Thursday, October 25, 2007

Dari Musuh Menjadi Teman

Salah satu imbalan terbesar dari keluhuran budi terjadi di saat musuh berubah menjadi teman.

Booker T. Washington berjuang keras melawan prasangka buruk kaum kulit putih ketika mendirikan Institute Tuskegee di Alabama. Suatu hari, di saat dia melewati rumah seorang wanita kaya raya yang menganggapnya hanya orang kulit hitam belaka, didengarnya wanita itu berseru " Hei, kemarilah, aku perlu orang untuk membelah belah kayu."

Tanpa berkata sepatah katapun, Washington menyingsingkan lengan jaketnya, mengambil kampak, lalu bekerja, bukan hanya membelah belah setumpuk kayu, tetapi juga membawanya ke dalam rumah.

Dia baru saja melangkah pergi ketika seorang pembantu berkata :
"Dia profesor Washington Bu"
Dengan sangat malu, wanita itu mendatangi Institut Tuskegee untuk minta maaf. Sang Profesor menjawab :
"Tidak perlu meminta maaf, Bu. Saya senang membantu teman temanku.

Sejak kejadian tersebut, Wanita itu menjadi salah seorang pendukung Tuskegee yang paling ramah dan dermawan. Washington tidak merasa terganggu oleh hinaan atau tuntutan.