Friday, October 26, 2007

Di Miqat

Pada suatu musim haji, Malik bin Annas, seorang ahli fiqih terkenal dari Madinah, menjadi jamaah seperjalanan Imam Sadiq a.s.
Mereka sampai di Miqat dan Ihram lalu bertalbiah. Labbaika Allahumma Labbaik, Inilah aku datang memenuhi panggilanMu, ya Allah. Sebagaimana layaknya, para jamaah mengumandangkan seruan itu bersama sama. Namun Malik bin Annas memperhatikan ada yang aneh dengan Imam Sadiq a.s. Begitu ia bermaksud bertalbiah, keharuan melandanya, suaranya tercekat, dan ia tampak kehilangan kendali hingga seolah olah akan tersungkur ke tanah.

Malik ibn Annas pun mendekat dan berkata, "Wahai keturunan Rasullulah Saw, bagaimanpun engkau harus ikut bertalbiah"
Imam menjawab : "Duhai Abi Amar ! Bagaimana aku berani dan dapat menguatkan diriku untuk mengucapkan Labbaika yang berarti, Oh Tuhanku ! dengan seluruh daya aku patuh untuk menunaikan seluruh tugas dari-Mu dan bersedia menerima undangan-Mu serta berlaku selaras dengannya : aku selalu bersedia untuk mematuhi seluruh perintah-Mu.
Dengan jaminan apa, aku dapat dengan beraninya mengabdi kepada Tuhanku dan menghadirkan diri sebagai hamba hamba yang siap mematuhi-Nya ? Jika aku mendapatkan jawaban La Labbaika, lalu apa yang bisa kulakukan ?