Tuesday, October 30, 2007

Pikiran adalah Benih !

Apa yang sedang anda pikirkan saat ini menciptakan kehidupan masa depan Anda. Anda menciptakan hidup Anda dengan pikiran pikiran Anda. Karena Anda selalu berfikir, anda selalu mencipta. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan adalah apa yang akan muncul dalam hidup anda.

Seperti semua hukum alam, Apapun yang Anda tanam, akan Anda tuai ! pikiran pikiran anda adalah benih, dan panenan anda petik akan bergantung pada benih yang Anda tanam.

Jika anda mengeluh, situasi yag anda keluhkan akan datang ke dalam hidup anda. Jika anda mendengar seseorang berkeluh kesah dan anda berfokus pada hal itu, bersimpati kepadanya, menyetujuinya, saat itu juga Anda menarik lebih banyak situasi kepada diri Anda sendiri untuk mengeluh.

Dengan Pengetahuan ini Anda dapat mengubah setiap situasi dan peristiwa dalam hidup Anda sepenuhnya dengan jalan mengubah cara berfikir Anda.

Ketertarikan

Kita semua bekerja dengan satu kekuatan yang tidak terbatas,
Kita semua diatur oleh satu “ATURAN” yang sama,
Hukum alam semesta yang sangat akurat

Hukum Alam tidak mempermasalahkan apakah anda orang Indian,
Atau anda di Indonesia, Australia, Selandia Baru,
Stockholm, London, atau New York . . .

Kita semua bekerja dengan satu kekuatan,
Satu “ATURAN“
Yaitu “KETERTARIKAN

Monday, October 29, 2007

Jika Gairah Punya Warna

Jika gairah punya warna, dialah yang menyelubungimu
Pengharap yang gemetar serupa pohon dalam hujan
Berpijak pada bilah bilah subuh
Berulangkali rubuh

Menggelepar kau, diri
di antara kelimun jiwa jiwa beku
yang menyalakan unggun api
dalam tubuh mengabu

Matahari akan jatuh seperti cempedak jatuh,
dedahan waktu dalam diri pun merapuh
Tapi ada yang berdenyut kembali
dari celah paling sembunyi
Kita tak cukup punya kata
untuk menamainya.

O, apa yang berdesir dan bergetar
yang mengguncang jiwa dalam gamang
yang menggerakan katup katup kelenjar
membuka-menutup bagai gelap dan terang,
seperti kelopak-kelopak bunga yang menggeliat
mendesiskan entah perih entah nikmat
seduhan gaib tak ternamai ini ?

(Sitok Srengenge - On Nothing)

1 Jam Tanpa Dosa




Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?”
Ayahnya menjawab sambil tersenyum : “tak mungkin, nak.”
“Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?” tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: “tak mungkin, nak.”
“Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?”
Lagi-lagi ayahnya berkata : “Tak mungkin, nak.”

“Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?” gadis kecil itu bertanya lagi. Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: “mm….. mungkin bisa, nak.”

“Lalu…. bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?”
Ayahnya tertawa dan berkata : “Nah, kalau itu pasti bisa, nak.”

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : “Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?”

“HUKUM KETERTARIKAN/GAYA TARIK/DAYA TARIK“

Semua yang terjadi dalam hidup Anda,
Anda “menarik“ nya kedalam hidup anda.
Dan ditarik ke arah anda berdasarkan kekuatan imaginasi
Yang ada dalam pikiran anda.
Berdasarkan pada apa yang anda sedang pikirkan.
Jadi, Apa yang ada di dalam pikiran anda
Anda “Menariknya“ ke arah anda.

Cara paling mudah memahami “HUKUM GAYA TARIK“
Adalah mengandaikan diri kita seperti sebuah magnet.
Dan kita tahu bahwa magnet akan menarik sesuatu.

HUKUM GAYA TARIK menyatakan :
“Hal yang sama/mirip“ akan menarik “Hal yang sama/mirip pula“.
Kita benar benar membicarakannya pada tahap pemikiran.
Sebagai manusia, kita wajib mempertahankan
apa yang di-inginkan oleh pikiran kita.

Yakinkanlah sejelas-jelasnya dalam pikiran kita :
mengenai apa yang kita inginkan dan dari sana,
kita mulai menggunakan satu aturan paling hebat di alam ini.
Dan itu adalah “HUKUM GAYA TARIK“.

Anda adalah seperti seperti gambaran (citra)
dari orang yang selalu Anda PIKIRKAN,
dan anda juga “menarik“ ke arah anda, apa saja yang selalu anda pikirkan.
Jika anda dapat melihatnya di dalam pikiran anda
Maka anda akan dapat memegangnya ditangan anda.

Dan itulah prinsip prinsip yang dapat disimpulkan dalam tiga kata :
“PIKIRAN“
“MENJADI“
“KENYATAAN“

Banyak orang tidak mengerti,
bahwa pikiran itu mempunyai gelombang frekwensi.
Setiap pikiran mempunyai gelombang frekwensi masing masing.
Kita dapat mengukur suatu pikiran.
Jika anda selalu memikirkan suatu hal ber ulang ulang
Atau anda selalu membayangkan dalam pikiran anda
Bahwa anda mempunyai mobil baru,
bahwa anda selalu mempunyai uang,
membangun perusahaan baru,
menemukan pasangan hidup anda;

Maka semua yang anda pikirkan itu akan mendekat
ke arah anda.

Jika anda selalu meng-imaginasikan apa yang anda inginkan
Berarti Anda secara konsisten
selalu memancarkan gelombang frekwensi yang sama.
Pikiran yang selalu memancarakan signal magnet tersebut,
akan “menarik“ hal hal yang anda inginkan ke arah anda.

Bayangkan anda hidup dalam kemewahan
Maka anda akan “menarik“ kemewahan ke arah anda.
Hal ini selalu terjadi, setiap saat.
Pada setiap orang.

Disini PERMASALAHANNYA :
Semua orang selalu memikirkan apa yang mereka TIDAK INGINKAN

Friday, October 26, 2007

Mendengarkan Ibu Berdoa

Di Malam hari, ia mendengarkan kata kata ibunya yang berdiri menghadap kiblat di sudut kamarnya. Dengan penuh perhatian, ia mengamati ibunya shalat : bersujud, ruku, duduk, pada jum'at malam itu.
Ia masih anak anak; ia melihat dan mendengarkan Ibunya berdoa untuk seluruh Muslim, pria dan wanita, menyebut nama nama mereka dan meminta Allah menganugerahkan rezeki, kebahagiaan, dan rahmat pada mereka.
Dengan seksama ia mendengarkan, apakah ibunya menyebut dan meminta sesuatu dari Allah untuk dirinya sendiri ?

Anak itu adalah Imam Hasan yang terjaga hingga pagi, tak melepaskan tatapannya dari sang ibu, Fatimah.
Ia menanti nanti apakah ibunya akan berdoa untuk dirinya sendiri dan apa yang akan dimintanya dari Allah Swt.
fajarpun menyingsing dan malam berlalu dengan shalat dan permohonan bagi orang lain, namun Imam Hasan tak mendengar sepatah katapun dari doa sang Ibu, yang ditujukan untuk dirinya sendiri.
Di pagi itu, ia bertanya :
"Ibu, semalam aku mendengar doa disepanjang shalatmu. Ibu berdoa untuk orang lain dan tidak meminta sama sekali untuk diri sendiri ?"
Ibunya yang penuh kasih menjawab :
"Anakku sayang, pertama adalah tetangga, baru rumah kita"

Fakta Kemiskinan !



































  • 600 juta anak hidup dalam kemiskinan, dimana mereka hidup dalam batas kadang makan kadang tidak, tidak memiliki baju dan tempat berteduh !
  • Setiap tahun lebih dari 7,3 juta anak mati karena kelaparan dan penyakit kurang gizi - artinya 13 - 14 anak meninggal setiap menit.
  • 100 juta anak tidak bersekolah sama sekali !

Mari luangkan waktu sejenak untuk berfikir tentang saudara saudara kita yang tidak beruntung ini ! mereka kelaparan dan sekarat, mereka tidak bisa sekolah, atau pergi ke dokter ketika sakit, mereka tidak punya tempat berteduh ketika hujan, mereka tidur di jalanan.

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu merubah keadaan ini ?

Mengumpulkan Kayu Bakar di Gurun

Dalam suatu perjalanan, Rasullulah Saw yang ditemani beberapa sahabatnya sampai di wilayah kering nan tandus ; sementara mereka membutuhkan kayu bakar. Rasullulah memerintahkan "Kumpulkanlah kayu bakar!"
"Wahai Rasullulah," jawab mereka, lihatlah ! Tanah ini tandus, kita tidak dapat menemukan sebatang kayupun di sini."
Beliau Saw berkata, "Apa pun keadaannya, kalian harus mengumpulkan kayu sebanyak banyaknya"
Para sahabat pun menyebar ke gurun, dengan seksama mereka mencari-cari kayu di tanah. Ranting sekecil apa pun, akan mereka pungut jika ditemukan. Tiap orang berusaha mengumpulkan kayu sebanyak banyaknya dan membawanya. Setelah semua menyatukan kayu yang mereka kumpulkan, jadilah tumpukan kayu yang besar.

Rasullulah lalu berkata :
"Dosa kecil itu tak berbeda dengan batang kayu yang kecil ini. Pada awalnya, terlihat remeh. Namun masing masing diikuti dengan lainnya, demikian seterusnya hingga menjadi banyak. Dosa kalian juga akan dicatat dan dikumpulkan hingga hari di mana kalian menyadari bahwa dosa dosa kecil yang kalian anggap remeh itu, menumpuk hingga menjadi besar !"

Di Miqat

Pada suatu musim haji, Malik bin Annas, seorang ahli fiqih terkenal dari Madinah, menjadi jamaah seperjalanan Imam Sadiq a.s.
Mereka sampai di Miqat dan Ihram lalu bertalbiah. Labbaika Allahumma Labbaik, Inilah aku datang memenuhi panggilanMu, ya Allah. Sebagaimana layaknya, para jamaah mengumandangkan seruan itu bersama sama. Namun Malik bin Annas memperhatikan ada yang aneh dengan Imam Sadiq a.s. Begitu ia bermaksud bertalbiah, keharuan melandanya, suaranya tercekat, dan ia tampak kehilangan kendali hingga seolah olah akan tersungkur ke tanah.

Malik ibn Annas pun mendekat dan berkata, "Wahai keturunan Rasullulah Saw, bagaimanpun engkau harus ikut bertalbiah"
Imam menjawab : "Duhai Abi Amar ! Bagaimana aku berani dan dapat menguatkan diriku untuk mengucapkan Labbaika yang berarti, Oh Tuhanku ! dengan seluruh daya aku patuh untuk menunaikan seluruh tugas dari-Mu dan bersedia menerima undangan-Mu serta berlaku selaras dengannya : aku selalu bersedia untuk mematuhi seluruh perintah-Mu.
Dengan jaminan apa, aku dapat dengan beraninya mengabdi kepada Tuhanku dan menghadirkan diri sebagai hamba hamba yang siap mematuhi-Nya ? Jika aku mendapatkan jawaban La Labbaika, lalu apa yang bisa kulakukan ?

Thursday, October 25, 2007

Nilai Seseorang !

Nilai seseorang bukanlah di mana dia berdiri disaat sedang senang dan nyaman,
melainkan di mana dia berdiri disaat penuh tantangan dan kontroversi !

(Martin Luther King Jr)

Menunjukkan Rasa Cinta

Jika Kita ingin orang lain bahagia,
berlatihlah menunjukkan rasa cinta.
Jika kita ingin diri kita bahagia,
berlatihlah menunjukan rasa cinta.

(Dalai Lama)

Fokus !

Jika kita menaruh sebuah balok kayu ukuran 20 cm x 20 cm x 20 meter di atas sebuah sungai, maka hampir setiap orang mampu menitinya untuk sampai keseberang, dan tidak akan jatuh !, sebab mereka hanya fokus pada upaya melewati titian.

Tapi taruh balok kayu yang sama di atas dua gedung 10 lantai !
Maka hanya sedikit yang bisa menitinya !,
Karena fokusnya pada jatuh !

Kadang dalam hidup : Yang membedakan sukses dan gagal hanyalah masalah fokus saja

Dari Musuh Menjadi Teman

Salah satu imbalan terbesar dari keluhuran budi terjadi di saat musuh berubah menjadi teman.

Booker T. Washington berjuang keras melawan prasangka buruk kaum kulit putih ketika mendirikan Institute Tuskegee di Alabama. Suatu hari, di saat dia melewati rumah seorang wanita kaya raya yang menganggapnya hanya orang kulit hitam belaka, didengarnya wanita itu berseru " Hei, kemarilah, aku perlu orang untuk membelah belah kayu."

Tanpa berkata sepatah katapun, Washington menyingsingkan lengan jaketnya, mengambil kampak, lalu bekerja, bukan hanya membelah belah setumpuk kayu, tetapi juga membawanya ke dalam rumah.

Dia baru saja melangkah pergi ketika seorang pembantu berkata :
"Dia profesor Washington Bu"
Dengan sangat malu, wanita itu mendatangi Institut Tuskegee untuk minta maaf. Sang Profesor menjawab :
"Tidak perlu meminta maaf, Bu. Saya senang membantu teman temanku.

Sejak kejadian tersebut, Wanita itu menjadi salah seorang pendukung Tuskegee yang paling ramah dan dermawan. Washington tidak merasa terganggu oleh hinaan atau tuntutan.

Wednesday, October 3, 2007

Intan Lahir dari Tekanan

Secara geologis, intan hanya bisa dihasilkan dari tekanan tinggi di dalam perut bumi. Tekanan yang tidak memadai hanya akan menghasilkan pualam, marmer atau bahkan hanya sekedar batu kapur.

Orang terbaik yang bisa Anda miliki, hanya bisa Anda peroleh dari serangkaian ‘tekanan bisnis’ yang menempanya. Tekanan ini bersifat alamiah dan bukan hasil simulasi pelatihan karyawan oleh para konsultan bisnis handal yang disewa divisi HRD perusahaan Anda. Tekanan ini adalah bagian tak terpisahkan dan terhindarkan dari proses bisnis yang ada. Tuntutan kustomer, tekanan persaingan bisnis dengan kompetitor hingga dorongan dari kolega adalah serangkaian ujian yang harus diterimanya.

Jadi, jangan manjakan kandidat ‘intan’ Anda, karena jika tidak, mungkin dia akan hanya menjadi sebongkah marmer atau lebih parah lagi hanya menjadi seonggok batu kapur. Batu kapur memang masih dibutuhkan, tapi akan sangat disayangkan jika berasal dari bahan yang bisa menjadi intan. Anda juga tidak bisa berlepas diri pada proses pembentukan intan ini. Setiap kesalahan pemrosesan bahan intan yang gagal menjadi intan adalah tanggung jawab Anda. Bukan reward berlimpah yang menghasilkan sebutir intan kualitis tinggi, namun justru tekanan bisnis alamiah yang melakukannya. Walaupun demikian, sebutir intan tetap harus diberikan penghargaan yang memang selayaknya harus dia terima

Prinsip

Pada suatu malam yang gelap gulita di tengah hujan badai disertai kabut sangat tebal di lautan, seorang nakhoda kapal melihat sesuatu yang mirip dengan lampu sebuah kapal lain menuju ke arah kapalnya. Dia menyuruh anak buahnya menghubungi kapal itu dengan memberikan sinyal berupa cahaya.

Pesannya adalah : “Ubah haluannmu sepuluh derajat ke selatan.”

Jawabannya : “Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan”

Lalu, Nakhoda itu menjawab :
Aku Nakhoda di sini, jadi kamulah yang harus mengubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan”

Jawabannya :
“Aku pelaut kelas satu – ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan.”

Jawaban itu benar benar membuat sang nakhoda murka, sehingga dia membalas sinyal itu kembali :
“Aku kapal perang – Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan”

Jawaban :
“Dan Aku mercusuar, Ubah haluanmu sepuluh derajat ke selatan“

Meskipun ringan, pesan kisah kocak ini sangat gamblang : Ukuran kapal maupun jabatan tidak ada artinya. Mercusuar tidak bisa mengubah haluannya. Haluannya permanent, tetap. Hanya si Nakhodalah yang memiliki pilihan apakah akan mengubah atau tidak haluannya.

Mercusuar ibarat prinsip, prinsip tidak bisa dikotak katik; prinsip bersifat universal dan abadi. Prinsip tidak berubah. Prinsip tidak memandang usia, ras, gender, keyakinan atau status. Setiap orang terkena oleh prinsip. Seperti mercusuar, prinsip menyediakan tanda yang permanent, dan setiap orang dapat menetapkan arah yang mereka tuju, baik ketika sedang ada badai maupun keadaan tenang, baik ketika gelap maupun terang.

Jangan Berkata "Tidak" Sebelum Anda Mencobanya

Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"

"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"

"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"

"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"

"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.
Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.