Wednesday, October 3, 2007

Prinsip

Pada suatu malam yang gelap gulita di tengah hujan badai disertai kabut sangat tebal di lautan, seorang nakhoda kapal melihat sesuatu yang mirip dengan lampu sebuah kapal lain menuju ke arah kapalnya. Dia menyuruh anak buahnya menghubungi kapal itu dengan memberikan sinyal berupa cahaya.

Pesannya adalah : “Ubah haluannmu sepuluh derajat ke selatan.”

Jawabannya : “Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan”

Lalu, Nakhoda itu menjawab :
Aku Nakhoda di sini, jadi kamulah yang harus mengubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan”

Jawabannya :
“Aku pelaut kelas satu – ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.”

Jawaban itu benar benar membuat sang nakhoda murka, sehingga dia membalas sinyal itu kembali :
“Aku kapal perang – Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan”

Jawaban :
“Dan Aku mercusuar, Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan“

Meskipun ringan, pesan kisah kocak ini sangat gamblang : Ukuran kapal maupun jabatan tidak ada artinya. Mercusuar tidak bisa mengubah haluannya. Haluannya permanent, tetap. Hanya si Nakhodalah yang memiliki pilihan apakah akan mengubah atau tidak haluannya.

Mercusuar ibarat prinsip, prinsip tidak bisa dikotak katik; prinsip bersifat universal dan abadi. Prinsip tidak berubah. Prinsip tidak memandang usia, ras, gender, keyakinan atau status. Setiap orang terkena oleh prinsip. Seperti mercusuar, prinsip menyediakan tanda yang permanent, dan setiap orang dapat menetapkan arah yang mereka tuju, baik ketika sedang ada badai maupun keadaan tenang, baik ketika gelap maupun terang.