Monday, July 14, 2014

Maqolah 26



(Kufur ni’mah adalah tercela) maksudnya adalah dengan tidak adanya syukur ni’mat menunjukkan rendahnya nafsu. (dan berteman dengan orang bodoh) yaitu orang yang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya padahal ia mengetahui akan keburukan sesuatu tersebut. (adalah keburukan) yaitu tidak membawa berkah . Oleh karena itu janganlah berteman dengannya disebabkan karena buruknya akhlak / keadaan tingkah lakunya karena sesungguhnya tabi’at itu dapat menular.

Maqolah 25



(Mengaku merasa kekurangan dalam melakukan ta’at adalah selamanya terpuji dan mengakui akan kekurangan / kelemahan dalam melakukan ta’at adalah tanda-tanda diterimanya amal tersebut) karena dengan demikian menunjukkan tidak adanya ujub dan takabur di dalamnya.

Sunday, July 13, 2014

Ingin Mimpi Bertemu Nabi Saw.


Siang itu, dengan wajah muram, seorang murid bersimpuh di hadapan syaikhnya. Syaikh dengan suara wibawanya bertanya, "Apa gerangan yang merisaukanmu?"
 

"Wahai Syaikh, sudah lama saya ingin melihat wajah Rasulullah walau hanya lewat mimpi. Namun, sampai sekarang keinginan itu belum juga terkabul," jelas si murid.
"Oo... rupanya itu yang kauinginkan. Tunggu sebentar ..." 

Setelah diam beberapa saat, berkatalah Syaikh, "Nanti malam datanglah engkau kemari. Aku mengundangmu makan malam." Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya. Setelah tiba saatnya, pergilah dia ke rumah Syaikh untuk memenuhi undangannya. Dia merasa heran melihat syaikhnya hanya menghidangkan ikan asin.

"Makan, makanlah semua ikan itu, jangan sisakan sedikit pun!" kata Syaikh kepada muridnya. Karena tergolong murid taat, dia habiskan seluruh ikan asin yang disuguhkan. Selesai makan, dia merasa kehausan. Dia segera meraih segelas air dingin di hadapannya.
"Letakkan kembali gelas itu!" perintah Syaikh. "Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur di rumahku!"


Dengan penuh rasa heran, diturutinya perintah syaikh-nya. Malam itu dia tak bisa tidur. Lehernya serasa tercekik karena kehausan. Dia membolak-balikkan badannya hingga akhirnya tertidur karena kelelahan. Apa yang terjadi? Malam itu dia bermimpi minum air sejuk dari sungai, mata air, dan sumur. Mimpi itu sangat nyata. Seakan benar-benar terjadi padanya.

Paginya ketika bangun, dia langsung menghadap Syaikh. "Wahai Guru, bukannya melihat Rasulullah, saya malah bermimpi minum air."
Tersenyumlah Syaikh mendengar jawaban muridnya. Dengan bijaksana beliau berkata, "Begitulah, makan ikan asin membuatmu sangat kehausan sehingga kau hanya memimpikan air sepanjang malam.
 

Jika kau merasakan kehausan semacam itu akan Rasulullah maka kau akan melihat ketampanannya."
Terisaklah si murid. Dia sadar betapa cintanya kepada Rasulullah masih sebatas kata. Kerinduan sebatas pengakuan.

Abdurrahman ibn Auf

Abdurrahman ibn Auf adalah seorang tokoh Quraisy di Kota Makkah yang masuk Islam sebelum masuk di Darul Arqam. Ia termasuk salah seorang dari delapan orang yang masuk Islam di tangan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia pernah ikut hijrah ke Habasyah dan Madinah. Ia termasuk sepuluh orang yang diberi tahu oleh Rasulullah sebagai calon penghuni surga.
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda,

"Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada keluargaku sepeninggalku."

Abdurrahman menjual kebunnya senilai empat ratus ribu dirham dan hasil penjualannya dibagikan kepada istri-istri Rasulullah.

Ketika menghadapi saat kematiannya, ia menangis tersedu-sedu hingga ada yang bertanya kepadanya, "Mengapa Engkau menangis pada saat seperti ini?"

Abdurrahman, "Mus'ab ibn Umair yang lebih baik daripada aku wafat di masa Rasulullah Saw. dan ia tidak mempunyai kain kafan untuk menutupi mayatnya. Hamzah ibn Abdul Muthalib, paman Rasulullah Saw., yang lebih baik daripada aku tidak mendapatkan kain kafan untuk menutupi mayatnya, sedangkan aku orang kaya. Oleh karena itu. aku takut termasuk orang yang kebaikannya dipercepat di dunia. Aku takut tidak dapat bergabung dengan sahabat-sahabatku karena aku orang yang banyak harta."

Abdurrahman ibn Auf adalah seorang sahabat yang kaya. Ia meninggalkan banyak harta di Kota Makkah ketika hendak pergi hijrah. Ketika di Madinah, ia berdagang hingga menjadi orang kaya. Ia terkenal suka bersedekah di jalan Allah dan biasa hidup sederhana. Ketika menjelang kematiannya, ia merasa kkhawatir akan keselamatan dirinya di akhirat.

Abu Hurairah

Abu Hurairah adalah sahabat yang nama aslinya Abdur Rahman ibn Sakhr diberi nama Abu Hurairah oleh Rasulullah Saw. ketika beliau melihatnya sedang menggendong seekor kucing. Ketika itu beliau menyebutkan, "Wahai Abu Hurairah." Maksudnya, "Wahai Bapaknya kucing."

Abu Hurairah masuk Islam pada tahun peperangan Khaibar kemudian ia berjuang di medan perang itu bersama Rasulullah Saw. Ia selalu mendampingi Rasulullah dan mengingat semua sabdanya Rasulullah pernah berdoa baginya,

“Ya Allah, jadikan hati hambamu ini, dan ibunya, mencintai orang-orang mukmin dan jadikan hati mereka mencintai keduanya” (HR Muslim).

Muslim ibn Basyar berkata, "Abu Hurairah menangis ketika ia sedang sakit menghadapi kema-tiannya hingga ada yang bertanya kepadanya, 'Apa yang menyebabkan Engkau menangis?'

Abu Hurairah, Aku tidak menangis karena takut meninggalkan dunia. Aku takut karena akan menempuh perjalanan ke akhirat yang sangat jauh dan perbekalanku sangat sedikit. Aku tidak tahu apakah perjalananku akan berakhir di surga atau di neraka, " (Abu Nu'aim dalam al-Hilyah dan Adz-Dzahabi dalam Siyar 'A'lam an-Nubala')