Monday, October 29, 2007

Jika Gairah Punya Warna

Jika gairah punya warna, dialah yang menyelubungimu
Pengharap yang gemetar serupa pohon dalam hujan
Berpijak pada bilah bilah subuh
Berulangkali rubuh

Menggelepar kau, diri
di antara kelimun jiwa jiwa beku
yang menyalakan unggun api
dalam tubuh mengabu

Matahari akan jatuh seperti cempedak jatuh,
dedahan waktu dalam diri pun merapuh
Tapi ada yang berdenyut kembali
dari celah paling sembunyi
Kita tak cukup punya kata
untuk menamainya.

O, apa yang berdesir dan bergetar
yang mengguncang jiwa dalam gamang
yang menggerakan katup katup kelenjar
membuka-menutup bagai gelap dan terang,
seperti kelopak-kelopak bunga yang menggeliat
mendesiskan entah perih entah nikmat
seduhan gaib tak ternamai ini ?

(Sitok Srengenge - On Nothing)