do something a different way.
Failure doesn't mean I am inferior.It does mean I am not perfect.Failure doesn't mean I should give up.It does mean I should tray harder.

Mutiara Berbicara

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Nabi Muhammad SAW

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
Nabi Muhammad SAW

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.
Nabi Muhammad SAW

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.
Nabi Muhammad SAW

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.
Imam Al Ghazali

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.
Khalifah 'Umar

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.
Ibnu Mas'ud

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
Khalifah 'Ali

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.
Ibnu Mas'ud

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.
Khalifah 'Ali

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.
Khalifah 'Umar

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
Imam An Nawawi

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
Khalifah 'Umar

Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.
Bediuzzaman Said Nursi

Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.
Bediuzzaman Said Nursi

Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.
Bediuzzaman Said Nursi

Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.
Bediuzzaman Said Nursi

Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.
Bediuzzaman Said Nursi

Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.
Johann Wolfgang von Goethe

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Johann Wolfgang von Goethe

Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran.
Johann Wolfgang von Goethe

Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.
Einstein

Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
Einstein

Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.
Einstein

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya - langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.
Einstein

Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan "rendah hati."
Einstein

Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.
Einstein

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.
Einstein

Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.
Einstein

Tuesday, November 13, 2007

No Magic, Only Basic

"Tidak Ada Jalan Pintas Kemanapun Juga yang Pantas Dilalui.
Tidak Ada Keajaiban, Kecuali Menjalankan Hal yang Mendasar."
~ Andrew Ho

Era globalisasi ditandai dengan mobilitas yang sangat tinggi.
Pola hidup masyarakat ikut terbawa arus harus serba cepat, contoh makanan
cepat saji yang kian digemari dan populer. Kini juga marak bisnis
pelayanan serba ada, di mana konsumen tak perlu ke lain tempat untuk
mendapatkan berbagai jenis barang atau jasa. Pola demikian dianggap
selain menghemat waktu dan tenaga, tetapi yang terpenting juga lebih
efisien.
Tetapi pola serba cepat dan instan tersebut tak berlaku dalam
membangun kesuksesan yang berjangka panjang. Kita patut menyangsikan
promosi yang menjanjikan keuntungan berkali-kali lipat dalam hitungan
hari. Karena kita harus mampu dan melaksanakan hal-hal yang mendasar
dengan baik terlebih dulu, sebelum dapat menciptakan kesuksesan
secara bertahap dalam kecepatan cukup tinggi. Berikut ini merupakan
hal-hal mendasar yang mesti kita kuasai dan terapkan dari hari ke hari.

Mengenali diri sendiri merupakan langkah mendasar untuk meraih
kesuksesan. Dengan mengenali diri sendiri kita akan dapat mengukur
seberapa besar kekuatan yang kita miliki untuk menghadapi tantangan
dan seberapa besar kekurangan yang harus kita perbaiki. Bisa jadi
kekuatan kita lebih efektif sampai 10 kali lipat dibandingkan
kelemahan yang kita miliki, bila kita menggunakan semua potensi
secara maksimal.
Faktor lain yang cukup mendasar lainnya adalah menentukan target.
Karena target yang jelas adalah kekuatan yang mengarahkan semua
tindakan kita semakin mendekati kesuksesan. Kita dapat menuliskan
konsep target tersebut pada selembar kertas untuk jangka waktu
pendek, menengah, dan panjang, agar kita mudah diingatkan.

Hal mendasar yang harus kita lakukan selanjutnya adalah mengembangkan
kemampuan khususnya di bidang usaha yang sedang kita tekuni. Kita tak
mungkin menjalankan sebuah bidang usaha tertentu tanpa kemampuan di
bidang tersebut. Dengan demikian kita akan menguasai kunci-kunci
sukses maupun kemungkinan- kemungkinan yang dapat menghalangi atau
mempercepat tercapainya tujuan kita.

Satu hal yang cukup mendasar dalam mengembangkan bisnis dan meraih
kesuksesan adalah menikmati pekerjaan tersebut. Sebagaimana pepatah
mengatakan, "Ketika bekerja menjadi suatu permainan, maka kita tak
perlu lagi bekerja di hari yang lain. When work meets play, we need
not work another single day." Kita tidak akan merasa letih bila
pekerjaan itu sangat kita sukai, bahkan kita bekerja lebih cepat.

Kemampuan dasar selanjutnya yang harus kita kembangkan untuk mencapai
kesuksesan berjangka panjang adalah kemampuan bekerjasama dengan
orang lain. Kita tak mungkin menangani segala sesuatu secara detail,
optimal, cepat, dan dalam jumlah besar tanpa bantuan orang lain.
Upayakan sebuah sistem yang jelas dan teratur serta mudah diterapkan,
sehingga kerjasama tersebut dapat membudaya dengan baik.

Kemampuan bekerjasama dengan orang lain disebut sebagai satu hal yang
mendasar, karena sebagian besar orang-orang sukses di dunia ini
menjadi bagian dari sebuah tim. Sebuah tim adalah solusi untuk dapat
menggunakan kekuatan sekaligus kekurangan diri kita. Saya
menyebutnya, "Together, everyone achieves miracles Dalam
kebersamaan semua orang meraih keajaiban."

Untuk memastikan kita berada dalam sebuah tim yang solid dan
produktif, maka kita harus meluangkan beberapa waktu untuk
berkomunikasi dan mengenal tim kerja dengan baik. Komunikasi sangat
dibutuhkan untuk mengetahui apakah anggota tim kita memiliki visi dan
misi yang sama. Selain itu, komunikasi memungkinkan kita menempatkan
orang yang tepat pada posisi yang tepat guna menunjang perubahan dan
kemajuan usaha kita. Berdasarkan fungsinya yang cukup penting,
kemampuan berkomunikasi merupakan hal mendasar yang semestinya kita
miliki.

Hal penting lainnya yang harus kita perhatikan untuk mencapai
kesuksesan besar adalah fokus pada bidang tertentu. Jangan
menjalankan beberapa bisnis sekaligus pada satu waktu yang bersamaan.
Bila kita fokus pada bidang yang kita tekuni maka akan merangsang
terciptanya inovasi dan kemajuan yang terus-menerus.
Beberapa hal di atas merupakan hal mendasar yang mesti kita lakukan.
Mungkin pada permulaan kita tak dapat menjalankannya dengan baik.
Tetapi bila kita berkomitmen menjalankan semua hal mendasar tersebut,
maka seiring perjalanan waktu kita akan lebih profesional. Pastikan
kita sudah menggunakan waktu menjalankan semua hal mendasar tersebut
sebaik mungkin untuk meraih kesuksesan jangka panjang atau bersifat
lebih permanen.[aho]

Dikirim Oleh : Purwaka Sigit
Sumber: No Magic, Only Basic oleh Andrew Ho.

Monday, November 12, 2007

Leadership

A great leader never set himself
above his followers except in
carrying responsibility

Jules Ormont

Leadership

True leadership must be
for the benefit of the followers,
not the enrichment of the leaders.

Anonim

Leadership

The ultimate leader is one
who is willing to develop
people to the point that
they eventually surpass him
or her in knowledge and ability

Fred A Manske, Jr.

Leadership

The Art of getting some else
to do something you want done
because he wants to do it.

Dwight Eisenhower

Leadership

If a leader demonstrate competency,
genuine concern for others,
and admirable character,
people will follow


T. Richard Chase

Leadership

A Leader takes people where
they want to go. Agreat leader
takes people where they
don't neccessarily want to go,
but ought to be.

(Rosalynn Carter)

Leadership

A Leader is anyone who
has two characteristics :
first, he/she is going somewhere;
second, he/she is able to persuade
other people to go with him

Thursday, November 8, 2007

Your Love

it's not the flowers, wrapped in fancy paper
it's not the ring, i wear around my finger
There's nothing in all the world i need
when i have you here beside me,
here beside me

so you could give me wings to fly
and catch me if i fall
or pull the stars down from the sky
so i could wish on them all
but i couldnt as for more
cuz your love is the greatest gift of all

in your arms, i found a strength inside me
and in your eyes there's a light to guide me
i would be lost with out you
and all that my heart could ever want
has come true

so you could give me wings to fly
and catch me if i fall
or pull the stars down from the sky
so i could wish on them all
but i couldnt as for more
cuz your love is the greatest gift of all

you could offer me the sun, the moon
and i would still believe
you gave me everything
when you gave your heart to me

so you could give me wings to fly
and catch me if i fall
or pull the stars down from the sky
so i could wish on them all
but i couldnt as for more
cuz your love is the greatest gift of all


By Jim Brickman

Doa Pengobral Dosa

Disudut dekat gerbong... Yang tak terpakai
Perempuan... Bermake up tebal...
Dengan rokok ditangan...
Menunggu tamunya... Datang....

Terpisah dari ramai
Berteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapan
Kapankah datang... Tuan berkantong tebal...

Habis berbatang-batang... Tuan belom datang
Dalam hati resah menjadi bimbang
Apakah esok hari... Anak anakku dapat makan...
O Tuhan beri... Setetes rejeki...

Dalam hati yang bimbang berdoa...
Beri terang jalan anak hamba....
Kabulkanlah... Tuhan...

Terpisah dari ramai
Berteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapan
Kapankah datang... Tuan berkantong tebal...

Habis berbatang-batang... Tuan belum datang
Dalam hati resah menjadi bimbang
Apakah esok hari... Anak anakku dapat makan...

o Tuhan beri... Setetes rejeki...

Dalam hati yang bimbang berdoa...
Beri terang jalan anak hamba....
Kabulkanlah... Tuhan...

Kabulkanlah... Tuhan...


by Iwan Fals

Ibu

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu


By Iwan Fals

Valentine

If there were no words
No way to speak
I would still hear you
If there were no tears

No way to feel inside
I’d still feel for you
Chorus:
And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
You’re all I need, my love, my Valentine
All of my life
I have been waiting for
All you give to me
You’ve opened my eyes
And shown me how to love unselfishly
Chorus:
I’ve dreamed of this a thousand times before

But in my dreams I couldn’t love you more

I will give you my heart
Until the end of time
You’re all I need, my love, my Valentine

And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
’Cause all I need is you, my Valentine
You’re all I need, my love, my Valentine

by Jim Brickman

The Gift

winter snow is falling down
children laughing all around
lights are turning on
like a fairy tale come true

sitting by the fire we made
you're the answer when i prayed
i would find someone
and baby i found you

all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
and i'm thankful every day
for the gift

watching as you softly sleep
what i'd give if i could keep
just this moment
if only time stood still

but the colors fade away
and the years will make us grey
but baby in my eyes
you'll still be beautiful

all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
and i'm thankful every day
for the gift

all i want is to hold you forever
all i need is you more every day
you saved my heart
from being broken apart
you gave your love away
i can't find the words to say
that i'm thankful every day
for the gift

by Jim Brickman

Aku Dan Hatinya

Mata indahku yang bercahaya
Bukanlah mata yang terindah
Karena di mata ini tak dapat menjanjikan keteduhan seperti yang ada dimatanya

Senyumku yang menggoda
Bukanlah senyum yang dapat menggoda badai asmara
Karena senyum yang dapat mengundang badai asmara itu ada di bibirnya

Sentuhanku yang begitu lembut bagai sehelai sutra
Yang membelai pipi seorang bayi ternyata belum selembut
Sentuhannya ketika menghapus air mata

Sinar mataku yang dapat membutakan hati pada siapa
saja yang berani memandangku ternyata aku menjadi layu ketika di kerling
olehnya...

ohh, Sang Pencipta...
Aku ingin membencinya karena dia telah membuat diriku bukan yang terbaik..
Hingga saat dia berkata bahwa dirinya tak bisa hidup tanpa diriku
Dari semua terbaik yang dimilikinya, aku memiliki hatinya yang tulus mencintaiku

Tuesday, November 6, 2007

Sepasang Sepatu Tua

Sepasang sepatu tua tergeletak di sudut sebuah gudang
berdebu

Yang kiri terkenang akan aspal meleleh, yang kanan teringat
jalan berlumpur sehabis hujan - keduanya telah jatuh
cinta kepada sepasang telapak kaki itu

Yang kiri menerka mungkin besok mereka dibawa ke tempat
sampah dibakar bersama sama seberkas surat cinta, yang
kanan mengira mungkin besok mereka diangkut truk
sampah itu dibuang dan dibiarkan membusuk bersama makanan sisa

Sepasang sepatu tua saling membisikan sesuatu yang hanya
bisa mereka pahami berdua


Sapardi Djoko Damono - (Hujan Bulan Juni, 1994 : 57)

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Sapardi Djoko Damono - Hujan Bulan Juni 1994:90

Menulis Cinta

Kau minta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Kubolak balik seluruh abjad
Kata kata cacat yang kudapat

Jangan lagi minta aku menulis cinta
Huruf hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu

Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut

Sitok srengenge - On Nothing 2004

Writing Love

You asked me to write down the word love
I didn't the first letter, nor the rest
I turned the entire alphabet upside down
but grassped merely flawed words

Don't ask me to write down love anymore
these letters of mine, as you know,
do not even suffice for your name

Because love is you, whom I can not cite
except in a heartbeat

Sitok srengenge - On Nothing

INVITATION

It's honour for me to be invited at this blog.


Will post mine soon, dont miss it !!!

Monday, November 5, 2007

Siapa Yang Tidak Ingin Sukses

Siapa yang tidak ingin sukses? Kelihatannya aneh menanyakan hal
tersebut. Tetapi hampir sebagian besar orang yang Anda kenal tidak
pernah meraih kesuksesan. Mereka hanya memimpikannya dan
membicarakannya, tetapi tidak menjalankannya. Itu yang sangat
disayangkan. Mengapa ? Karena sebagian besar orang tidak memahami
sukses. Sukses bukanlah hasil keberuntungan, bukan juga sesuatu yang
Anda peroleh di waktu-waktu keajaiban di dalam hidup anda. Sukses
bukanlah tujuan melainkan gaya hidup. Satu-satunya cara untuk meraih
sukses sejati adalah dengan melakukannya setiap hari.

Yang perlu Anda ketahui untuk menjadi sukses yaitu Anda adalah apa yang
Anda lakukan sehari-hari, mula-mula Anda membentuk kebiasaan kemudian
kebiasaan itu membentuk Anda, membentuk kebiasaan sukses adalah semudah
membangun kebiasaan gagal. Setiap hari Anda hidup, Anda sedang dalam
proses menjadi sesuatu. Menjadi sesuatu yang yang lebih baik atau lebih
buruk semuanya bergantung kepada apa yang Anda berikan untuk diri Anda
sendiri.

Banyak orang sebelum Anda mencari kesuksesan dan tidak pernah
menemukannya. Mereka membayangkannya seperti mencari kitab kuno atau
mata air awet muda, sesuatu yang perlu diperoleh pada akhir petualangan
yang panjang. Ada yang percaya bahwa sukses adalah seperti hubungan yang
perlu dimenangkan. Sementara yang lainnya menganggapnya sebagai jabatan
untuk diraih atau benda untuk dimiliki. Tetapi sukses bukanlah itu
semua. Sukses bukan tujuan untuk dicapai. Sukses adalah proses
perjalanan untuk dilalui. Dan Anda sedang melaluinya setiap hari.

Perlu waktu yang lama bagi kebanyakan orang untuk mengetahui apa maksud
Tuhan menciptakan mereka. Jika Anda mau, Anda dapat menjelajahi hal-hal
di dalam dunia dan belajar lebih banyak mengenai tujuan hidup Anda
setiap hari. Anda dapat terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang
menolong pikiran, tubuh, dan batin Anda lebih bertumbuh. Dan Anda dapat
menunjukkan dalam tindakan besar atau kecil yang menolong orang lain.

Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, menabur benih yang menolong
orang lain, dan bertumbuh menuju potensi maksimum Anda. Pintu menuju
pembebasan potensi Anda sedang menuju Anda. Kuncinya ada di perjalanan
Anda. Temukan segera kunci itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda sedang
sukses hari ini. Andapun akan sukses esok hari.

Bagaimana mengeja SUKSES ?

S = Seleksi tujuan anda
U = Urutkan prioritas dan potensi Anda
K = Komitmen pada rencana anda
S = Siapkan perjalanan Anda
E = Ekspresikan visi dalam tindakan
S = Serahkan hasilnya pada Tuhan

Berikut ini adalah tujuh langkah sukses yang dapat Anda lakukan untuk
mencapai kesuksesan Anda :

1. Buatlah komitmen untuk bertumbuh setiap hari.
Satu dari kekeliruan terbesar yang orang buat adalah memiliki fokus yang
salah. Sukses bukan datang dari membeli, meraih, atau memperoleh
sesuatu. Sukses datang sebagai hasil dari pertumbuhan. Jika Anda membuat
sasaran untuk bertumbuh sedikit setiap hari, maka tak lama kemudian Anda
akan mulai melihat hasil positif di dalam kehidupan Anda. Seperti
ungkapan penulis puisi Robert Browning, "Untuk apa hidup di dunia kalau
bukan untuk bertumbuh ?"

2. Hargai proses lebih dari peristiwa yang terjadi.
Peristiwa dalam suatu kurun waktu tertentu memang baik untuk diambil
sebagai sumber pengambilan keputusan, tetapi proses perubahan dan
pertumbuhan memiliki nilai yang kekal. Jika Anda ingin naik ke tingkat
kehidupan selanjutnya, bertekadlah untuk terus menerus memperbaiki diri
Anda.

3. Jangan menunggu inspirasi.
Pemain bola basket yang terkenal, Jerry West berkata, "Anda tidak
melakukan banyak hal di hidup Nada, jika Anda hanya bekerja di hari-hari
yang Anda rasakan baik". Orang-orang menjadi besar karena mereka
memotivasi diri dan memberikan yang terbaik dari hidup mereka, tanpa
menghiraukan apa yang mereka rasakan. Untuk menjadi sukses, berjuanglah.

4. Bersedia mengorbankan kesenangan demi kesempatan.
Satu dari pelajaran-pelajaran terbesar adalah prinsip : bayar sekarang,
bersenang-senang kemudian. Dalam hidup ini, Anda harus membayar untuk
segala hal. Bedanya hanyalah Anda membayar di muka atau di belakang.
Jika Anda membayar sekarang, Anda akan mendapatkan imbalan yang lebih
besar di kemudian hari dan imbalan itu juga terasa lebih manis.

5. Memiliki impian besar.
Memang tidak perlu membayar apa-apa untuk memimpikan hal-hal yang kecil.
Robert J. Kriegel dan Louis Patler, penulis buku If It Ain't Broke,
Break It, mengungkapkan, "Kita tidak memiliki acuan pasti mengenai
sejauh mana keterbatasan manusia itu. Semua tes, stopwatch, dan garis
finish tidak dapat mengukur potensi manusia. Ketika seseorang mengejar
impiannya, mereka jauh melampaui apa yang kelihatannya menjadi
keterbatasan mereka. Potensi yang ada di dalam kita tidak terbatas dan
masih banyak yang belum dijelajahi. Saat mana Anda memikirkan
keterbatasan, Anda sedang menciptakannya" .

6. Urutkan prioritas.
Satu kesamaan yang dimiliki semua orang sukses adalah mereka menguasai
kemampuan mengorganisasi manajemen waktu. Yang pertama dan paling utama,
mereka telah mengorganisasi diri mereka. Henry Kaiser, pendiri Kaiser
Aluminium dan Kaiser Permanente Health Care, berkata, "Setiap menit yang
diinvestasikan ke dalam perencanaan akan menghemat dua menit waktu
pelaksanaan" . Anda tidak akan pernah memperoleh kembali waktu yang
hilang, jadi optimalkan setiap waktu yang ada.

7. Berkorban untuk memperoleh peningkatan.
Tidak ada sesuatu yang berharga diperoleh tanpa pengorbanan. Hidup
dipenuhi dengan kejadian-kejadian kritis ketika Anda akan mendapat
kesempatan untuk menukarkan milik Anda yang berharga dengan yang
lainnya. Tetap buka mata untuk kejadian-kejadian seperti itu dan selalu
pastikan Anda sedang naik bukan turun.

Jika Anda mendedikasikan diri Anda kepada tujuh langkah diatas, Anda
akan tetap meningkatkan diri Anda dan Anda akan sukses. Pertumbuhan
mungkin tidak sepesat seperti yang lainnya, tetapi Anda akan melihat
kemajuan Anda sendiri hampir dalam seketika. Dan meskipun pengakuan
dari orang lain berlangsung dengan lambat, jangan putus asa. Tetap
lakukan. Pada akhirnya, Anda akan sukses.

Pengirim : Dian Damayanti


Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Oleh: Sapardi Djoko Damono

Pemimpin yang Meng "inspirasi"

Ketika ditanyakan pada 500 orang manajer, dalam sebuah survei secara global, mengenai pemimpin macam apa yang mereka dambakah, jawaban populer yang muncul adalah: “Pemimpin yang menginspirasi.”

Dari survei terpotret juga bahwa saat ini hanya 11 persen pemimpin yang dinilai mampu menginspirasi. Padahal, kita sangat sadar kenyataan bahwa perusahaan akan lebih mudah meraih sukses di bawah pimpinan yang menginspirasi.

Kurangnya pemimpin yang berbobot di sekitar kita, bahkan di negara kita, memang kita rasakan benar. Padahal, dalam suasana bisnis yang kompetitif seperti sekarang ini dan negara yang tengah dilanda berbagai bencana tim kerja membutuhkan energi
lebih, di mana pemimpin berperan untuk senantiasa mensuplai energi pada tim dengan memberi motivasi yang sehat serta inspirasi yang tidak ada hentinya.

Inspirasi dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi, misalnya, melawan korupsi. Hanya bila pemimpin bisa memberi inspirasi yang kuat dan mengenalah maka tim kerja bisa terdorong untuk mendukung dan menyukseskan gerakan anfikorupsi. Inspirasi ini perlu sedemikian kuatnya sampai menjadi ‘api pemicu’ perubahan sikap mental, mindset, dan perilaku anggota tim untuk berubah dan mengubah. Inspirasi seolah energi positif yang menyebar seperti ‘mistik". Dampaknya, tim kerja seakan rela bekerja tanpa kenal waktu dan tenaga, serta tidak hitung-hitungan.

Menginspirasi kelompok amatlah penting dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Beberapa hal yang biasa dilakukan oleh pemimpin yang inspiratif dapat di- ’benchmark’ oleh kita:

“Customer focused”

Apakah dia seorang menteri, pemimpin organisasi, atau direktur, seorang pemimpin harus berfokus pada ‘pelanggan’ dan tahu persis apa kebutuhan pelanggannya. Pemimpin yang tidak menyadari siapa pelanggannya akan tetap menjadi pemimpin yang berada di “awang-awang”, gambaran visinya “mengambang”, bicaranya sulit dimengerti bawahan karena tidak jelas kemana arahnya. Pemimpin yang bahkan “stake- holder focused” mampu bersikap direktif, tahu persis apa yang perlu ditanyakan bila bertemu atasan, bawahan, dan pihak eksternal. Ia pun otomatis akan menghilangkan sikap “bossy” dan birokratis, karena setiap perilakunya didasarkan pada pelayanan pelanggan.

Keluar dari Meja Kerja

Tak ada dalam sejarah pemimpin inspiratif menggerakkan tim dari balik meja kerjanya. Mahatma Gandhi, Winston Churchill, George Patton, Mother Teresa adalah orang-orang lapangan. Menginspirasi memang lebih mudah dilakukan dari tengah-tengah tim.

Hubungan informal dan kontak personal sangat berpengarüh pada mental bawahan. Mungkin itu juga sebabnya, mengapa Agus Martowardoyo, dirut Bank Mandiri, membuka pintu rumah dan ponsel-nya buat semua orang yang membutuhkan berkoordinasi dengannya.

Sadari Peta Kekuatan Karyawan

Hanya pemimpin yang sadar akan kapasitas sumber dayanya-lah yang bisa mengajak orang di sekitarnya untuk berupaya lebih dan membuat nilai tambah. Hal ini juga yang memungkinkan pemimpin untuk memotivasi bawahan secara personal, sesuai dengan kekuatan dan kekhasan bawahannya. Bawahan akan merasa “terangkat” dan seolah “superman’ yang merasa mampu berbuat lebih. Pemimpin yang inspiratif membuat bawahannya menghargai dirinya sendiri seperti halnya ia menghargai perusahaan dan pelanggannya.

Dengan mengenali kekhasan bawahan, pemimpin yang inspiratif bisa menjadi lebih dari sekedar ‘coach” yang baik, namun ia juga membimbing bawahan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, kemudian memberikan pengarahan dan jalan keluar, juga prinsip profesional dan solusi permasalahan, bahkan sampai filosofinya.

Bermainlah pada Level Emosional

Ketika sesekali saya tanyakan kepada beberapa bawahan yang sangat setia kepada atasannya, padahal bisnis sedang merosot, maka jawaban mereka sekadar, “Dengan Bapak, kita selalu bersama-sama, terlambat makan sama-sama, makan enak sama-sama.” Alasan emosional inilah yang tampak lebih solid daripada sekadar hubungan finansial. Upah memang menentukan kepuasan kerja, namun pemimpin besar biasanya kreatif dalam menemukan cara yang tidak biasa dalam memenuhi kebutuhan bawahannya, yaitu mempertimbangkan faktor-faktor di luar kebutuhan yang basic, seperti respek dan prestis, untuk bisa mengangkat semangat timnya dengan lebih baik.

“Passion” yang Berbuah “Vision”

Perkembangan teknologi serta globalisasi membuka kesempatan yang jumlahnya tidak berbatas dan memberi kesempatan untuk para pemimpin lebih asik, lebih passionate dalam mencermati minat dan sasarannya. Hal ini juga yang mempermudah para pemimpin untuk menggambarkan visinya dengan kata-kata, deskripsi dan imajinasi yang lebih mudah dimengerti bawahan. Tidak sulit bagi pemimpin sekarang menggambarkan visi se- menggelegar “I have a dream.” - nya Martin Luther King. Passion jugalah yang membuat pemimpin inspiratif tidak sekadar memikirkan “what’s in it for me” tetapi berobsesi pada “big idea”—nya.

Oleh: Eileen Rachman, EXPERD -Kompas, 26 September 2007

"Management of Heart, Heart of Management"

Tatkala Peter F Drucker mulai menyelami kedalaman-kedalaman manajemen puluhan tahun lalu, mungkin belum terbayangkan kalau manajemen akan berhadapan dengan turbulensi-turbulensi yang sedahsyat sekarang.

Tidak saja lingkungan yang mengalami turbulensi (sebagaimana menjadi perhatian para pemikir corporate planning dan strategic planning), tetapi manusia-manusia yang mengembangkan sekaligus mengamalkan manajemen juga mengalami turbulensi.

Dalam skala global, entakkan serangan teroris yang diikuti oleh serangan balik Pemerintah AS dan kawan-kawan ke Afganistan dan Irak tidak saja menggambarkan turbulensi global, tetapi juga mencerminkan turbulensi manusia dalam mengelola dirinya.

Dalam skala korporasi, terbongkarnya mega-skandal Enron, Worldcom, yang diikuti oleh runtuhnya sebuah firma akuntansi yang mendunia, tidak saja menunjukkan kelumpuhan manajemen (yang berdiri di atas fakta dan logika), melainkan juga mencerminkan ketidakmampuan manusia dalam mengelola keserakahannya.

Lebih-lebih kalau deretan kasus ini ditambah dengan skandal-skandal birokrasi. Tidak terhitung jumlah uang yang menguap lewat kasus-kasus korupsi, tidak terhitung juga jumlah manusia yang bersinar di luar birokrasi, kemudian disedot habis oleh vacuum cleaner birokrasi ketika mencoba membenahinya. Ini juga sebuah masukan bagi dunia manajemen: birokrasi menjadi demikian rumit karena kerumitan-kerumitan dalam diri manusia.

Totalitas kerumitan ini sedang menyisakan pekerjaan rumah pada dunia manajemen, bagaimana keasyikan berlebihan membaca pertanda-pertanda lingkungan luar mengakibatkan terlalu minimnya pemahaman manajemen akan dinamika internal manusia. Seperti seorang penunggang kuda, ia memahami kudanya, tetapi gelap sama sekali tentang siapa dirinya, di mana ia berada serta mau ke mana ia pergi. Dengan demikian, semua arah menjadi arah yang salah.

Terhalangnya pertumbuhan manajemen modern oleh kegelapan-kegelapan kecenderungan seperti inilah yang melahirkan pemikiran-pemikiran yang bermuara pada satu hal: the management of heart, the heart of management.

Konsekuensinya, terjadi pergeseran besar dari manajemen sebagai teknik menuju manajemen sebagai spirit. Apabila dulu teknik menjadi satu-satunya cahaya penerang keberhasilan, sekarang ada cahaya penerang keberhasilan yang kedua: heart capital.

Yang unik dari "modal" terakhir ini, manusia tidak menghabiskan seluruh waktunya untuk mempelajari segala teknik luar, tetapi memulai perjalanan ke dalam diri. Berbeda dengan manajemen sebagai teknik, di mana perbandingan dan persaingan dengan pihak-pihak luar adalah sumber energi keberhasilan. Dalam manajemen sebagai spirit, tugas manusia adalah merealisasikan hatinya dalam hidup sehari-hari.

Kerja di jalan ini adalah peluang untuk merealisasikan cahaya-cahaya hati. Dan, tatkala kerja diterangi cahaya hati, tidak ada lagi kegelapan-kegelapan yang mengkhawatirkan. Sukses-gagal, naik-turun, kaya-miskin, apabila dijalani secara mengalir, digunakan sebagai peluang pertumbuhan, maka hidup jadi terang-benderang.

Hampir semua kegelapan datang dari kemelekatan berlebihan; kalau sukses tidak boleh diganti gagal, naik tidak boleh diganti turun. Padahal, hukum kehidupan yang berumur tua bercerita kalau hidup serupa dengan membangun istana dari es. Lakukanlah seserius dan segembira mungkin. Dan, jangan pernah lupa, hanya persoalan waktu istana ini pasti meleleh. Hanya keikhlasan yang kemudian membebaskan. Apabila demikian cara manusia bekerja, di satu sisi kita tidak kehilangan semangat dan kegembiraan, di lain sisi tidak perlu dibikin gelap oleh kemelekatan-kemelekatan yang menakutkan.

Bagi setiap pejalan kaki di jalan-jalan, hati mengetahui, kehidupan serupa dengan berjalan ke puncak gunung. Semakin lama dan semakin tua kehidupan menjadi semakin sejuk dan teduh. Tanda-tanda kesejukan dan keteduhan ini tampak dalam hidup yang penuh rasa syukur. Lebih dari itu, tatkala usia menua, menoleh ke semua yang telah dilakukan, semuanya terlihat serba membimbing. Dalam bahasa Rumi, semuanya berisi pesan-pesan Tuhan. Dalam bahasa Bhikku Buddhadasa, di sini sekarang ini manusia bisa menemukan Nibbana (batin yang sejuk teduh karena bebas dari kemarahan, kebencian, sakit hati dan sejenisnya). Kalaupun ada godaan, halangan dan guncangan (meminjam pendapat Anthony de Mello), ia bagian dari langkah-langkah pembebasan.

Ini sebuah pendekatan dalam memandang manajemen sebagai spirit. Dan, tentu ada lagi sudut pandang yang lain. Dalam perspektif ini, patut dihargai hadirnya buku Paulus Bambang WS yang mau berkontribusi memperkaya wahana manajemen sebagai spirit.

Sebagai praktisi yang sudah lama malang melintang di dunia bisnis, Paulus Bambang WS tentu tahu batas-batas logika manajemen yang pernah dibangun orang-orang seperti Peter Drucker, Henry Mintzberg serta Michael Porter. Kalau ia kemudian ikut masuk dalam arus besar manajemen sebagai spirit, mungkin karena merasakan melalui tangan pertama, ada yang perlu diseimbangkan dalam manajemen yang melulu berisi teknik.

Perhatikan cara Paulus Bambang WS menguraikan idenya. Ia dimulai dengan setumpukan keyakinan, tidak saja kelicikan dan ketidakjujuran yang bisa membawa kekayaan materi. Kejujuran, kebaikan, keikhlasan pun bisa berujung pada kekayaan materi. Contohnya dalam buku ini ada banyak. Dari Miracle Production, Angkasa Tunggal Sukses, Garuda Food, sampai dengan Astra. Buku ini terurai rapi karena dipenuhi dengan heart in action in management. Akan berguna bagi mereka yang berniat melukis hati di dunia korporasi.

Pagar-pagar kemajuan yang dicoba dibuat buku ini menjadi relevan dalam kekinian karena dunia korporasi tidak lagi sekadar pembuat barang dan jasa kemudian memasarkannya. Lebih dari itu, korporasi secara meyakinkan sedang menentukan masa depan (kecenderungan pengaruhnya bisa mengalahkan negara). Terutama karena ada pergeseran besar kalau pusat inovasi dan penciptaan masa depan bergeser dari universitas ke dunia korporasi.

Perhatikan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi di dunia teknologi informasi yang mengubah nyaris semua gaya hidup. Tidak saja cara manusia bekerja dan berbelanja diubah, cara negara dan rakyat berinteraksi pun berubah. Dan, nama-nama yang ada di belakang ini siapa lagi kalau bukan korporasi seperti Microsoft dan perusahaan lain.

Apabila ini acuannya, tidak terbayang wajah peradaban ke depan kalau energi kemajuan dunia korporasi semata-mata hanya didorong oleh keserakahan. Oleh karena itulah kehadiran karya yang mau menerangi korporasi dengan hati seperti buku ini diperlukan. Sekecil apa pun cahaya yang dihasilkan, ia berpotensi menyalakan lilin-lilin lain yang belum menyala.

Sebagaimana karya manusia umumnya yang tunduk pada hukum ketidaksempurnaan, buku ini juga serupa. Aroma Kristianitas terasa sedikit dominan. Halaman depannya ditandai dengan "The 10 Commandments" (Sepuluh Perintah Allah). Cerita kasih menghiasi banyak halaman buku ini. Serangkaian hal yang tidak selalu negatif tentunya. Namun, bisa menjadi penghalang bagi pembaca yang masih mengubur dirinya dalam "penjara" agama.

Tidak banyak orang yang berkarya di dunia spirit yang bisa sejernih Karen Amstrong dan Lex Hixon. Karen Amstrong yang kelahiran Inggris bisa bercerita sama jernihnya ketika ia menulis otobiografi Muhammad sekaligus Buddha. Lex Hixon (kelahiran AS) dalam Coming Home bisa bertutur sama indahnya, baik ketika bercerita tentang Heidegger, Ramakrishna, Ramana Maharshi, Zen, Advaita Vedanta, sampai dengan guru sufi Bawa Muhaiyadden.

Dan, kekurangan ada bukan sebagai awal kehancuran, bukan juga sebagai bahan untuk dijelek-jelekkan. Kekurangan ada sebagai bahan-bahan pertumbuhan berikutnya. Bukankah kesempurnaan semakin mendekat tatkala ada sahabat yang dengan penuh ketulusan mau menunjukkan kekurangan-kekurangan kita?

Oleh : Gede Prama - Kompas, 10 September 2007